Breaking News
light_mode
Trending Tags

Protes Perlakuan Berbeda, Pasek Suardika Pertanyakan Bedanya Lift Nusa Penida dan Badung

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Advokat sekaligus mantan anggota DPR dan DPD RI Dapil Bali, I Gede Pasek Suardika (GPS) angkat suara mengenai polemik penghentian proyek Lift Kelingking di Nusa Penida.

GPS menilai langkah Gubernur Bali sebaiknya diuji melalui jalur hukum agar ada kepastian dan keadilan bagi investor maupun masyarakat.

GPS menegaskan bahwa proyek tersebut bukan bangunan ilegal, karena investor sudah mengantongi sebagian izin dan telah menyetorkan kontribusi ke kas daerah. “Investor bukannya tidak berijin, tetapi ijinnya belum lengkap,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kontribusi itu sudah menjadi PAD, masuk APBD, dan dipakai Pemkab Klungkung, sehingga dana investor sudah diberikan ke rakyat Klungkung.

Ia juga menyoroti dukungan masyarakat setempat terhadap proyek tersebut karena diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan.

Selain itu, menurut informasi yang ia terima, investor juga sudah memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat sekitar.

Pasek menilai persoalan ini harus dilihat sebagai proses kelengkapan izin, bukan pelanggaran total.

“Itu bangunan yang sudah berijin tetapi belum komplit. Berbeda maknanya dengan bangunan tanpa izin,” tegasnya.

Ia mempertanyakan mengapa proyek dihentikan ketika hampir rampung, padahal penolakan seharusnya muncul sejak awal bila dianggap tidak sesuai.

Soroti Ketidakadilan dan Pilih Kasih

GPS menyoroti potensi munculnya sentimen negatif akibat dugaan perlakuan tidak adil antara Bali Selatan dan Nusa Penida.

“Selama Pemerintah Provinsi pilih kasih maka bisa memunculkan sentimen negatif jika kemajuan Nusa Penida selalu dianggap saingan Bali Selatan dalam berebut kue pariwisata di Bali,” terangnya.

GPS membandingkan kondisi proyek tebing di berbagai kawasan Bali Selatan yang tetap berjalan lancar, sementara proyek di Nusa Penida justru dihentikan.

“Ayoo kapan Rockbar dibongkar, kapan yang belah belah tebing di Bali Selatan diproses hukum? Di Bali Selatan juga ada Lift turun di tebing,” ungkapnya.

GPS menilai bahwa Nusa Penida memiliki potensi pariwisata kelas dunia dan seharusnya tidak terus-menerus terhambat.

“Sudah saatnya ketandusan Nusa Penida berubah menjadi daerah Gemah Ripah Loh Jinawi dan itu dengan pariwisata,” kata GPS.

Pertanyakan Perbedaan Perlakuan

Dalam pernyataannya, GPS menyampaikan sederet pertanyaan retoris yang menyoroti perbedaan perlakuan antara dua wilayah tersebut.

“Apa beda nasib lift di Nusa Penida dengan lift di Badung? Apa beda Bar di atas karang di Badung dengan bangunan di pinggir tebing di Nusa Penida, apa beda loloan yang diurug di Badung dikelola Investor dengan penataan cut off tebing di Nusa Penida,” tanyanya.

GPS menegaskan bahwa inti persoalan ada pada keadilan hukum, bukan semata soal izin bangunan.

“Problem terbesar dalam penegakan hukum adalah perlakuan yang sama tidak berbeda yang disebut equality before the law. Mampukah pemerintah kita,” tanya GPS. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA_ Indonesia Police Watch (IPW) mengekecam tindakan keji penyidik Satreskrim Polres Kutai Barat, yang melanggar hak azasi manusia, dengan memaksa mengambil sidik jari sebagai pengganti tanda tangan Isran Kuis, seorang tokoh masyarakat warga Desa Tering Seberang, Kutai Barat (Kubar) yang tengah sakit keras dan tidak sadarkan diri dirumahnya, usai ditetapkan tersangka dalam perkara penggelapan […]

  • Desa Gesing Hidupkan Kembali Tradisi Gangsing dan Pindekan, Warisan Leluhur yang Tetap Digemari

    Desa Gesing Hidupkan Kembali Tradisi Gangsing dan Pindekan, Warisan Leluhur yang Tetap Digemari

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com | Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Buleleng kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu desa pelestari permainan tradisional Bali. Tradisi gangsing, yang telah puluhan tahun menjadi identitas budaya masyarakat setempat, resmi dibuka melalui pertandingan yang digelar pada pukul 11.00 WITA dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta perwakilan pemerintah daerah. Acara tersebut dihadiri Perbekel Munduk […]

  • Polresta Cirebon Laksanakan Patroli Sahur Bangunkan Masyarakat dan Ciptakan Kondusivitas.

    Polresta Cirebon Laksanakan Patroli Sahur Bangunkan Masyarakat dan Ciptakan Kondusivitas.

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Bulan Ramadhan, Polresta Cirebon menggelar kegiatan Patroli Sahur untuk membangunkan masyarakat dab menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadhan, Minggu,(9 /3/2025) dini hari. Patroli Sahur ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Binmas (Kasat Binmas) Polresta Cirebon, KOMPOL Edi Baryana, A.Md., yang didampingi oleh […]

  • Momen Bersama Rakyat: Arif Rahman Resmikan Jalan dan Serap Aspirasi Warga

    Momen Bersama Rakyat: Arif Rahman Resmikan Jalan dan Serap Aspirasi Warga

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Matacompas.com Lebak – Suara tawa dan syukur menggema di Kampung Pasir Lame, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, saat jalan poros desa sepanjang 380 meter resmi diresmikan. Dulu, saat musim hujan turun, jalan ini berubah menjadi kubangan lumpur pekat yang membuat warga susah bergerak, bahkan kendaraan pun kerap terperosok. Kini, permukaannya padat dan mulus, menjadi bukti nyata […]

  • Model Investasi PandAI Dibahas di Kantor Presiden, Dorong Transparansi dan Keamanan Modal

    Model Investasi PandAI Dibahas di Kantor Presiden, Dorong Transparansi dan Keamanan Modal

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com |  Indonesia terus memperkuat upaya membangun iklim investasi yang aman dan transparan, khususnya di sektor real estat dan infrastruktur. Salah satu langkah terbaru diwujudkan melalui pembahasan model investasi PandAI, sebuah kerangka kerja institusional yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan modal, kepastian hukum, serta tata kelola proyek. Dalam rangkaian diskusi tersebut, telah digelar pertemuan kerja […]

  • Polda Bali Perkuat Sinergi dengan Unsur Adat dan Keagamaan Hindu Menjaga Harmoni Bali pada Momentum Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H

    Polda Bali Perkuat Sinergi dengan Unsur Adat dan Keagamaan Hindu Menjaga Harmoni Bali pada Momentum Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Direktorat Intelkam Polda Bali melaksanakan kegiatan sinergi dan silaturahmi bersama unsur organisasi adat dan keagamaan Hindu dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas menjelang Hari Raya Nyepi Caka 1948 yang berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di Segara Bambu, Denpasar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kasubdit III […]

expand_less