Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ahok Temesi Soroti Krisis Sampah Bali, Dorong Desa Jadi Pusat Ekonomi Sirkular dan Tolak Perluasan TPA

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR – Kepala Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, I Ketut Branayoga, SE, yang akrab disapa Ahok Temesi, menyampaikan keprihatinannya terhadap persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat tentang Konstitusi yang digelar Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik.

Dalam forum yang dihadiri berbagai perwakilan desa, pengelola sampah, serta tokoh masyarakat tersebut, Branayoga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan dukungan nyata dari pemerintah pusat.

“Saya selaku Kepala Desa Temesi dan juga sebagai bagian dari pengelola bank sampah merasa sangat prihatin dengan kondisi persampahan di Bali saat ini. Saya yakin seluruh pemimpin di Bali, mulai dari kepala desa, bendesa adat, hingga pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang menyebabkan berbagai program belum berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Desa Temesi Menanggung Dampak TPA Selama Puluhan Tahun

Branayoga mengingatkan bahwa Desa Temesi memiliki pengalaman panjang menghadapi dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang selama puluhan tahun menjadi lokasi pembuangan sampah bagi Kabupaten Gianyar.

Menurutnya, luas TPA yang awalnya hanya beberapa hektare kini telah berkembang hingga mencapai sekitar tujuh hektare. Kondisi tersebut membuat masyarakat Desa Temesi secara tegas menolak rencana perluasan TPA.

“Selama puluhan tahun kami merasakan langsung dampak keberadaan TPA. Karena itu masyarakat Temesi bersama pemerintah desa telah sepakat menolak perluasan TPA. Sikap ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah maupun DPRD,” tegasnya.

Ia menilai penolakan perluasan TPA menjadi momentum penting bagi Kabupaten Gianyar untuk beralih dari pola kumpul-angkut-buang menuju sistem pengelolaan sampah berbasis sumber.

Gianyar Dinilai Mulai Menunjukkan Kemajuan

Branayoga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Gianyar yang sejak 1 Mei 2024 mulai menerapkan kebijakan pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, meskipun belum sempurna, kebijakan tersebut telah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Kesadaran masyarakat Gianyar perlahan mulai tumbuh. Memang masih ada berbagai kendala, tetapi dibandingkan beberapa daerah lain, Gianyar sudah menunjukkan langkah nyata,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat lokal Bali pada umumnya sudah mulai memahami bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang begitu saja, melainkan harus dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama yang berkaitan dengan rumah kontrakan, pendatang, serta pelaku usaha tertentu yang belum sepenuhnya mematuhi aturan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan desa.

Dana Rp300 Juta untuk Setiap Desa

Branayoga juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan dana sekitar Rp300 juta per desa yang bersumber dari dana bagi hasil pajak untuk mendukung penanganan sampah.

Dana tersebut dapat digunakan secara fleksibel oleh desa sesuai kebutuhan, mulai dari pembelian kendaraan operasional, tong sampah, penguatan TPS3R, hingga mendukung biaya operasional petugas pengelola sampah.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai serius dalam menangani persoalan sampah. Kami berharap dukungan ini dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh desa,” ujarnya.

Desa Harus Menjadi Pusat Ekonomi Sirkular

Lebih lanjut, Branayoga menekankan bahwa sampah tidak semata-mata menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi apabila dikelola secara tepat melalui konsep ekonomi sirkular.

Menurutnya, setiap desa idealnya memiliki fasilitas TPS3R yang mampu melakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila didaur ulang menjadi produk bernilai tambah.

Branayoga mencontohkan keberhasilan Rumah Plastik Mandiri di Singaraja yang mampu mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk daur ulang seperti papan plastik dan material bangunan.

“Kalau setiap desa memiliki fasilitas pengolahan seperti itu, saya yakin persoalan sampah di Bali akan jauh lebih cepat teratasi. Sampah bisa menjadi sumber pendapatan desa, membuka lapangan kerja, sekaligus mengurangi beban TPA,” katanya.

Ia menyebut mesin pengolahan plastik skala desa dengan kemampuan menghasilkan produk jadi saat ini bernilai sekitar Rp325 juta, angka yang menurutnya masih sangat memungkinkan untuk didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN dan BUMD.

Potensi Ekonomi yang Banyak Dinikmati Pihak Luar

Dalam kesempatan tersebut, Branayoga juga mengingatkan bahwa potensi ekonomi dari bisnis daur ulang sampah saat ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak luar.

Sebagai contoh, dari sekitar 15 pengepul sampah yang beroperasi di wilayah Desa Temesi, hanya dua yang berasal dari warga lokal, sementara sisanya merupakan pendatang dari luar desa.

“Kami melihat mereka bisa berkembang, membeli kendaraan operasional, bahkan memperluas usahanya. Artinya ada potensi ekonomi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila masyarakat desa mampu mengelola peluang tersebut, maka selain menyelesaikan persoalan sampah juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan menciptakan lapangan kerja baru.

Usulkan Insinerator untuk Menangani Residu

Branayoga menilai bahwa persoalan paling sulit dalam pengelolaan sampah saat ini adalah sampah residu yang tidak dapat didaur ulang.

Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah pusat maupun daerah mempertimbangkan bantuan berupa insinerator bagi desa-desa atau kelompok desa.

Menurutnya, satu unit insinerator dapat digunakan bersama oleh dua hingga tiga desa sebagai tahap awal, sebelum nantinya setiap desa memiliki fasilitas pengolahan sendiri.

“Kalau desa-desa diberikan dukungan berupa insinerator atau fasilitas pengolahan residu lainnya, maka persoalan sampah bisa selesai di tingkat desa dan ketergantungan terhadap TPA akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Aspirasi Akan Dibawa ke Tingkat Pusat

Menutup pemaparannya, Branayoga berharap forum yang difasilitasi oleh Ni Luh Djelantik dapat menjadi sarana untuk menghimpun berbagai pengalaman dan gagasan dari desa-desa di Bali guna disampaikan kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan isu nasional yang membutuhkan dukungan regulasi, pendanaan, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap seluruh aspirasi yang muncul dalam forum ini dapat dibawa ke tingkat pusat dan diwujudkan menjadi program nyata. Kalau desa bergerak, pemerintah daerah mendukung, dan pemerintah pusat hadir dengan kebijakan serta bantuan yang tepat, saya yakin persoalan sampah di Bali dapat diselesaikan,” pungkas Ahok Temesi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi I DPRD Bali Soroti Ruang Publik Diduga Dikuasai Hotel Mulia Resort Nusa Dua

    Komisi I DPRD Bali Soroti Ruang Publik Diduga Dikuasai Hotel Mulia Resort Nusa Dua

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Komisi I DPRD Provinsi Bali menyoroti dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang publik di kawasan Mulia Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung. Sorotan ini muncul setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan pembatasan akses publik, khususnya di wilayah pesisir yang seharusnya dapat diakses bebas oleh masyarakat. Peninjauan langsung dilakukan di kawasan Sawangan, Nusa Dua, lokasi Mulia […]

  • BWB Expo 2026: Bali Pertegas Diri sebagai Pusat Wellness Tourism Dunia

    BWB Expo 2026: Bali Pertegas Diri sebagai Pusat Wellness Tourism Dunia

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR — Bali kembali menunjukkan ambisinya menjadi pusat wellness tourism kelas dunia melalui penyelenggaraan Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Sanur, Bali. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, BWB Expo 2026 tampil semakin besar dan berkelas internasional. Ajang ini menghadirkan lebih dari 140 […]

  • Mudik Nyaman, Layanan JKN Tetap Jalan! BPJS Kesehatan Bengkulu Siapkan Layanan Selama Libur Lebaran

    Mudik Nyaman, Layanan JKN Tetap Jalan! BPJS Kesehatan Bengkulu Siapkan Layanan Selama Libur Lebaran

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak perlu khawatir selama libur Lebaran 2025. BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu memastikan layanan kesehatan tetap bisa diakses, baik untuk administrasi kepesertaan maupun pelayanan medis. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafrudin Imam Negara, S.Si., M.P.H., menjelaskan bahwa kantor BPJS akan tetap buka dengan sistem piket pada tanggal 28 […]

  • Muncul Ke Publik, Lisa Mariana Selingkuhan Rikwan Kamil

    Muncul Ke Publik, Lisa Mariana Selingkuhan Rikwan Kamil

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM –  Lisa Mariana, mantan model majalah d3wasa, akhirnya muncul ke publik dan buka suara soal hubungannya dengan RK dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/4/2025). Ia mengaku mulai dekat setelah dikenalkan seseorang berinisial AA, lalu berlanjut ke DM Instagram pada Mei 2021. Sebulan kemudian, Lisa diundang ke Palembang dan menghabiskan tiga […]

  • Pelantikan KONI Kota Dumai Periode 2026-2030 Di Nahkodai Abdul Kadir Jailani .S.H. Akan Perkuat Koordinasi Olahraga Raga Kota Dumai

    Pelantikan KONI Kota Dumai Periode 2026-2030 Di Nahkodai Abdul Kadir Jailani .S.H. Akan Perkuat Koordinasi Olahraga Raga Kota Dumai

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 31
    • 0Komentar

      Dumai.Potretone.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai menggelar pelantikan kepengurusan masa bakti 2026-2030 sekaligus rapat kerja di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai, Senin (28/9/2026). Abdul Kadir Jailani, S.H. atau AKJ resmi memimpin KONI Kota Dumai untuk masa bakti 2026-2030. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua KONI Provinsi Riau Ir. Iskandar Hoesin, M.H. Dalam […]

  • Terpidana Kasus Pelanggaran Merek Chalas Kromoto Dieksekusi Kejari Jaktim

    Terpidana Kasus Pelanggaran Merek Chalas Kromoto Dieksekusi Kejari Jaktim

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur mengeksekusi terpidana Chalas Kromoto pada Rabu (5/8/2026) setelah putusan perkara pelanggaran merek berkekuatan hukum tetap (inkrah). Chalas Kromoto dieksekusi ke Lapas Cipinang untuk menjalani pidana penjara selama 10 bulan. Eksekusi dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1865 K/Pid.Sus/2026 tanggal 17 April 2026 yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi […]

expand_less