Breaking News
light_mode
Trending Tags

Rp3,5 Miliar “Beku”, Pansus TRAP Bali Tetap Bergerak Meski Dana Pribadi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali kini dihadapkan pada situasi yang tak ideal. Anggaran sebesar Rp3,5 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD Bali Tahun 2026 justru belum dapat dimanfaatkan. Bukan karena ketiadaan dana, melainkan karena tersendatnya regulasi teknis yang belum diperbarui.

Dana yang sejatinya disiapkan untuk mendukung kegiatan pengawasan tersebut masih terganjal dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang belum mengakomodasi kebutuhan operasional di lapangan. Akibatnya, berbagai agenda penting pansus berpotensi berjalan tidak maksimal.

Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, percepatan penyesuaian regulasi menjadi kunci agar fungsi pengawasan tetap berjalan efektif.

“Ini bukan sekadar soal anggaran, tapi menyangkut kinerja lembaga dan kepentingan publik yang harus dijaga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Pansus, Dr. Somvir. Ia mengungkapkan bahwa meskipun anggaran telah disepakati, aturan yang berlaku saat ini hanya mengatur perjalanan dinas harian, tanpa mencakup kebutuhan riil di lapangan seperti konsumsi, bahan bakar, hingga biaya operasional lainnya.

“Anggarannya ada, tapi tidak bisa dipakai secara fleksibel. Akhirnya, anggota harus menutup kebutuhan itu dengan biaya pribadi,” jelasnya.

Kondisi ini membuat sejumlah anggota pansus terpaksa merogoh kocek sendiri saat menjalankan inspeksi mendadak maupun kegiatan pengawasan lainnya. Situasi tersebut tentu menjadi ironi di tengah besarnya mandat pengawasan yang diemban.

Pansus TRAP DPRD Bali pun mendesak Pemerintah Provinsi Bali untuk segera merevisi Pergub terkait. Langkah ini dinilai mendesak agar anggaran yang telah tersedia tidak terus mengendap, sekaligus memastikan fungsi pengawasan terhadap tata ruang, aset, dan perizinan dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangis di Rumah Duka Korban Dugaan Pencurian Ayam, Gede Harja Astawa Desak Polisi Usut Tuntas dan Minta Negara Lindungi Anak-anak Korban

    Tangis di Rumah Duka Korban Dugaan Pencurian Ayam, Gede Harja Astawa Desak Polisi Usut Tuntas dan Minta Negara Lindungi Anak-anak Korban

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BULELENG – Ketua Fraksi Partai Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa mengunjungi rumah duka korban dugaan kasus pencurian ayam di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, Minggu, 26 Juli 2026. Patut diketahui, bahwa korban dugaan kasus pencurian ayam meninggal dunia di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Korban meninggalkan seorang istri, Putu Dewi […]

  • Jajaran Polres Kuningan Bersama Elemen Mahasiswa, Salurkan Baksos Kepada Korban Longsor

    Jajaran Polres Kuningan Bersama Elemen Mahasiswa, Salurkan Baksos Kepada Korban Longsor

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Polres Kuningan berkolaborasi bersama Elemen Mahasiswa Kabupaten Kuningan melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak longsor di Perum BSPS Dusun Purwasari Desa Cimara Kecamatan Cibereum Kabupaten Kuningan, Kamis (30/1/2025). Bantuan yang diberikan berupa pemberian sembako. Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian melalui Kabag Ops. Polres Kuningan Kompol Munawan mengatakan, […]

  • Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

    Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali memanas dan kini menjelma menjadi perdebatan besar tentang arah masa depan Pulau Dewata. Di tengah ambisi menjadikan Bali sebagai pusat investasi dan ekonomi global, publik justru dikejutkan oleh berbagai dugaan persoalan mulai dari tata ruang, konversi mangrove, hingga isu kesucian […]

  • Gubernur Koster Tegaskan Pariwisata Bali Tetap Bergairah Jelang Nataru 2026

    Gubernur Koster Tegaskan Pariwisata Bali Tetap Bergairah Jelang Nataru 2026

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Isu yang ramai beredar di media sosial mengenai penurunan jumlah wisatawan ke Bali dipastikan tidak sesuai fakta. Data resmi Pemerintah Provinsi Bali dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai justru menunjukkan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat, terutama dari wisatawan mancanegara, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Gubernur Bali Wayan Koster […]

  • Bersama Warga Wujudkan Kabersamaan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Padi di Perbatasan

    Bersama Warga Wujudkan Kabersamaan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Padi di Perbatasan

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam upaya mempererat hubungan dan menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat, personel Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Kanduangan turut serta membantu warga dalam panen padi di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan.Sabtu,(25/2/2025) Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dalam mendukung ketahanan pangan serta memperkuat kebersamaan dengan masyarakat […]

  • Suara Okokan Bergema di DPRD Bali, De Gadjah Resmi Pimpin HKTI Bali 2026–2031: Siap Perjuangkan Petani dan Nelayan Hingga Hentikan Ketergantungan Impor Bawang Putih

    Suara Okokan Bergema di DPRD Bali, De Gadjah Resmi Pimpin HKTI Bali 2026–2031: Siap Perjuangkan Petani dan Nelayan Hingga Hentikan Ketergantungan Impor Bawang Putih

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DENPASAR – Suasana berbeda tampak menyelimuti Wantilan DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026). Dentuman Okokan, alat musik tradisional khas Tabanan, menggema mengiringi penyambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Ribuan peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Bali tampak memadati lokasi […]

expand_less