Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP Rekom Tutup BTID, Dr Somvir Sebut Data Tukar Guling ‘Kamuflase’

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KARANGASEM, Matakompas.com — Tekanan terhadap PT BTID dalam polemik tukar guling lahan mangrove semakin menguat. Dalam peninjauan lapangan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Rabu (15/4/2026), fakta di lapangan justru memunculkan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang sebelumnya dilakukan pada 2 Februari 2026. Namun, hingga peninjauan terbaru, Pansus mengaku belum mendapatkan data konkret yang dapat menjelaskan secara utuh mekanisme tukar guling lahan yang dilakukan.

Rombongan dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha, Sekretaris Pansus TRAP Dewa Nyoman Rai SH, Wakil Sekretaris Pansus TRAP Dr Somvir, serta anggota I Nyoman Budiutama S.H, Drs. I Wayan Tagel Winarta M.A.P, Anak Agung Gede Agung Suyoga S.H dan Nyoman Oka Antara S.H., M.K.n M.A.P serta OPD terkait.

Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr Somvir, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya kejelasan data yang disampaikan pihak terkait.

“Kami datang jauh dari Denpasar ingin mendapatkan data yang jelas dan lengkap, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Ini membuat kami bingung,” tegasnya.

Menurut Somvir, sejak awal disebutkan adanya tukar guling lahan seluas sekitar 40 hektare di Karangasem dan 42 hektare di wilayah lain. Namun, saat dilakukan pengecekan di lapangan, data tersebut tidak sinkron dengan fakta yang ditemukan.

Ia mengungkapkan bahwa titik-titik lokasi yang disebutkan, seperti di kawasan Kubu, Tulamben, hingga sejumlah titik lain, tidak disertai data pasti mengenai luas maupun koordinat yang dapat diverifikasi.

“Yang kami temukan di lapangan baru sebagian kecil, itu pun tidak jelas. Kami butuh data konkret, bukan sekadar klaim,” ujarnya.

Lebih jauh, Somvir bahkan menilai bahwa narasi yang dibangun terkait tukar guling ini berpotensi hanya bersifat “kamuflase” karena tidak didukung bukti autentik yang kuat.

“Ini seperti kamuflase. Sejarah yang disampaikan tidak didukung bukti nyata. Kami butuh data yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti aspek hukum dalam skema tersebut. Berdasarkan pemahaman Pansus, tidak ada dasar hukum yang secara jelas mengatur mekanisme substitusi atau tukar guling kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dari satu lokasi ke lokasi lain seperti yang terjadi dalam kasus ini.

“Kalau tidak ada dasar hukumnya, berarti ini berpotensi melanggar. Kami sudah tanyakan, dan tidak ada aturan yang mengatur hal seperti ini,” ungkap Somvir.

Dalam peninjauan tersebut, Pansus juga menilai pihak PT BTID tidak mampu menunjukkan data lengkap maupun bukti otentik terkait lokasi dan status lahan yang menjadi objek tukar guling. Bahkan, titik pasti lokasi yang dimaksud pun dinilai belum jelas.

Kondisi ini semakin memperkuat keraguan DPRD Bali terhadap validitas keseluruhan proses yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk sikap tegas, dorongan untuk menutup PT BTID pun semakin menguat di internal Pansus TRAP. Langkah ini dinilai perlu jika pihak perusahaan tidak mampu menunjukkan transparansi dan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.

Pansus TRAP DPRD Bali memastikan akan terus mengawal kasus ini secara serius, mengingat persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek hukum dan administrasi, tetapi juga berdampak pada perlindungan kawasan lingkungan strategis di Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bali Resmi Tutup Puluhan KBLI PMA Berisiko Rendah, Gubernur Koster Perketat Investasi Demi Lindungi Ruang Usaha Masyarakat

    Bali Resmi Tutup Puluhan KBLI PMA Berisiko Rendah, Gubernur Koster Perketat Investasi Demi Lindungi Ruang Usaha Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali resmi memperketat akses investasi asing di sektor usaha berisiko rendah dan menengah rendah. Kebijakan tersebut ditandai dengan penutupan puluhan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) bagi Penanaman Modal Asing (PMA) pada sistem Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mulai berlaku sejak Mei 2026. […]

  • Gubernur Koster Perketat Integritas ASN Bali, Gratifikasi hingga Judi Online Jadi Larangan Keras

    Gubernur Koster Perketat Integritas ASN Bali, Gratifikasi hingga Judi Online Jadi Larangan Keras

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kinerja, Kualitas, serta Integritas Penyelenggaraan Program dan Pelayanan Publik di Provinsi Bali. Instruksi yang ditetapkan pada Rabu, 12 Agustus 2026 tersebut menjadi penegasan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperkuat kinerja aparatur sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan profesional, berintegritas, transparan, dan […]

  • Didampingi Lawyer, Warga Mengadukan Kasus PT GRS ke Jamwas dan Jampidsus

    Didampingi Lawyer, Warga Mengadukan Kasus PT GRS ke Jamwas dan Jampidsus

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Kasus pencemaran lingkungan hidup yang menyeret PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Banten kembali mendapatkan sorotan tajam. Warga setempat yang menjadi korban langsung dampak limbah B3, didampingi oleh tim advokat dari Pengurus Pusat LBH Peradi Profesional, secara resmi mendatangi Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (2/2/2026). Langkah hukum ini ditempuh […]

  • Peringati Hari Teater Sedunia, Ibu Putri Koster Ingin Bangkitkan Seni Modern dan Kontemporer Bali

    Peringati Hari Teater Sedunia, Ibu Putri Koster Ingin Bangkitkan Seni Modern dan Kontemporer Bali

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Dalam rangka memperingati Hari Teater Sedunia yang jatuh pada 27 Maret 2026, Ibu Putri Koster melaksanakan ramah tamah dengan para pelaku teater di Bali, bertempat di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (27/3). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-14 Teater Selem Putih besutan Putu Satria Kusuma, yang […]

  • Ledakan Dahsyat Pipa Gas, 33 Orang Terluka

    Ledakan Dahsyat Pipa Gas, 33 Orang Terluka

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.408
    • 0Komentar

    SELANGOR,JARRAKPOS.COM – Ledakan Dahsyat Pipa Gas di Malaysia! 33 Orang Terluka, Api Menjulang Setinggi Gedung! Kepanikan melanda warga Putra Heights, Subang Jaya, Selangor, Selasa (1/4/2025), setelah ledakan dahsyat mengguncang kawasan tersebut. Pipa gas milik perusahaan energi nasional, Petronas, mengalami kebocoran yang memicu kebakaran hebat dengan kobaran api menjulang hingga 20 lantai. Insiden yang terjadi sekitar […]

  • Disel Astawa Serukan Persatuan: Dukung Kebijakan Koster dan Prabowo, Kritik Harus Membangun!

    Disel Astawa Serukan Persatuan: Dukung Kebijakan Koster dan Prabowo, Kritik Harus Membangun!

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BADUNG, MATACOMPAS.COM — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa, S.E., mengajak seluruh elemen masyarakat dan kekuatan politik untuk mendukung kebijakan pemerintah yang terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya membangun Bali dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Menurut Disel Astawa, […]

expand_less