Breaking News
light_mode
Trending Tags

Graha Wicaksana Dorong Evaluasi Besaran Penghargaan: Timpang Hadiah Porjar Badung Hanya Rp10 Juta Berbanding Nilai Ogoh-Ogoh Jauh Lebih Besar. 

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG, Matakomps.com – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pelestarian Seni dan Budaya DPRD Kabupaten Badung memberikan perhatian serius atas ketimpangan besaran hadiah dalam kegiatan seni dan olahraga di Kabupaten Badung.

Salah satunya, Pansus DPRD Badung menyoroti besaran hadiah juara umum Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porjar) Kabupaten Badung yang disebut hanya sekitar Rp10 juta. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan pemberian hadiah untuk kegiatan ogoh-ogoh yang nilainya jauh lebih besar.

Padahal, pelaksanaan Porjar juga melibatkan pelajar dalam berbagai cabang olahraga dan seni. Oleh karena itu, besaran penghargaan atas prestasi pelajar dinilai perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah.

Ketua Pansus Raperda Pelestarian Seni dan Budaya DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Graha Wicaksana menegaskan usulan mengenai penyetaraan bantuan maupun hadiah merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Badung, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Nantinya, DPRD Badung akan menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Badung melalui OPD yang membidangi Pendidikan, Kepemudaan, Olahraga serta Kebudayaan Kabupaten Badung.

“Tentu dari Dinas Pendidikan dan Olahraga dan juga Dinas Kebudayaan sudah mempunyai kajian-kajiannya. Karena disamping Porjar, disamping mereka berprestasi, mereka kan dapat bonus juga, sifatnya ini kan pembinaan dan lain sebagainya. Ya, mungkin ini akan menjadi catatan buat kami,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pelestarian Seni dan Budaya DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Graha Wicaksana, usai memimpin Rapat Kerja (Raker) penyerapan aspirasi dalam rangka penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif Dewan tentang Pelestarian Seni dan Budaya di Ruang Madya Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sebelum mengambil kesimpulan, pihaknya akan mengadakan rapat terlebih dahulu untuk mengkaji lebih detail kepatutan dan kepantasannya.

Selain soal penghargaan, Pansus DPRD Badung juga mendapat perhatian terkait fenomena joget yang dinilai berkonotasi negatif dan bahkan banyak dipesan oleh konsumen.

Menurut Graha Wicaksana, persoalan tersebut membutuhkan peran OPD terkait, terutama Dinas Kebudayaan. Keberadaan Majelis Kebudayaan Bali juga diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai nilai dan makna seni budaya Bali.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara seni yang memiliki nilai sakral dengan pertunjukan yang telah mengalami pergeseran fungsi.

“Nah, ketika orang yang tidak paham tentang itu, kan dia menyamaratakan. Nah, sehingga apa? Konotasinya kan jadi negatif. Ketika konotasinya negatif, ya kebudayaan Bali itu jadi direndahkan, dianggap remeh oleh masyarakat luar Bali. Itu yang kita tidak inginkan. Jadi ya tentu ini perlu ada edukasi, edukasi lebih lanjut bagaimana kita menjaga seni budaya ini agar tidak disalahgunakan,” kata Graha Wicaksana.

Graha Wicaksana menegaskan seni joget sakral tetap memiliki tempat di tengah masyarakat, berbeda dengan pertunjukan joget yang memiliki konotasi negatif.

“Tempat saya nggak ada gitu. Mungkin daerah tertentu, tempat saya nggak gitu. Malah kalau begitu, istri-istrinya ngamuk semua,” kata Graha Wicaksana

Soal penghargaan yang diajukan Ketua Listibya Kabupaten Badung Graha Wicaksana sangat menyepakati supaya penghargaan tersebut diadakan lagi oleh Pemkab Badung. Bahkan, dalam Ranperda pelestarian seni dan budaya juga dicantumkan penghargaan kepada para seniman.

“Nah, itu kan sudah kita format ini. Bagaimana pemerintah itu dia sebagai pelindung, juga memberikan pembinaan, dan juga memberikan penghargaan kepada pelaku-pelaku atau seniman-seniman yang sudah berprestasi atau mempunyai jasa terhadap pengembangan-pengembangan kesenian yang ada Badung,” pungkasnya.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari penyusunan Raperda Inisiatif Dewan tentang Pelestarian Seni dan Budaya. DPRD Badung berharap regulasi yang disusun nantinya tidak hanya menjaga keberlangsungan seni dan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi pembinaan, perlindungan, serta penghargaan kepada para pelaku seni. (Red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-81 RI, Dr Somvir: Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran

    HUT ke-81 RI, Dr Somvir: Kemerdekaan Harus Bermuara pada Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta membangun Indonesia yang lebih maju. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang […]

  • Gubernur Koster: WHDI Bali Berperan Vital Jaga Adat dan Tradisi

    Gubernur Koster: WHDI Bali Berperan Vital Jaga Adat dan Tradisi

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin 9 Februari 2026. Audiensi ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan organisasi perempuan Hindu dalam menjaga keajegan adat, tradisi, serta kearifan lokal Bali. Ketua WHDI Provinsi […]

  • Bali Penyumbang Devisa Utama, Infrastruktur Jadi Kunci Menjaga Daya Saing Pariwisata

    Bali Penyumbang Devisa Utama, Infrastruktur Jadi Kunci Menjaga Daya Saing Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Posisi Bali sebagai penyumbang devisa utama sektor pariwisata kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama pemerintah pusat dan daerah, Rabu (8/4/2026). Dalam forum strategis tersebut, Bali disebut sebagai tulang punggung pariwisata nasional yang keberlanjutannya sangat bergantung pada percepatan pembangunan infrastruktur. Gubernur Bali, I Wayan Koster, […]

  • Polemik Dugaan Korupsi Di Desa Wanasaba Kidul Berbuntut Panjang, Warga Kecewa Gagal Audensi Dengan BPD.

    Polemik Dugaan Korupsi Di Desa Wanasaba Kidul Berbuntut Panjang, Warga Kecewa Gagal Audensi Dengan BPD.

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Penyegelan Rumah milik Kuwu (Kepala Desa-Kades) Desa Wanasaba Kidul oleh warga terkait dugaan kasus proyek bersamaan dengan BLT yang belum di bayar  memunculkan ketidak percayaan warga kepada Pemerintah Desa Wabasaba Kidul. Atas ketidak percayaan tersebut Warga masyarakat Desa Wanasaba Kidul sempat melakukan demo pada  sabtu 1 Pebruari 2025 dan menuntut Kades Desa […]

  • DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

    DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Provinsi Bali yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Meski demikian, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan administrasi keuangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Hal […]

  • KSP Guna Prima Dana Apresiasi Seminar Desa Adat Gianyar, Siap Dukung Penguatan Ekonomi Krama Adat

    KSP Guna Prima Dana Apresiasi Seminar Desa Adat Gianyar, Siap Dukung Penguatan Ekonomi Krama Adat

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GIANYAR | Matakompas.com – KSP Guna Prima Dana menyampaikan apresiasi positif atas pelaksanaan Seminar Desa Adat se-Kecamatan Gianyar yang digelar di LPD Desa Adat Tulikup Kaler, Selasa (23/12/2025). Seminar yang mengangkat isu penguatan peran Desa Adat di tengah dinamika pariwisata Bali ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis adat. Kepala Cabang KSP Guna […]

expand_less