Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dr Somvir Soroti Temuan BPK dan Serapan Belanja APBD 2025, Gusti Ayu Mas Sumatri Bacakan Pandangan Umum Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas keberhasilannya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Namun di balik capaian tersebut, Fraksi Demokrat-NasDem menegaskan masih terdapat sejumlah persoalan mendasar dalam pengelolaan keuangan daerah yang harus segera dibenahi.

Pandangan umum fraksi tersebut dibacakan oleh I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos., M.A.P. dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026), mewakili Ketua Fraksi Demokrat-NasDem Dr. Somvir.

Dalam pembukaannya, Fraksi Demokrat-NasDem menyampaikan penghormatan kepada seluruh pimpinan rapat, jajaran Pemerintah Provinsi Bali, serta mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Kepolisian Republik Indonesia.

“Semoga Polri senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan perlindungan dalam mengemban amanah menjaga keamanan serta mengayomi masyarakat,” demikian disampaikan dalam pandangan umum fraksi.

Apresiasi WTP, Namun Tata Kelola Harus Terus Dibenahi

Fraksi Demokrat-NasDem menilai keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 13 tahun berturut-turut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Meski demikian, Ketua Fraksi Demokrat-NasDem Dr. Somvir melalui pandangan umum yang dibacakan Gusti Ayu Mas Sumatri menegaskan bahwa opini WTP tidak boleh dijadikan satu-satunya indikator keberhasilan pengelolaan keuangan daerah.

Fraksi meminta pemerintah mempercepat penyelesaian seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK agar kualitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin meningkat.

Soroti Empat Temuan Penting BPK

Fraksi Demokrat-NasDem secara khusus meminta penjelasan Pemerintah Provinsi Bali terhadap sejumlah temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI.

Empat persoalan utama yang menjadi perhatian fraksi meliputi:

Pengelolaan hibah kepada badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang dinilai belum memadai.

Dugaan potensi kelebihan pembayaran pembangunan Menara Turyapada sebesar Rp2,31 miliar, ditambah biaya personel dan nonpersonel sekitar Rp384,07 juta.

Temuan yang terus berulang dari tahun ke tahun sehingga menunjukkan adanya inefisiensi dalam tata kelola pemerintahan.

Manajemen aset daerah yang dinilai masih belum optimal.

Menurut Fraksi Demokrat-NasDem, berbagai temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti agar tidak terus menjadi catatan berulang dalam pemeriksaan BPK pada tahun-tahun berikutnya.

Bedah Kinerja APBD 2025

Fraksi Demokrat-NasDem juga mengulas secara rinci realisasi APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025.

Data yang dipaparkan menunjukkan:

Target pendapatan daerah sebesar sekitar Rp6,66 triliun dengan realisasi mencapai Rp7,41 triliun atau sekitar 105,82 persen.

Belanja daerah ditargetkan sekitar Rp7,41 triliun namun terealisasi Rp6,55 triliun atau sekitar 88,42 persen.

Pembiayaan neto tercatat sekitar Rp219,21 miliar.

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) mencapai sekitar Rp712,87 miliar.

Menurut Fraksi Demokrat-NasDem, tingginya SILPA menunjukkan masih perlunya peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi kepentingan masyarakat.

Retribusi Daerah Melonjak Hingga 206 Persen

Salah satu hal yang mendapat sorotan ialah melonjaknya realisasi retribusi daerah.

Fraksi mencatat target retribusi sebesar sekitar Rp439,46 miliar justru terealisasi mencapai Rp909,59 miliar atau sekitar 206,97 persen.

Atas kondisi tersebut, Fraksi Demokrat-NasDem mempertanyakan apakah lonjakan itu terjadi karena kesalahan dalam penyusunan target pendapatan atau memang terdapat peningkatan penerimaan yang luar biasa selama tahun anggaran berjalan.

Fraksi meminta pemerintah memberikan penjelasan secara rinci agar penyusunan target APBD pada tahun berikutnya menjadi lebih realistis.

Belanja Modal Tanah Hanya 3,8 Persen

Sorotan tajam lainnya diarahkan kepada rendahnya realisasi belanja modal tanah.

Dari target sekitar Rp31,06 miliar, realisasi hanya mencapai sekitar Rp1,18 miliar atau sekitar 3,80 persen.

Fraksi mempertanyakan penyebab rendahnya penyerapan tersebut, sekaligus meminta penjelasan apakah dana yang telah dikeluarkan telah menghasilkan perolehan aset tanah sesuai luas yang direncanakan.

Selain itu, Fraksi juga mempertanyakan rendahnya realisasi Belanja Bantuan Keuangan kepada kabupaten/kota yang hanya mencapai sekitar 86,25 persen dari target.

Fraksi meminta penjelasan apakah keterlambatan penyaluran bantuan tersebut berdampak terhadap pelaksanaan APBD pemerintah kabupaten/kota di Bali.

Kritik Rencana Pinjaman Daerah

Fraksi Demokrat-NasDem juga menyoroti kebijakan pemerintah yang kembali mencantumkan rencana pinjaman daerah sebesar sekitar Rp530 miliar dalam APBD.

Menurut Fraksi, pola tersebut terus berulang setiap tahun, namun pada akhirnya pinjaman tidak pernah direalisasikan karena kondisi keuangan daerah justru mengalami surplus.

Fraksi mengingatkan bahwa apabila pinjaman benar-benar dilakukan, maka akan membebani APBD tahun-tahun berikutnya sebagaimana pernah terjadi dalam restrukturisasi anggaran pada 2023 dan 2024.

Karena itu Fraksi meminta agar Pemerintah Provinsi Bali tidak lagi menggunakan skema pinjaman daerah sebagai instrumen penyusunan APBD apabila pada akhirnya tidak diperlukan.

Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat

Selain mengejar serapan anggaran, Fraksi Demokrat-NasDem mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Bali lebih menitikberatkan setiap program terhadap hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Fraksi berharap seluruh kebijakan anggaran diarahkan pada:

peningkatan kesejahteraan masyarakat;

penurunan angka kemiskinan;

peningkatan kualitas pelayanan publik; dan

penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Fraksi juga meminta agar besaran SILPA dapat ditekan melalui perencanaan yang lebih akurat sehingga anggaran benar-benar terserap untuk kepentingan masyarakat.

Usulkan Tambahan Dana BKK untuk RSUD Karangasem

Dalam pandangan umumnya, Fraksi Demokrat-NasDem turut menyoroti penurunan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali kepada Kabupaten Karangasem.

Fraksi mencatat alokasi BKK Tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp18 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp25 miliar.

Padahal Kabupaten Karangasem telah mengusulkan kebutuhan sekitar Rp90 miliar, termasuk untuk rehabilitasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem.

Melihat besarnya SILPA APBD 2025 yang mencapai sekitar Rp712 miliar, Fraksi Demokrat-NasDem meminta Gubernur Bali mempertimbangkan penambahan BKK guna mendukung rehabilitasi RSUD Karangasem demi pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Bali.

Dorong APBD Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Menutup pandangan umumnya, Ketua Fraksi Demokrat-NasDem Dr. Somvir, melalui pembacaan oleh I Gusti Ayu Mas Sumatri, menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP harus diikuti peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.

Fraksi berharap seluruh rekomendasi BPK segera ditindaklanjuti, belanja daerah lebih efektif, perencanaan APBD semakin akurat, serta setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Genius City Resmi Diluncurkan di Bali, Nuanu dan Genius Group Wujudkan Pembelajaran Berbasis AI

    Genius City Resmi Diluncurkan di Bali, Nuanu dan Genius Group Wujudkan Pembelajaran Berbasis AI

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Kolaborasi besar di sektor pendidikan terjadi di Bali. Nuanu Creative City bersama Genius Group Limited (NYSE American: GNS) resmi memulai pengembangan Genius City, kawasan edukasi masa depan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berlokasi di Tabanan, Bali. Proyek dengan total investasi mencapai Rp233 miliar (USD14 juta) ini menjadi tonggak baru bagi dunia […]

  • Lupa Mematikan Kompor Saat Ngabuburit Di Bulan Puasa Rumahnya Jadi Korban Kobaran Api

    Lupa Mematikan Kompor Saat Ngabuburit Di Bulan Puasa Rumahnya Jadi Korban Kobaran Api

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Telah terjadi kebakaran sebuah rumah milik seorang Ibu bernama Ratna ayu Fuji Utami yang beralamat di Dusun 02 RT 002/RW 003, Desa Kali Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Minggu 9/03/25. Menurut informasi dari pemilik rumah terjadinya kebakaran berawal dari seorang ibu yang sedang memasak didapur, lalu ditinggalkan karena mau jalan-jalan  ngabuburit. Karena […]

  • Terpilih lagi, Zainul Tetap Optimis Suplay Atlet NPC Sumut

    Terpilih lagi, Zainul Tetap Optimis Suplay Atlet NPC Sumut

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Medan – Zainul Kahfi Lubis kembali pimpin National Paralympic Committee (NPC) Kota Medan 2025-2030, setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) NPC Medan, Senin (20/1/2025). Zainul Kahfi Lubis kembali pimpin NPC Kota Medan 2025-2030, setelah seluruh peserta Musorkot dengan suara bulat memberikan kepercayaan memimpin induk olahraga penyandang disabilitas di Kota Medan untuk lima tahun […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Dalami Legalitas BTID Soroti KKPR dan Izin Pesisir 

    Pansus TRAP DPRD Bali Dalami Legalitas BTID Soroti KKPR dan Izin Pesisir 

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Tim Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali, Senin, 23 Pebruari 2026. RDP ini difokuskan pada pendalaman dugaan pelanggaran tata ruang dan perizinan dalam pengelolaan kawasan […]

  • Pemkab Tabanan Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan

    Pemkab Tabanan Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Perkuat Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut, Pemkab Tabanan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi pemerintah daerah dalam […]

  • Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tabanan Ajak Masyarakat Maknai Waisak Lewat Kebijaksanaan dan Empati

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tabanan Ajak Masyarakat Maknai Waisak Lewat Kebijaksanaan dan Empati

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TABANAN – Perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 M menjadi momentum refleksi bagi seluruh umat manusia untuk menumbuhkan nilai-nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, SH., MH., dalam ucapan Selamat Hari Raya Waisak yang disampaikannya kepada umat […]

expand_less