Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ahok Temesi Soroti Krisis Sampah Bali, Dorong Desa Jadi Pusat Ekonomi Sirkular dan Tolak Perluasan TPA

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR – Kepala Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, I Ketut Branayoga, SE, yang akrab disapa Ahok Temesi, menyampaikan keprihatinannya terhadap persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat tentang Konstitusi yang digelar Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik.

Dalam forum yang dihadiri berbagai perwakilan desa, pengelola sampah, serta tokoh masyarakat tersebut, Branayoga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan dukungan nyata dari pemerintah pusat.

“Saya selaku Kepala Desa Temesi dan juga sebagai bagian dari pengelola bank sampah merasa sangat prihatin dengan kondisi persampahan di Bali saat ini. Saya yakin seluruh pemimpin di Bali, mulai dari kepala desa, bendesa adat, hingga pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang menyebabkan berbagai program belum berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Desa Temesi Menanggung Dampak TPA Selama Puluhan Tahun

Branayoga mengingatkan bahwa Desa Temesi memiliki pengalaman panjang menghadapi dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang selama puluhan tahun menjadi lokasi pembuangan sampah bagi Kabupaten Gianyar.

Menurutnya, luas TPA yang awalnya hanya beberapa hektare kini telah berkembang hingga mencapai sekitar tujuh hektare. Kondisi tersebut membuat masyarakat Desa Temesi secara tegas menolak rencana perluasan TPA.

“Selama puluhan tahun kami merasakan langsung dampak keberadaan TPA. Karena itu masyarakat Temesi bersama pemerintah desa telah sepakat menolak perluasan TPA. Sikap ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah maupun DPRD,” tegasnya.

Ia menilai penolakan perluasan TPA menjadi momentum penting bagi Kabupaten Gianyar untuk beralih dari pola kumpul-angkut-buang menuju sistem pengelolaan sampah berbasis sumber.

Gianyar Dinilai Mulai Menunjukkan Kemajuan

Branayoga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Gianyar yang sejak 1 Mei 2024 mulai menerapkan kebijakan pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, meskipun belum sempurna, kebijakan tersebut telah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Kesadaran masyarakat Gianyar perlahan mulai tumbuh. Memang masih ada berbagai kendala, tetapi dibandingkan beberapa daerah lain, Gianyar sudah menunjukkan langkah nyata,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat lokal Bali pada umumnya sudah mulai memahami bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang harus dibuang begitu saja, melainkan harus dikelola dan dimanfaatkan kembali.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, terutama yang berkaitan dengan rumah kontrakan, pendatang, serta pelaku usaha tertentu yang belum sepenuhnya mematuhi aturan pengelolaan sampah yang telah ditetapkan desa.

Dana Rp300 Juta untuk Setiap Desa

Branayoga juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan dana sekitar Rp300 juta per desa yang bersumber dari dana bagi hasil pajak untuk mendukung penanganan sampah.

Dana tersebut dapat digunakan secara fleksibel oleh desa sesuai kebutuhan, mulai dari pembelian kendaraan operasional, tong sampah, penguatan TPS3R, hingga mendukung biaya operasional petugas pengelola sampah.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai serius dalam menangani persoalan sampah. Kami berharap dukungan ini dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh desa,” ujarnya.

Desa Harus Menjadi Pusat Ekonomi Sirkular

Lebih lanjut, Branayoga menekankan bahwa sampah tidak semata-mata menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi apabila dikelola secara tepat melalui konsep ekonomi sirkular.

Menurutnya, setiap desa idealnya memiliki fasilitas TPS3R yang mampu melakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila didaur ulang menjadi produk bernilai tambah.

Branayoga mencontohkan keberhasilan Rumah Plastik Mandiri di Singaraja yang mampu mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk daur ulang seperti papan plastik dan material bangunan.

“Kalau setiap desa memiliki fasilitas pengolahan seperti itu, saya yakin persoalan sampah di Bali akan jauh lebih cepat teratasi. Sampah bisa menjadi sumber pendapatan desa, membuka lapangan kerja, sekaligus mengurangi beban TPA,” katanya.

Ia menyebut mesin pengolahan plastik skala desa dengan kemampuan menghasilkan produk jadi saat ini bernilai sekitar Rp325 juta, angka yang menurutnya masih sangat memungkinkan untuk didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN dan BUMD.

Potensi Ekonomi yang Banyak Dinikmati Pihak Luar

Dalam kesempatan tersebut, Branayoga juga mengingatkan bahwa potensi ekonomi dari bisnis daur ulang sampah saat ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak luar.

Sebagai contoh, dari sekitar 15 pengepul sampah yang beroperasi di wilayah Desa Temesi, hanya dua yang berasal dari warga lokal, sementara sisanya merupakan pendatang dari luar desa.

“Kami melihat mereka bisa berkembang, membeli kendaraan operasional, bahkan memperluas usahanya. Artinya ada potensi ekonomi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat lokal,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila masyarakat desa mampu mengelola peluang tersebut, maka selain menyelesaikan persoalan sampah juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan menciptakan lapangan kerja baru.

Usulkan Insinerator untuk Menangani Residu

Branayoga menilai bahwa persoalan paling sulit dalam pengelolaan sampah saat ini adalah sampah residu yang tidak dapat didaur ulang.

Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah pusat maupun daerah mempertimbangkan bantuan berupa insinerator bagi desa-desa atau kelompok desa.

Menurutnya, satu unit insinerator dapat digunakan bersama oleh dua hingga tiga desa sebagai tahap awal, sebelum nantinya setiap desa memiliki fasilitas pengolahan sendiri.

“Kalau desa-desa diberikan dukungan berupa insinerator atau fasilitas pengolahan residu lainnya, maka persoalan sampah bisa selesai di tingkat desa dan ketergantungan terhadap TPA akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Aspirasi Akan Dibawa ke Tingkat Pusat

Menutup pemaparannya, Branayoga berharap forum yang difasilitasi oleh Ni Luh Djelantik dapat menjadi sarana untuk menghimpun berbagai pengalaman dan gagasan dari desa-desa di Bali guna disampaikan kepada pemerintah pusat.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan isu nasional yang membutuhkan dukungan regulasi, pendanaan, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap seluruh aspirasi yang muncul dalam forum ini dapat dibawa ke tingkat pusat dan diwujudkan menjadi program nyata. Kalau desa bergerak, pemerintah daerah mendukung, dan pemerintah pusat hadir dengan kebijakan serta bantuan yang tepat, saya yakin persoalan sampah di Bali dapat diselesaikan,” pungkas Ahok Temesi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapendam IX/Udayana Sampaikan Keterangan Pers Terkait Kecelakaan Lalu Lintas yang Melibatkan Kendaraan Dinas TNI di Tabanan.

    Kapendam IX/Udayana Sampaikan Keterangan Pers Terkait Kecelakaan Lalu Lintas yang Melibatkan Kendaraan Dinas TNI di Tabanan.

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Dalam semangat transparansi dan tanggung jawab kepada publik, Kodam IX/Udayana menyampaikan keterangan resmi terkait peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas TNI dengan masyarakat sipil di wilayah Kabupaten Tabanan, Bali. Kejadian ini menjadi perhatian serius, tidak hanya dari aspek penegakan disiplin dan hukum, tetapi juga sebagai bentuk empati mendalam atas dampak […]

  • Mentan dan Menhut Melakukan Penanaman Program Agrofostry, Indramayu Siapkan 4.400 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Nasional.

    Mentan dan Menhut Melakukan Penanaman Program Agrofostry, Indramayu Siapkan 4.400 Hektar Dukung Ketahanan Pangan Nasional.

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9.513
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- – Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Perum Perhutani melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan dengan mengintegrasikan tanaman Padi Lahan Kering dengan Tanaman Serbaguna (Multi-Purpose Tree Species/MPTS) dengan pola agroforestry, di Areal Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2/2024). Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang […]

  • Monitoring Aktualisasi Latsar CPNS Kemenkum Bali: Wujud Pembentukan ASN Berintegritas dan Adaptif

    Monitoring Aktualisasi Latsar CPNS Kemenkum Bali: Wujud Pembentukan ASN Berintegritas dan Adaptif

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR , Matakompas.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menerima kunjungan tim Monitoring Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) dari Balai Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Hukum Jawa Tengah, pada Rabu (29/10), bertempat di Ruang Dharmawangsa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badiklat Hukum Jawa Tengah Rinto Gunawan Sitorus, Kepala Bagian Tata Usaha dan […]

  • Wayan Bawa Apresiasi Ajik Toyota, Akses Jalan Petani Munggu Kembali Dibuka

    Wayan Bawa Apresiasi Ajik Toyota, Akses Jalan Petani Munggu Kembali Dibuka

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BADUNG — Persoalan akses jalan yang selama ini dikeluhkan para petani di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, mulai menemukan titik terang. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali Daerah Pemilihan (Dapil) Badung, Wayan Bawa, mengapresiasi itikad baik Ajik Toyota yang berkenan membuka kembali akses jalan bagi para petani. Akses tersebut dinilai sangat vital bagi masyarakat, […]

  • Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Krulut di Art Centre, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih kepada 30 Pelajar

    Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Krulut di Art Centre, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih kepada 30 Pelajar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR – Peringatan Rahina Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih (Kasih Sayang) Dresta Bali di Ardha Candra, Art Centre Denpasar, Sabtu (1/8), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Bali tampak antusias menikmati hiburan dan bernyanyi bersama mengikuti alunan lagu-lagu Bali yang dibawakan para penyanyi dan grup musik papan atas Bali. Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Provinsi Bali menghadirkan sederet […]

  • Ceria: Anak- Anak Paud Kunjungi Pos Kotis Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad

    Ceria: Anak- Anak Paud Kunjungi Pos Kotis Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 831
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Puluhan anak-anak dari Paud Sangrila dan Paud Permata Bunda Nunukan melakukan kunjungan edukasi ke Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad di Jalan Fatahilah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia militer kepada anak-anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Kamis(27/2/2025. Kunjungan yang […]

expand_less