Solidaritas Indonesia: PHDI dan Tokoh Lintas Agama di Bali Bersatu Doakan Korban Banjir Bandang
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com | Gelombang bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia memicu kepedihan nasional. Setelah banjir bandang besar di Bali pada 10 September 2025 yang merenggut korban jiwa dan merusak bangunan, kini tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali diguncang bencana serupa.
Menyikapi situasi tersebut, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar doa bersama lintas agama di Gedung Rektorat Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Jumat 12 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas antarumat beragama untuk mengirimkan doa demi keselamatan dan keteguhan warga terdampak bencana.
Doa dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba, Dharma Adhiyaksa PHDI Pusat, dalam suasana yang berlangsung khidmat dan penuh keteduhan. Sejumlah tokoh lintas agama hadir, antara lain perwakilan MUI Provinsi Bali, Muhamad Toha, rohaniawan Budha Bhante Rung Subhantdho serta perwakilan rohaniawan Katolik, Kristen dan Konghucu Putu Shantiro.
Ida Pedanda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan bangsa. “Doa bersama ini kami laksanakan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui doa ini, kami memohon keselamatan bagi Indonesia, terutama agar Bali dijauhkan dari marabahaya dan bencana,” paparnya.
Harapan agar bangsa Indonesia selalu mendapat perlindungan menjadi doa utama yang dipanjatkan para rohaniawan.
Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, yang hadir mewakili Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menilai doa lintas agama ini sebagai langkah penting memperkuat kerukunan.
“Kami berharap nilai spiritual dari kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menjaga keseimbangan alam, mempererat hubungan antar sesama, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemurkaan alam,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan untuk memperkuat silaturahmi antarumat beragama di Bali serta menjadi fondasi bagi kerukunan yang berkelanjutan. (red).
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar