Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Koster dan Perbarindo Bali Tanam 1.000 Kelapa Daksina di Embung Tukad Unda Targetkan Berbuah 2-3 Tahun

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLUNGKUNG, Matakompas.com – DPD Perbarindo Bali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga budaya dan lingkungan dengan menanam 1.000 bibit Kelapa Daksina di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat, 27 Pebruari 2026.

Kegiatan yang diprakarsai DPD Perbarindo Bali ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Klungkung Made Satria, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali yang diwakili Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Bali, YB Handaru Purnasakti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Gunawan Suntoro, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, Kepala Dinas LHP Kabupaten Klungkung serta sejumlah pimpinan BPR-BPRS se-Bali.

Kelapa Daksina dan Strategi Kendali Inflasi Bali

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah Perbarindo Bali yang dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah.

“Jadi, langkah ini sangat penting dilakukan oleh Perbarindo dan saya sangat mendukung dan terima kasih kepada Perbarindo atas inisiatif yang baik ini,” kata Gubernur Koster.

Menurutnya, Kelapa Daksina merupakan kebutuhan pokok dalam pelaksanaan upakara pada hari-hari penting di Bali.

Tingginya kebutuhan saat Hari Raya Galungan, Kuningan, Purnama, Tilem, Pagerwesi, Saraswati hingga Panca Yadnya kerap memicu lonjakan harga.

Gubernur Koster menegaskan bahwa upaya penanaman ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

“Jadi, sudah seharusnya Bali mandiri pangan dan kedaulatan pangan, termasuk didalamnya adalah kebutuhan dasar kita untuk memenuhi kebutuhan upacara harus mampu terpenuhi,” kata Gubernur Koster.

Program ini juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menekankan keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali.

Perbarindo Bali: Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Terjaga

Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, SH., menegaskan bahwa aksi penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina merupakan wujud kepedulian industri BPR-BPRS terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.

“Karena memang Bali khan punya keunikan disitu. Maka dengan pariwisata bertumbuh, kita harapkan ekonomi Bali semakin meningkat yang hari ini khan pertumbuhannya diatas pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ketut Komplit.

Untuk itu, Ketut Komplit berharap pertumbuhan ekonomi daerah turut membuka peluang lebih luas bagi BPR-BPRS dalam menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, sekaligus mengembalikan manfaatnya melalui aksi sosial dan lingkungan.

Pemilihan Kelapa Daksina juga didasarkan pada pengalaman kelangkaan dan mahalnya harga komoditas tersebut beberapa waktu lalu.

“Sekarang ada bibit pohon Kelapa Daksina yang bisa berbuah dalam waktu 2-3 tahun, sehingga tidak membutuhkan untuk dipanjat kembali dan sebagainya. Nah, ini khan kelebihan-kelebihan yang memang harus kita pikirkan dan kita memilih menetapkan daksina adalah yang kita tanam,” terangnya.

Ketut Komplit juga menambahkan, gerakan ini merupakan gotong royong BPR-BPRS melalui wadah Perbarindo Bali.

“Kami hadir untuk melaksanakan, melestarikan adat budaya Bali dan melestarikan lingkungan, sehingga kita semakin banyak orang datang,” tambahnya.

OJK Bali Apresiasi Aksi Lingkungan Keberlanjutan

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Bali, YB Handaru Purnasakti turut mengapresiasi langkah Perbarindo Bali yang tidak hanya berfokus pada sektor finansial.

“Kita apresiasi sebagai aksi nyata lingkungan berkelanjutan bukan hanya dari sisi finansial dan budaya, tapi juga lingkungan. Kita sama-sama saling bersinergi antara OJK dan Perbarindo Bali,” kata Handaru Purnasakti.

Handaru Purnasakti juga menilai Kelapa Daksina memiliki nilai filosofis sebagai simbol kehidupan, sekaligus mencerminkan komitmen industri BPR-BPRS terhadap keberlanjutan.

“Itu bagian dari filosofi Perbarindo Bali yang tidak berorientasi kepada uang semata, tapi juga keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui penanaman 1.000 bibit Kelapa Daksina di Embung Tukad Unda Klungkung, Perbarindo Bali berharap pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan berbuah dalam 2-3 tahun mendatang, sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat, pura, dan kebutuhan upacara di Bali. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolri Kunjungi Buntet Pesantren, Minta Doa Kiai untuk Keutuhan NKRI

    Kapolri Kunjungi Buntet Pesantren, Minta Doa Kiai untuk Keutuhan NKRI

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dalam upaya memperkuat sinergi antara aparat negara dan kalangan pesantren, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam yang berada di lingkungan Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Selasa (22/4/2025). Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan, namun juga ditandai dengan peresmian resmi berdirinya pesantren baru tersebut. […]

  • Pemprov NTT Luncurkan “Asa dan Rasa”, Ruang Evaluasi Terbuka Setahun Kepemimpinan

    Pemprov NTT Luncurkan “Asa dan Rasa”, Ruang Evaluasi Terbuka Setahun Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 8
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” dalam forum diskusi terbuka di Aula Utama El Tari Kupang, Kamis (9/4/2026). Peluncuran ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah membuka ruang evaluasi publik terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena […]

  • Bebaskan Biaya PBB Petani, Gung Cok Apresiasi Kebijakan Pemkab Tabanan

    Bebaskan Biaya PBB Petani, Gung Cok Apresiasi Kebijakan Pemkab Tabanan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Wakil Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka SE (Gung Cok) yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali menyambut baik kebijakan Pemkab Tabanan yang akan membebaskan petani dari biaya PBB mulai tahun 2026. Kebijakan itu diambil merupakan hasil dari dialog Bupati Tabanan Sanjaya bersama petani Subak Jatiluwih. Setelah […]

  • Disbudpar Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Edu Heritage PG Karangsuwung

    Disbudpar Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Edu Heritage PG Karangsuwung

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 663
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan audiensi persiapan Edu Heritage Pabrik Gula (PG) Karangsuwung dan Arkeologi Maritim dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat. Selain Disbudpar, tampak hadir perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon. Hal […]

  • Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak. Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno. […]

  • Sambut Libur Akhir Tahun, Penglipuran Gelar Parade Barong Macan hingga Dekorasi Bambu Ramah Lingkungan

    Sambut Libur Akhir Tahun, Penglipuran Gelar Parade Barong Macan hingga Dekorasi Bambu Ramah Lingkungan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BANGLI, Matakompas.com |  Desa Wisata Penglipuran menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan rangkaian atraksi budaya yang dikemas lebih hangat, hijau, dan bermakna. Selain menghadirkan hiburan akhir tahun, seluruh program dirancang untuk memperkuat komitmen desa dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, serta menguatkan peran masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata. General Manager Desa Wisata Penglipuran, […]

expand_less