Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Kasus Pasien Meninggal di Buleleng, Gede Harja Astawa Desak Reformasi Total Layanan Rumah Sakit

Kasus Pasien Meninggal di Buleleng, Gede Harja Astawa Desak Reformasi Total Layanan Rumah Sakit

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULELENG, Matakompas.com – Kasus meninggalnya seorang pasien di Buleleng akibat dugaan keterlambatan penanganan medis kembali memunculkan sorotan tajam terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Bali.

 Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, menyampaikan kritik keras serta mendesak langkah nyata untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Dalam rapat gabungan DPRD, Harja Astawa menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Ia menyebut kasus itu sebagai “catatan hitam pelayanan rumah sakit” dan meminta agar evaluasi total segera dilakukan.

Minta Tambahan Anggaran & Perbaikan Fasilitas Rumah Sakit

Gede Harja Astawa mengajukan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem kesehatan Bali, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan tenaga medis.

“Saya meminta komitmen pimpinan agar anggaran untuk kesehatan ditambah, termasuk untuk perbaikan dan penambahan ruangan, fasilitas, hingga pengembangan taman rumah sakit,” tegasnya.

Menurutnya, masih banyak rumah sakit daerah yang menghadapi keterbatasan ruang perawatan dan fasilitas pendukung, sehingga berpotensi menghambat penanganan pasien.

Ia juga menekankan perlunya peningkatan insentif bagi dokter, perawat, bidan, dan seluruh ASN rumah sakit agar mereka dapat bekerja lebih fokus dan profesional.

Usul Aturan Tegas: Dokter ASN Tidak Boleh Buka Praktek Pribadi

Salah satu poin paling tegas yang disampaikan Harja Astawa adalah larangan bagi dokter berstatus ASN untuk membuka praktik mandiri.

“Kalau mereka sudah menerima gaji dan fasilitas negara, jangan lagi buka praktek di rumah. Biar fokus melayani pasien di rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, dokter harus memilih salah satu:

1. Fokus sebagai ASN rumah sakit, atau

2. Melepas status ASN dan membuka praktik swasta murni.

“Kalau ingin swasta, silakan swasta murni. Jangan makan uang negara sambil buka praktek di rumah. Itu tidak fair,” tegasnya.

Ia kemudian mencontohkan dirinya sendiri ketika terpilih menjadi anggota DPRD. Sebagai mantan lawyer, ia menghentikan seluruh kegiatan praktik untuk menjaga integritas jabatan.

DPRD Bali Bergerak: Komisi IV Siap Turun ke Buleleng

Gede Harja Astawa mengapresiasi respon cepat pimpinan DPRD Bali. Wakil Ketua DPRD memastikan bahwa usai perayaan Galungan, Komisi IV akan turun langsung ke Buleleng untuk melihat kondisi di lapangan dan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Selain itu, DPRD membuka peluang penambahan anggaran kesehatan pada tahun 2026, khususnya untuk rumah sakit dan fasilitas pendukung pelayanan.

“Dari tragedi ini, kita harus mengambil hikmahnya. Ini menjadi catatan hitam, tetapi juga menjadi pemicu agar pelayanan rumah sakit benar-benar berbenah,” terangnya.

Layani Tanpa Diskriminasi: Negara Harus Hadir di Rumah Sakit

Harja Astawa kembali mengingatkan bahwa rumah sakit adalah institusi publik yang wajib memberikan layanan tanpa diskriminasi.

“Saya meminta rumah sakit melayani masyarakat tanpa melihat latar belakang ekonomi, politik, atau suku. Mereka datang karena sakit, bukan untuk ditanya statusnya,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan insentif tenaga kesehatan harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan dan komitmen untuk tidak melakukan praktik sampingan selama masih berstatus ASN.

“Jangan Ada Lagi Nyawa Melayang Karena Kelalaian”

Mengakhiri pernyataannya, Gede Harja Astawa menekankan bahwa masyarakat Bali, terutama petani dan pekerja kecil, sangat membutuhkan layanan kesehatan yang layak.

“Petani-petani kita sudah hidup susah. Jangan sampai mereka juga susah mendapatkan pelayanan rumah sakit. Hak mereka sama harus dirawat dengan layak dan manusiawi,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

    Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menerima berbagai masukan strategis dari World Bank terkait pembangunan dan keberlanjutan Bali di masa depan. Masukan tersebut disampaikan Carolyn Turk, World Bank Country Director untuk Indonesia dalam pertemuan bersama Gubernur Bali, Wayan Koster pada Jumat (22/5) di Jaya Sabha, Denpasar. Dalam pertemuan itu, Carolyn mengungkapkan terdapat lima kesenjangan utama yang […]

  • Kepengurusan Baru FPK Bali Terbentuk, Siap Jaga Persatuan dan Kebhinekaan

    Kepengurusan Baru FPK Bali Terbentuk, Siap Jaga Persatuan dan Kebhinekaan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Bali resmi merampungkan pembentukan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2029. Pembentukan struktur ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat harmonisasi sosial di Bali yang dikenal sebagai daerah multietnis, multikultural dan multireligius. Ketua Umum FPK Provinsi Bali, A.A. Bagus Ngurah Agung menyampaikan bahwa susunan pengurus telah terbentuk secara hampir […]

  • Gas Terus, Kejari Jakpus Tahan 5 Tersangka di Kasus Korupsi PDNS Kemenkominfo

    Gas Terus, Kejari Jakpus Tahan 5 Tersangka di Kasus Korupsi PDNS Kemenkominfo

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat (Jakpus) menahan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2020–2024. Kepala Kejari Jakarta Pusat Dr. Safrianto Zuriat Putra, SH, MH menyatakan bahwa kelima tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan layanan komputasi awan (IaaS) […]

  • Awas, Pemilik Sugar Group Gunawan Yusuf dan Ny Lee, Ketua Mahkamah Agung Sunarto Akan Dilaporkan ke KPK Terkait Pidana Suap

    Awas, Pemilik Sugar Group Gunawan Yusuf dan Ny Lee, Ketua Mahkamah Agung Sunarto Akan Dilaporkan ke KPK Terkait Pidana Suap

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Fakta persidangan hasil pemeriksaan Zarof Ricar sebagai saksi mahkota dalam perkara suap vonis bebas Gregorius Ronald Tanur di Pengadilan Tipikor, Jakarta Rabu (7/5/2025), yang mengakui pernah menerima Rp. 50 miliar dan Rp. 20 miliar dari Sugar Group — melalui salah salah seorang pemiliknya bernama Ny. Lee — telah mengkonfirmasi barang bukti berupa uang […]

  • Mayoritas Fraksi Desak Rekomendasi Pansus TRAP soal BTID Segera Diparipurnakan, Fraksi Golkar Tak Hadir dalam Rapat Koordinasi

    Mayoritas Fraksi Desak Rekomendasi Pansus TRAP soal BTID Segera Diparipurnakan, Fraksi Golkar Tak Hadir dalam Rapat Koordinasi

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik tindak lanjut rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali terkait pengembangan kawasan yang dikelola PT Bali Turtle Island Development (BTID) semakin menghangat. Meski hasil kerja Pansus telah diserahkan dan disetujui dalam Rapat Pimpinan DPRD Bali pada 2 Juni 2026, hingga kini rekomendasi tersebut belum juga […]

  • Proyek FSRU LNG, Somya Ingatkan Ancaman Perairan Serangan Kerusakan Ekosistem Mangrove

    Proyek FSRU LNG, Somya Ingatkan Ancaman Perairan Serangan Kerusakan Ekosistem Mangrove

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Rencana pembangunan Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) atau terminal apung LNG di perairan Serangan, Bali kembali menjadi sorotan publik. Proyek energi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, terutama terhadap ekosistem hutan mangrove di kawasan pesisir Denpasar Selatan. Pengamat Hukum dan Masyarakat, Somya, menilai pembangunan proyek tersebut harus […]

expand_less