Bikin Bali Percepat Transisi Energi Bersih, Gubernur Koster Luncurkan 11 Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan 11 unit Bus Listrik Trans Sarbagita beserta enam unit infrastruktur pengisian daya (charging station) hibah melalui Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, Kamis (22/10/2026).
Peluncuran ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat transisi energi bersih, khususnya pada sektor transportasi, sekaligus memperkuat implementasi kebijakan Bali Energi Bersih.
Gubernur Koster mengatakan, Pemprov Bali mendorong penerapan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, seperti batu bara dan solar. Upaya ini turut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk.
Saat ini, proses perizinan pengembangan PLTS tersebut masih berjalan dan diharapkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Sementara di sektor hilir, Pemprov Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.
Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, Koster menegaskan komitmennya untuk mempercepat penerapan kebijakan tersebut pada periode kedua kepemimpinannya.
“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster mengapresiasi Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali.
Gubernur Koster juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.
Melalui Proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) memberikan hibah 11 unit bus listrik dan enam unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemprov Bali.
Bus listrik tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.
Gubernur Koster mengungkapkan, desain dan warna bus juga disesuaikan dengan identitas budaya Bali melalui kombinasi hitam, merah, dan putih yang melambangkan Tri Datu.
“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Koster menambahkan, penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan. Namun, perkembangan kendaraan listrik roda dua dinilai masih belum maksimal.
Oleh karena itu, Gubernur Koster mengajak seluruh komponen masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai yang dinilai lebih hemat, efisien, tidak bising, serta tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung dari kendaraan.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, Proyek Bali E-Mobility menjadi bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi bersih.
Menurutnya, Bali dipilih sebagai lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.
Rachmat juga mengapresiasi komitmen Pemprov Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Ia menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya melalui pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga harus mencakup pengurangan pencemaran dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih bergantung pada energi fosil.
“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal tri hita karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” kata Pambudy.
Menurut Rachmat, filosofi Tri Hita Karana relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam.
Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia, melalui perpaduan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan pelestarian lingkungan.
Peluncuran bus listrik Trans Sarbagita ini diharapkan memperkuat penggunaan transportasi publik ramah lingkungan sekaligus mendorong masyarakat Bali mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar