Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dibalik Gemerlap Pariwisata Bali, Petani Menjerit: Kade Sudiana Dorong Bank Tani Berbasis Subak

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA – Dibalik gemerlap pariwisata Bali yang mendunia, terdapat perjuangan para petani yang menjaga denyut pangan sekaligus warisan budaya Subak.

Mereka menjadi pilar ketahanan pangan dan penjaga sistem irigasi tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia.

Namun, kondisi petani di lapangan menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tingginya biaya produksi, mahalnya harga pupuk, sulitnya akses permodalan hingga ancaman alih fungsi lahan pertanian.

Demikian disampaikan

Pemerhati pertanian Bali, Kade Sudiana, S.E.,S.Pd., M.M.,M.Pd., saat ditemui di pematang sawah Subak Berawantangi, Senin, 29 Juni 2026.

Kade Sudiana menyebut kondisi tersebut membuat petani berada dalam situasi sulit.

Kade Sudiana yang juga menjadi penggerak pertanian Bali mengatakan, bersama timnya telah membawa aspirasi petani hingga ke Wakil Presiden RI. Salah satu usulannya, pembentukan “Bank Tani Berbasis Subak” sebagai solusi pembiayaan pertanian yang lebih adil dan berkelanjutan. “Bali punya dua wajah pertanian,” kata Kade Sudiana.

Menurutnya, wajah pertama adalah lahan basah dengan sistem Subak yang menjadi kekuatan pertanian padi Bali. Sementara wajah kedua adalah lahan kering yang menghasilkan komoditas seperti kopi, kakao, dan hortikultura yang turut memperkuat daya tarik wisata pedesaan.

Meski demikian, menurutnya, masyarakat masih sering melihat Bali hanya dari sisi pantai dan hotel. Padahal, keberlanjutan Bali juga ditopang oleh petani yang menjaga sawah, air, Subak, dan lanskap pedesaan.

“Padahal pilar yang menopang keberlanjutan Bali adalah petani. Mereka yang menjaga sawah, air, Subak, dan lanskap pedesaan,” tegasnya.

Kade Sudiana memetakan empat persoalan utama yang kini membelenggu petani Bali.

Pertama, tingginya biaya produksi. Untuk satu hektare sawah dalam satu musim tanam, petani membutuhkan modal sekitar Rp20 juta. Jika dilakukan dua kali tanam dalam setahun, kebutuhan modal bisa mencapai Rp40 juta.

Di Kabupaten Jembrana, program ketahanan pangan pemerintah memang telah berjalan. Namun, menurutnya, persoalan dasar petani tetap harus menjadi perhatian serius.

“Tapi, ketika bicara ketahanan pangan, kita harus jujur, apa persoalan petani hari ini, dan solusi apa yang harus diberikan?,” paparnya.

Kedua, masalah kesenjangan arus kas. Petani membutuhkan modal sejak awal untuk pengolahan tanah, membeli bibit dan pupuk. Namun pendapatan baru diperoleh setelah masa panen sekitar empat bulan kemudian.

Kondisi ini sering membuat petani bergantung kepada tengkulak.

Ketiga, ancaman alih fungsi lahan akibat perkembangan pariwisata. Harga tanah yang meningkat membuat sebagian petani berada dalam pilihan sulit antara mempertahankan sawah atau menjual lahan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Keempat, lemahnya regenerasi petani. Banyak generasi muda mulai menjauh dari sektor pertanian karena melihat hasil yang kecil dengan risiko yang besar.

Kade Sudiana menjelaskan, berdasarkan perhitungan kebutuhan produksi, satu hektare sawah membutuhkan bibit sekitar 40 kilogram, urea 250 kilogram, NPK Phonska 250 kilogram, biaya olah tanah Rp2,5 juta, serta ongkos tanam Rp2,5 juta.

Dengan total biaya sekitar Rp20 juta, hasil panen rata-rata mencapai 7,5 hingga 8 ton gabah dengan harga sekitar Rp6.500 per kilogram.

Dari kondisi tersebut, konsep Bank Tani Berbasis Subak dinilai menjadi solusi yang sesuai dengan karakter pertanian Bali.

Bank Tani nantinya dapat memberikan akses modal untuk kebutuhan olah tanah, benih, pupuk hingga proses panen.

 Pengembalian modal dilakukan setelah musim panen dengan sistem yang menyesuaikan siklus pertanian.

“Petani Bali tidak butuh bantuan yang sifatnya hanya sesaat. Tetapi, yang mereka butuhkan adalah akses permodalan yang adil, terjangkau, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain pembiayaan, Kade Sudiana juga mendorong percepatan pertanian organik di Bali. Ia menyebut perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dari hulu hingga hilir menjadi momentum untuk memperkuat perubahan tersebut.

Subak Berawantangi menjadi salah satu contoh peralihan menuju sistem organik. Prosesnya dilakukan bertahap selama tiga tahun, mulai dari pencampuran pupuk non-organik dan organik hingga akhirnya menuju penggunaan pupuk organik penuh.

Hasilnya, beras organik yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Kade Sudiana juga menyatakan siap membantu proses sertifikasi organik agar produk pertanian Bali memiliki daya saing.

Bagi Kade Sudiana, petani memiliki peran besar dalam menjaga masa depan Bali.

“Jika pariwisata adalah etalase Bali, maka pertanian adalah fondasinya. Jika fondasi itu kuat, maka Bali akan tetap menjadi kebanggaan Indonesia.

Usulan Bank Tani Berbasis Subak kini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjaga pangan, budaya, serta keberlanjutan pariwisata Bali,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    Imigrasi Perluas Jangkauan, 18 Kantor Baru Siap Layani WNI dan WNA di Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com | Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM memperluas jangkauan pelayanannya dengan membentuk 18 kantor imigrasi baru di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah ini didasarkan pada Surat Kementerian PANRB Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tanggal 4 November 2025 yang menyetujui pembentukan kantor-kantor baru tersebut. Pembentukan kantor imigrasi baru ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan paspor, […]

  • Tim Anti Begal Denpom I/5 Medan Gagalkan Aksi Kejahatan Geng Motor Berkelewang

    Tim Anti Begal Denpom I/5 Medan Gagalkan Aksi Kejahatan Geng Motor Berkelewang

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    MEDAN – Tim Anti Begal Denpom I/5 Medan kembali menunjukkan keberanian dan kesigapannya dalam menjaga keamanan Kota Medan. Dalam patroli malam yang dilaksanakan Minggu (19/1), seorang anggota geng motor bersenjata berhasil ditangkap di kawasan Pajak Melati, Jalan Bunga Sakura. Penangkapan ini menggagalkan rencana aksi kejahatan yang diduga akan dilakukan oleh kelompok penjahat jalanan tersebut. Keterangan […]

  • Wamen Imipas dan Arya Wedakarna Dorong Kebijakan Imigrasi Khusus untuk Bali di Tengah Arus Globalisasi

    Wamen Imipas dan Arya Wedakarna Dorong Kebijakan Imigrasi Khusus untuk Bali di Tengah Arus Globalisasi

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    GIANYAR — Bali dinilai membutuhkan perlakuan khusus dalam kebijakan keimigrasian di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya jumlah warga negara asing (WNA) yang tinggal maupun beraktivitas di Pulau Dewata. Gagasan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum dan Penghargaan Dies Natalis ke-63 Universitas Mahendradatta yang digelar di The Sukarno Center, Tampaksiring, Gianyar, Jumat (22/5/2026). Acara yang dihadiri […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Sukarela Senjata Api Rakitan

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Sukarela Senjata Api Rakitan

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Simanggaris Baru menerima penyerahan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur tanpa amunisi dari seorang warga setempat. Senjata tersebut diserahkan secara sukarela oleh AB (58 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan. Penyerahan ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat […]

  • Peringati Isra Mi’raj 1446H Diperbatasan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Doa Bersama

    Peringati Isra Mi’raj 1446H Diperbatasan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446H, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Gabma Seimanggaris bersama masyarakat Desa Tabur Lestari, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, menggelar acara doa bersama di Masjid Baitul Rohim. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh personel Satgas Pamtas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Doa bersama […]

  • Gerakan SOUL Action Kembali Menginspirasi, Donor Darah Massal Perkuat Stok Darah PMI Tabanan

    Gerakan SOUL Action Kembali Menginspirasi, Donor Darah Massal Perkuat Stok Darah PMI Tabanan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    TABANAN – Komitmen untuk terus menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Tabanan–Jembrana melalui kegiatan SOUL Action Donor Darah yang digelar di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tabanan, Minggu (22/2/2026). Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian […]

expand_less