Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kuota 30 Persen Perempuan di Parlemen Dinilai Masih Sebatas Formalitas, Tutik Kusuma Wardhani Soroti Politik Biaya Tinggi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertegas kewajiban kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif dinilai belum cukup menjamin lahirnya lebih banyak perempuan di kursi parlemen.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani menilai tantangan terbesar justru masih terjadi di internal partai politik dan kultur politik nasional yang belum sepenuhnya ramah terhadap perempuan.

Sebagai satu-satunya anggota DPR RI perempuan dari daerah pemilihan Bali, Tutik Kusuma Wardhani mengaku merasakan langsung beratnya perjuangan perempuan untuk bisa lolos hingga Senayan.

“Di DPR RI, kami sekarang hanya memiliki 127 perempuan dari total 580 anggota. Untuk mencapai target 30 persen, setidaknya harus ada 174 orang. Perjuangan kami masih berat sekali,” kata
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, saat diwawancarai awak media di Denpasar, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurutnya, penguatan aturan melalui Putusan MK Nomor 128/PUU-XXIV/2026 memang menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas demokrasi.

Dalam putusan itu, KPU diwajibkan mencoret kepesertaan partai politik di daerah pemilihan apabila tidak memenuhi kuota minimal caleg perempuan.

Namun di lapangan, perempuan masih menghadapi hambatan besar untuk benar-benar bisa bersaing secara sehat dalam kontestasi politik.

Tutik Kusuma Wardhani menyebut hambatan tersebut datang dari sisi budaya, ekonomi, hingga sistem internal partai politik. Perempuan dinilai masih dibebani peran ganda antara keluarga dan karier politik, sementara biaya politik yang tinggi membuat banyak kader potensial kesulitan bertarung.

​”Secara kultural, perempuan kerap dihantui beban ganda antara mengejar karier dan mengurus keluarga,” terangnya.

Tak hanya itu, Tutik Kusuma Wardhani juga mengkritik praktik partai politik yang masih menjadikan caleg perempuan sekadar pelengkap administrasi untuk memenuhi syarat pencalonan.

​”Perempuan seringkali tidak mendapat ruang atau jaminan bisa dipilih. Belum berorientasi memilih yang benar-benar berkualitas,” tegas srikandi Demokrat asal Kabupaten Buleleng tersebut.

Tutik Kusuma Wardhani menyoroti masih adanya kecenderungan menempatkan perempuan di nomor urut bawah atau yang kerap disebut sebagai “nomor sepatu”, sehingga peluang terpilih menjadi semakin kecil.

Oleh karena itu, Tutik Kusuma Wardhani meminta partai politik mulai serius membangun sistem pendukung nyata bagi kader perempuan, termasuk bantuan operasional dan dukungan finansial bagi perempuan yang memiliki elektabilitas tinggi.

Menurutnya, keterwakilan perempuan bukan sekadar memenuhi syarat administratif, tetapi bagian penting dari upaya menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

​”Kesulitan perempuan itu, terus terang saja, hanya sesama perempuan yang bisa menyelami dan mencarikan solusinya. Tolong, pilih perempuan agar aspirasinya diperjuangkan di kancah politik,” kata Tutik Kusuma Wardhani.

Untuk itu, Tutik Kusuma Wardhani berharap putusan MK tersebut menjadi momentum lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu bersaing dan memenangkan hati masyarakat pada Pemilu 2029 mendatang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bidik Energi Hijau, Gubernur Koster Buka Pintu Kerja Sama Bali-Ningxia

    Bidik Energi Hijau, Gubernur Koster Buka Pintu Kerja Sama Bali-Ningxia

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik tawaran kerja sama dari Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, Tiongkok, di lima sektor strategis, yakni kebudayaan, pariwisata, perdagangan, pertanian, dan energi hijau. Untuk merealisasikan peluang tersebut, Koster mengusulkan pembentukan tim khusus yang bertugas mengoordinasikan komunikasi, mengidentifikasi potensi kolaborasi, serta merumuskan program kerja sama konkret antara Pemerintah […]

  • Walikota Berhentikan Sementara Izin Minimarket Modern, Untuk Lindungi Pedagang Kecil

    Walikota Berhentikan Sementara Izin Minimarket Modern, Untuk Lindungi Pedagang Kecil

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Keberadaan minimarket di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu yang kian menjamur mengancam dan bisa mematikan pedagang kecil. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menerima laporan banyak warung kecil tutup dan bangkrut karena terlibas dengan jaringan gerai modern yang terus bertumbuh.Maka dari itu, mulai saat ini, ia memastikan tak ada izin penerbitan baru. Pemkot melakukan pemberhentian […]

  • Gubernur Koster Dorong Jajarannya Inovatif dan Kerja Maksimal Genjot Realisasi PAD 2026.

    Gubernur Koster Dorong Jajarannya Inovatif dan Kerja Maksimal Genjot Realisasi PAD 2026.

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster minta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal untuk mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8). Gubernur Koster dalam arahan singkat menyinggung pentingnya dukungan […]

  • Putu Liong Dorong Kepemimpinan Internasional di Bali demi Pariwisata dan Investasi Aman

    Putu Liong Dorong Kepemimpinan Internasional di Bali demi Pariwisata dan Investasi Aman

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Owner JARRAK MEDIA GROUP (JMG) Putu Sudiartana yang akrab disapa Putu Liong melihat Pemimpin itu selalu salah. Apalagi terkait dengan program yang Pro Rakyat. Bahkan, kebenaran Pemimpin itu jarang dipuji, kecuali pendukungnya atau buzzernya mungkin ada beberapa yang memuji itupun bisa dihitung dengan jari. Kali ini, Putu Liong melihat posisi Gubernur Bali, […]

  • Bongkar, Kejari Jakpus Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Seret Petinggi Kominfo

    Bongkar, Kejari Jakpus Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Seret Petinggi Kominfo

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) periode 2020 hingga 2024. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat (Jakpus) melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Bani Immanuel Ginting menyebut dugaan […]

  • Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Agung Bagus Tri Candra Arka Soroti SILPA, PWA hingga Moratorium Bali Selatan, Pandangan Umum Dibacakan I Wayan Gunawan

    Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Agung Bagus Tri Candra Arka Soroti SILPA, PWA hingga Moratorium Bali Selatan, Pandangan Umum Dibacakan I Wayan Gunawan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DENPASAR – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-43 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Jumat (10/7/2026). Pandangan umum Fraksi Partai Golkar yang diketuai Agung Bagus Tri Candra Arka, S.E. tersebut […]

expand_less