Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Pansus TRAP Rekom Tutup BTID, Dr Somvir Sebut Data Tukar Guling ‘Kamuflase’

Pansus TRAP Rekom Tutup BTID, Dr Somvir Sebut Data Tukar Guling ‘Kamuflase’

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KARANGASEM, Matakompas.com — Tekanan terhadap PT BTID dalam polemik tukar guling lahan mangrove semakin menguat. Dalam peninjauan lapangan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Rabu (15/4/2026), fakta di lapangan justru memunculkan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang sebelumnya dilakukan pada 2 Februari 2026. Namun, hingga peninjauan terbaru, Pansus mengaku belum mendapatkan data konkret yang dapat menjelaskan secara utuh mekanisme tukar guling lahan yang dilakukan.

Rombongan dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha, Sekretaris Pansus TRAP Dewa Nyoman Rai SH, Wakil Sekretaris Pansus TRAP Dr Somvir, serta anggota I Nyoman Budiutama S.H, Drs. I Wayan Tagel Winarta M.A.P, Anak Agung Gede Agung Suyoga S.H dan Nyoman Oka Antara S.H., M.K.n M.A.P serta OPD terkait.

Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr Somvir, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya kejelasan data yang disampaikan pihak terkait.

“Kami datang jauh dari Denpasar ingin mendapatkan data yang jelas dan lengkap, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Ini membuat kami bingung,” tegasnya.

Menurut Somvir, sejak awal disebutkan adanya tukar guling lahan seluas sekitar 40 hektare di Karangasem dan 42 hektare di wilayah lain. Namun, saat dilakukan pengecekan di lapangan, data tersebut tidak sinkron dengan fakta yang ditemukan.

Ia mengungkapkan bahwa titik-titik lokasi yang disebutkan, seperti di kawasan Kubu, Tulamben, hingga sejumlah titik lain, tidak disertai data pasti mengenai luas maupun koordinat yang dapat diverifikasi.

“Yang kami temukan di lapangan baru sebagian kecil, itu pun tidak jelas. Kami butuh data konkret, bukan sekadar klaim,” ujarnya.

Lebih jauh, Somvir bahkan menilai bahwa narasi yang dibangun terkait tukar guling ini berpotensi hanya bersifat “kamuflase” karena tidak didukung bukti autentik yang kuat.

“Ini seperti kamuflase. Sejarah yang disampaikan tidak didukung bukti nyata. Kami butuh data yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti aspek hukum dalam skema tersebut. Berdasarkan pemahaman Pansus, tidak ada dasar hukum yang secara jelas mengatur mekanisme substitusi atau tukar guling kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dari satu lokasi ke lokasi lain seperti yang terjadi dalam kasus ini.

“Kalau tidak ada dasar hukumnya, berarti ini berpotensi melanggar. Kami sudah tanyakan, dan tidak ada aturan yang mengatur hal seperti ini,” ungkap Somvir.

Dalam peninjauan tersebut, Pansus juga menilai pihak PT BTID tidak mampu menunjukkan data lengkap maupun bukti otentik terkait lokasi dan status lahan yang menjadi objek tukar guling. Bahkan, titik pasti lokasi yang dimaksud pun dinilai belum jelas.

Kondisi ini semakin memperkuat keraguan DPRD Bali terhadap validitas keseluruhan proses yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Sebagai bentuk sikap tegas, dorongan untuk menutup PT BTID pun semakin menguat di internal Pansus TRAP. Langkah ini dinilai perlu jika pihak perusahaan tidak mampu menunjukkan transparansi dan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.

Pansus TRAP DPRD Bali memastikan akan terus mengawal kasus ini secara serius, mengingat persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek hukum dan administrasi, tetapi juga berdampak pada perlindungan kawasan lingkungan strategis di Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciptakan Budaya Tertip Berlalu Lintas: Aiptu Mundrik Polres Magelang Kota Menjadi Inspektur Upacara di SMA Negeri 4 serta Beri Sosialisasi kepada Para Siswa

    Ciptakan Budaya Tertip Berlalu Lintas: Aiptu Mundrik Polres Magelang Kota Menjadi Inspektur Upacara di SMA Negeri 4 serta Beri Sosialisasi kepada Para Siswa

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM -Kegiatan menjadi Inspektur Upacara dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2025 dengan tema Polisi Peduli Generasi Penerus Bangsa dilaksanakan di halaman upacara SMA Negeri 4 Kota Magelang. Senin (17/2/2025). Upacara ini dipimpin oleh Inspektur Upacara Kanit Kamsel Satlantas Polres Magelang Kota Aiptu Mudrik Saefudayan dan diikuti oleh para siswa serta pihak sekolah. Kegiatan ini […]

  • Musyawarh Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI ) Kabupaten Indramayu 2025.

    Musyawarh Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI ) Kabupaten Indramayu 2025.

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    INDRAMAYU Jarrak Pos.Com- Puncak kegiatan dari suatu organisasi adalah pelaksanaan Musyawarah Kabupaten untuk dapat menilai apakah program dan capaian target sudah di tercapai apa belum, selain itu pula sebagai proses regenerasi kepengurusan yang ada. IPSI Kabupaten Indramayu melaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2025 yang bertempat di hotel Wiwi Perkasa Minggu (27/04/25). Dihadiri oleh pengurus IPSI […]

  • Insiden Memalukan di PPLP Sumut, Mantan Atlet PPLP  Berkelahi, Pelatihnya Terseret

    Insiden Memalukan di PPLP Sumut, Mantan Atlet PPLP Berkelahi, Pelatihnya Terseret

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 976
    • 0Komentar

     Medan – Peristiwa memalukan terjadi di kawasan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut persisnya di Gedung Serbaguna Jalan Sunggal. Seorang mantan atlet yang pernah mengharumkan Sumatera Utara Nyai Prima Agita mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah atlet dan pelatih di tempat yang dulu pernah membesarkan namanya. “Saya ini mantan atlet, pernah menjadi bagian dari PPLP dan […]

  • KPK Diminta Periksa Dirlantas Polda Jambi Terkait Dugaan Aliran Dana Rp5,2 Miliar

    KPK Diminta Periksa Dirlantas Polda Jambi Terkait Dugaan Aliran Dana Rp5,2 Miliar

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Pengamat politik Muslim Arbi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, terkait dugaan keterlibatan dalam aliran dana tunai sebesar Rp5,2 miliar. Dugaan tersebut mencuat dalam perkara penipuan dan penggelapan yang disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang. Dalam putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor: […]

  • Dalam Waktu yang Singkat, Universitas Muhammadiyah Kuningan Raih Status Akreditasi “Baik Sekali”

    Dalam Waktu yang Singkat, Universitas Muhammadiyah Kuningan Raih Status Akreditasi “Baik Sekali”

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi, khususnya di Kabupaten Kuningan. Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) baru-baru ini dinyatakan menjadi salah satu kampus dengan Akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini berdasarkan terbitnya Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor : 2120/SK/BAN-PT/Ak-PNB/PT/IV/2025, yang […]

  • Jejak Gelap di Balik Gemerlap: 7 Tersangka Narkoba Dibekuk di Delona Vista 888

    Jejak Gelap di Balik Gemerlap: 7 Tersangka Narkoba Dibekuk di Delona Vista 888

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com  — Kilau lampu dan dentuman musik yang selama ini menjadi daya tarik hiburan malam di kawasan Pemogan, Denpasar Selatan, mendadak redup. Di balik gemerlap tersebut, aparat menemukan sisi lain yang jauh lebih kelam: dugaan kuat peredaran narkoba yang berujung pada penetapan tujuh orang tersangka. Kasus penggerebekan di Delona Vista 888, KTV Room, Hall […]

expand_less