Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Fenomena ‘Si Paling Wartawan’

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei semestinya menjadi momentum refleksi bersama. Namun, di tengah peringatan itu, muncul ironi yang kian sulit diabaikan, yakni fenomena “si paling wartawan”, mereka yang merasa paling paham, paling benar, dan paling layak menyandang identitas jurnalis, tanpa benar-benar memahami esensi profesi ini.

Hari ini, mengaku sebagai wartawan terasa begitu mudah. Cukup dengan gawai, akun media sosial, dan keberanian menyebarkan informasi, legitimasi seolah terbentuk dengan sendirinya. Verifikasi dianggap tidak penting, konfirmasi dinilai membuang waktu, dan etika dipersepsikan sebagai penghambat. Yang dikejar bukan lagi kebenaran, melainkan kecepatan dan sensasi.

Padahal, jurnalisme bukan pekerjaan serampangan. Ia adalah profesi yang dibangun di atas disiplin, integritas, dan tanggung jawab publik. Wartawan bekerja dengan standar, bukan sekadar keberanian berbicara. Ia terikat pada Kode Etik Jurnalistik, bukan pada logika viralitas.

Pendiri Kompas, Jakob Oetama, pernah menegaskan, “Pers bukan hanya menyampaikan fakta, tetapi memberi makna. Di situlah tanggung jawab moralnya.” Pernyataan ini menegaskan bahwa jurnalisme tidak berhenti pada penyampaian informasi, melainkan pada kedalaman pemahaman dan tanggung jawab etis.

Namun realitas hari ini justru menunjukkan arah sebaliknya. Sebagian pihak tampil seolah paling memahami kebebasan pers, tetapi praktiknya jauh dari nilai-nilai jurnalistik. Menulis tanpa konfirmasi, menyajikan informasi tanpa konteks, bahkan menghakimi tanpa dasar yang memadai. Kebebasan dipelintir menjadi kebebasan tanpa batas.

Tokoh pers Atmakusumah Astraatmadja pernah mengingatkan, “Kebebasan pers tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu diikuti tanggung jawab dan kesadaran etika.” Tanpa itu, yang lahir bukan kebebasan, melainkan kekacauan informasi yang merusak ruang publik.

Fenomena “si paling wartawan” pada akhirnya bukan sekadar persoalan identitas, melainkan krisis kualitas. Ketika semua orang merasa paling tahu, ruang untuk belajar justru tertutup. Padahal, jurnalisme menuntut kerendahan hati intelektual, kesadaran bahwa kebenaran harus diuji, bukan diklaim.

Pendiri Tempo, Goenawan Mohamad, pernah menyatakan, “Jurnalisme bukan sekadar memberitakan apa yang terjadi, tetapi memahami apa yang sebenarnya terjadi.” Pemahaman inilah yang kian tergerus oleh budaya instan dan obsesi menjadi yang paling cepat.

Dalam nada yang lebih tegas, Rosihan Anwar mengingatkan, “Wartawan itu harus cerdas, jujur, dan berani. Tanpa itu, ia hanya menjadi penyampai kabar, bukan penjaga kebenaran.” Kutipan ini menjadi garis pembeda antara jurnalisme sebagai profesi dan sekadar aktivitas menyebarkan informasi.

Hari ini, tantangan terbesar pers bukan hanya disrupsi teknologi, tetapi degradasi etika. Siapa pun bisa menulis, tetapi tidak semua mampu mempertanggungjawabkan tulisannya. Di situlah letak pembeda yang sesungguhnya.

Kebebasan pers bukan panggung untuk menunjukkan siapa yang paling vokal atau paling cepat. Ia adalah amanah untuk menjaga kualitas informasi, merawat kepercayaan publik, dan memastikan bahwa kebenaran tetap menjadi fondasi utama.

Maka, pada Hari Kebebasan Pers Sedunia ini, yang perlu ditegaskan bukan sekadar kebebasan, melainkan kualitas. Bukan sekadar hak, tetapi tanggung jawab. Bukan siapa yang paling mengaku wartawan, melainkan siapa yang benar-benar bekerja sebagai wartawan.

Sebab pada akhirnya, jurnalisme tidak diukur dari klaim, melainkan dari integritas. Dan di tengah riuhnya “si paling wartawan”, justru di situlah nilai sejati profesi ini sedang diuji.

*Penulis adalah Ketua Umum Persatuan Wartawan Imigrasi dan Hukum (Perwakum)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    Diduga Membantu Praktek Mafia Tanah, Penyidik Polres Kubar Dilaporkan IPW Ke Propa Mabes

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA_ Indonesia Police Watch (IPW) mengekecam tindakan keji penyidik Satreskrim Polres Kutai Barat, yang melanggar hak azasi manusia, dengan memaksa mengambil sidik jari sebagai pengganti tanda tangan Isran Kuis, seorang tokoh masyarakat warga Desa Tering Seberang, Kutai Barat (Kubar) yang tengah sakit keras dan tidak sadarkan diri dirumahnya, usai ditetapkan tersangka dalam perkara penggelapan […]

  • Beredar Laporan Surat Permitaan Agar Jaksa Agung Lakukan Audit Bantuan Benih Padi di Jawa Barat

    Beredar Laporan Surat Permitaan Agar Jaksa Agung Lakukan Audit Bantuan Benih Padi di Jawa Barat

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Beredar sebuah surat penting mengaku sekelompok petani yang berasal dari Jawa Barat melaporkan tentang adanya dugaan pengurangan tonase dalam penyaluran benih padi pada tahun 2020 sampai dengan 2025 kepada Jaksa Agung. Dalam isi surat tersebut, mereka meminta agar Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajaranya untuk memeriksa dan memanggil pihak yang terlibat dalam […]

  • Berbincang Empat Mata, Presiden Prabowo Terima Kedatangan Dasco di Istana

    Berbincang Empat Mata, Presiden Prabowo Terima Kedatangan Dasco di Istana

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (10/9/2025). Kedatangan Dasco untuk berdiskusi dengan Presiden Prabowo. “Presiden Prabowo Subianto bertemu dan berdiskusi dengan Wakil Ketua DPR RI Bapak Prof. Sufmi Dasco Ahmad, siang ini, di Istana Merdeka, Jakarta,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam akun instagram Sekretariat Kabinet. Dalam pertemuan tersebut, Presiden dan Dasco membahas sejumlah hal, mulai dari perkembangan terkini di Indonesia, hingga sejumlah […]

  • Ketua Fraksi Gerindra-PSI Gede Harja Astawa Soroti Akuntabilitas APBD Bali 2025: WTP Harus Dibarengi Kinerja Nyata dan Penegakan Hukum

    Ketua Fraksi Gerindra-PSI Gede Harja Astawa Soroti Akuntabilitas APBD Bali 2025: WTP Harus Dibarengi Kinerja Nyata dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, S.H., M.H., menyampaikan Pandangan Umum Fraksi Gerindra-PSI terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-43 DPRD Bali, Jumat (10/7/2026). Dalam pidatonya, Gede Harja Astawa menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban APBD tidak hanya berbicara […]

  • Gala Dinner FKPTPKI di Jayasabha, Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

    Gala Dinner FKPTPKI di Jayasabha, Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Bali dalam menjalankan pembangunan berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan saat menghadiri gala dinner bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI) di Jayasabha, Rabu (20/5) petang. Dalam sambutannya, Koster menyampaikan apresiasi atas suksesnya forum nasional yang digelar selama dua hari di Universitas Udayana. Ia […]

  • IPM Kabupaten Cirebon Terus Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

    IPM Kabupaten Cirebon Terus Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dari tahun 2020 hingga 2024. Pada tahun 2020, IPM Kabupaten Cirebon yang dihitung berdasarkan Umur Harapan Hidup (UHH) hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 tercatat sebesar 68,75. […]

expand_less