Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dharma Uluwatu Diterpa Badai Dugaan: Dari Polemik Simbol Suci hingga Isu PHK Sepihak dan Intimidasi Karyawan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG, Matakompas.com – Sorotan terhadap Restaurant Dharma Uluwatu kian meluas dan tidak lagi terbatas pada kontroversi penempatan simbol keagamaan. Kasus ini berkembang menjadi rangkaian dugaan persoalan serius yang menyentuh aspek ketenagakerjaan, etika manajemen, hingga transparansi pengelolaan usaha.

Perhatian publik bermula dari laporan masyarakat terkait penempatan simbol Dewa-Dewi di area toilet yang dinilai tidak pantas. Meski belakangan beredar informasi bahwa simbol tersebut telah diganti setelah kunjungan media, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen. Ketiadaan penjelasan terbuka memunculkan kesan bahwa perubahan dilakukan tanpa pertanggungjawaban kepada publik.

Di balik polemik tersebut, muncul dugaan lain terkait struktur kendali usaha. Informasi internal sebelumnya menyebut kepemilikan berada pada WNI bernama Yuliana. Namun, sejumlah sumber mengungkap bahwa operasional harian diduga justru dikendalikan oleh seorang WNA asal Australia berinisial J.M. Perbedaan informasi ini memicu pertanyaan serius mengenai transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Situasi semakin memanas setelah mencuat dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara verbal terhadap lima karyawan pada 26 Februari 2026. Karyawan berinisial RA, E, DS, VN, dan A disebut terdampak dalam proses yang dilakukan secara bertahap. PHK tersebut diduga melibatkan langsung sosok WNA berinisial J.M., meskipun secara administratif perusahaan masih menggunakan tanda tangan direktur lokal. Praktik ini dinilai tidak lazim dan berpotensi melanggar prosedur ketenagakerjaan yang seharusnya dilakukan secara formal dan tertulis.

Lebih lanjut, salah satu PHK bahkan disebut terjadi saat hari libur karyawan dan di luar area properti restoran. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pengambilan keputusan yang tidak hanya sepihak, tetapi juga mengabaikan etika serta standar perlindungan tenaga kerja.

Dari enam karyawan yang terdampak, hanya satu orang yang disebut telah menerima haknya, itupun diduga setelah melakukan tuntutan secara langsung. Sementara lima lainnya hingga kini belum memperoleh pesangon maupun hak normatif lainnya. Situasi ini menimbulkan kesan bahwa pemenuhan hak pekerja tidak berjalan sebagai kewajiban perusahaan, melainkan bergantung pada keberanian individu.

Tak hanya itu, dugaan kebijakan internal yang merugikan juga turut mencuat. Salah satu eks karyawan mengungkap adanya penghapusan uang makan tanpa penjelasan yang jelas. Kebijakan tersebut disebut memicu ketidakpuasan hingga mendorong sejumlah karyawan memilih mengundurkan diri.

Sorotan semakin tajam dengan munculnya dugaan sikap intimidatif dari pihak internal, termasuk HRD berinisial F.R. Ia disebut merespons keluhan karyawan dengan nada menantang, bahkan mempersilakan untuk melapor ke instansi ketenagakerjaan dengan kesan meremehkan. Jika benar, hal ini dinilai mencerminkan lemahnya peran HRD sebagai jembatan antara manajemen dan pekerja.

Kesaksian lain yang tak kalah serius datang dari peristiwa kecelakaan kerja yang dialami salah satu karyawan. Dalam kondisi darurat tersebut, penanganan awal justru dilakukan oleh rekan kerja, termasuk dalam hal pembayaran deposit rumah sakit. Peran internal perusahaan dinilai tidak hadir secara maksimal, sehingga memunculkan dugaan lemahnya tanggung jawab terhadap keselamatan karyawan.

Selain itu, mantan karyawan berinisial RA juga mengaku mengalami dugaan intimidasi melalui media sosial pribadinya. Hal ini semakin memperpanjang daftar persoalan yang kini menyeret nama Restaurant Dharma Uluwatu ke ruang publik.

Upaya konfirmasi kepada pihak HRD berinisial F.R. telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan yang diberikan. Di tengah sorotan yang terus berkembang, publik kini menanti apakah pihak manajemen akan memberikan klarifikasi terbuka atau membiarkan polemik ini terus bergulir tanpa kepastian. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 23 CPMI Ilegal ke Malaysia

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gagalkan Penyelundupan 23 CPMI Ilegal ke Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    SEBATIK,JARRAKPOS.COM – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonarmed 11 Kostrad berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 23 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal yang hendak menyeberang ke Tawau, Malaysia melalui Pelabuhan Somel, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Sabtu(21/2/2025). Keberhasilan ini bermula dari informasi yang diperoleh oleh Dantim Bais TNI, Kapten Inf Sinambela, dari jaringan intelijen terkait adanya rombongan […]

  • Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Tanggapi Rencana Demo Forum SSB

    Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Tanggapi Rencana Demo Forum SSB

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Menanggapi wacana demo ini, legislator, Agung Bagus Tri Candra Arka, mengaku kurang sependapat. la menilai aksi tersebut justru dapat berdampak buruk terhadap citra pariwisata Bali. “Demo bawa sampah (ke Kantor Gubernur Bali, red) itu seperti meludahi diri sendiri. Bali ini daerah pariwisata, media sosial melihatnya tidak baik,” ujar pria yang menjabat sebagai […]

  • Puspa Negara: PSEL Bali Bukti Keseriusan Presiden Prabowo Atasi Darurat Sampah

    Puspa Negara: PSEL Bali Bukti Keseriusan Presiden Prabowo Atasi Darurat Sampah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BADUNG | Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali resmi dimulai, Rabu, 8 Juli 2026.   Proyek senilai Rp3 triliun yang dikerjakan Danantara Indonesia bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini membebani kawasan Denpasar Raya.   Ketua Fraksi Gerindra DPRD […]

  • Bangunan Bekas Pos Pengamanan Pemilu dan Nataru di Lebak Kumuh Tak Terawat

    Bangunan Bekas Pos Pengamanan Pemilu dan Nataru di Lebak Kumuh Tak Terawat

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Keberadaan bangunan bekas Pos pengamanan Pilkada dan Nataru yang terletak di Alun – alun rangkasbitung Kabupaten Lebak mendapat kritikan tajam dari masyarakat. Alasannya karena keberadaannya tidak terawat hingga membuat kumuh serta mengganggu aktipitas masyarakat. “karena bangunan tersebut menggunakan bahu jalan dan trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki, apalagi ketika pada hari minggu yang […]

  • Pengaruh Negatif Medsos Ancam Pemuda, Dispora Bengkulu Dorong Peran Keluarga

    Pengaruh Negatif Medsos Ancam Pemuda, Dispora Bengkulu Dorong Peran Keluarga

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 879
    • 0Komentar

    BENGKULU, newsikal.com  – Kemajuan teknologi dan maraknya penggunaan media sosial (medsos) di kalangan pemuda membawa dampak positif sekaligus ancaman. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menyoroti bahaya pengaruh negatif medsos yang dapat merusak moral dan mental generasi muda jika tidak digunakan secara bijak. Kepala Dispora Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., menegaskan bahwa peran […]

  • Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pengecekan Pada Peternakan Ayam Di BTN  Taman Mitra Bersama Pengusaha

    Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pengecekan Pada Peternakan Ayam Di BTN Taman Mitra Bersama Pengusaha

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Dumai, MATAKOMPAS. COM – Pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2026 sekira jam 09.00 Wib,Bertempat di BTN Taman Mitra Rt.03 Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan Dumai, Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Timah Kecamatan Dumai Barat AIPTU SUTRISNO laksanakan pengecekan ternak. Bersama Pengusaha Ternak Ayam BP / Blek Permut pengecekan Pakarangan Pangan Bergizi Milik Rio Harahap […]

expand_less