Breaking News
light_mode
Trending Tags

Babak Baru Kasus BTID: Lahan Tanpa Sertifikat, Jerat Hukum Menanti

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Polemik lahan yang melibatkan PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali mencuat ke permukaan. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Provinsi Bali, Senin (4/5/2026), terungkap dugaan serius terkait status lahan hasil tukar guling (ruislag) yang hingga kini disebut belum memiliki sertifikat resmi di dua kabupaten, yakni Jembrana dan Karangasem.

Temuan ini merupakan hasil penelusuran lapangan yang dilakukan Pansus TRAP. Lahan yang diklaim sebagai bagian dari kompensasi pengembangan kawasan Serangan itu justru terindikasi tidak memiliki dasar legalitas yang jelas, memicu kekhawatiran akan potensi pelanggaran administrasi hingga kerugian daerah.

Di tengah menguatnya sorotan publik, aparat penegak hukum turut angkat bicara. Jaksa fungsional, Made Subawa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti perkembangan kasus ini sejak lama dan bahkan telah melakukan penyelidikan awal sejak tahun lalu.

“Perkembangan isu ini sangat luar biasa. Kami juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan di tingkat provinsi, terutama dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan di Bali,” ujarnya dalam forum tersebut.

Meski demikian, Subawa menegaskan bahwa proses hukum tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan dukungan data yang kuat dan komprehensif dari berbagai pihak, termasuk DPRD Bali dan instansi terkait, guna memastikan kejelasan peristiwa hukum yang terjadi.

Menurutnya, pengumpulan data menjadi kunci awal sebelum kasus dapat ditingkatkan ke tahap penyelidikan lebih lanjut. Dalam proses hukum, setidaknya dibutuhkan dua alat bukti yang cukup untuk menentukan adanya dugaan tindak pidana serta menetapkan calon tersangka.

“Prosesnya masih panjang. Setelah data terkumpul, baru bisa ditentukan apakah layak naik ke tahap penyelidikan, kemudian dilanjutkan dengan pencarian bukti-bukti awal yang cukup,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara aparat hukum dengan DPRD Bali dan pihak-pihak terkait untuk mempercepat penanganan kasus. Sinergi tersebut dinilai penting agar proses penegakan hukum berjalan efektif dan transparan.

Kasus ini menjadi perhatian luas di Bali, tidak hanya karena menyangkut proyek strategis di kawasan Serangan, tetapi juga karena berkaitan dengan tata kelola lahan, kepastian hukum, serta komitmen terhadap perlindungan lingkungan.

Dengan proses yang masih terus berjalan, publik kini menanti kejelasan akhir dari polemik BTID—apakah akan berujung pada penegakan hukum atau justru membuka babak baru dalam penataan kebijakan pertanahan di Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bursa KONI Sumut: Hatunggal Siap Maju

    Bursa KONI Sumut: Hatunggal Siap Maju

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Medan – Ketua Umum (Ketum) Federasi Olahraga Pertanque Indonesia (FOPI) Sumatera Utara, Hatunggal Siregar mengaku siap menjadi Bakal Calon (Bacalon) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) periode 2025-2029. Hal itu diungkapkan Hatunggal, setelah resmi dikukuhkan menjadi ketua FOPI Sumut untuk periode 2024-2028. “Ya, saya melihat antusias seperti ini, ya, saya siap menjadi calon […]

  • Sungguh Gila, Guru Cabul Dilaporkan ke Polisi

    Sungguh Gila, Guru Cabul Dilaporkan ke Polisi

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    LUMAJANG,JARRAKPOS.COM – Seorang guru honorer SD di Tempursari, Lumajang, Jumadi (35), ditangkap polisi setelah ketahuan mempertontonkan alat kel*minnya via video call kepada siswi kelas 6. Aksi ini terbongkar saat orang tua korban melihat rekaman percakapan tersebut. Marah atas perbuatan ini, wali murid dan warga langsung mendatangi sekolah. Polisi kemudian menahan Jumadi dan menjeratnya dengan Pasal […]

  • Jaga Keamanan Bali, Gubernur Koster Harap Sinergi Kolektif Semua Komponen Sipandu Beradat

    Jaga Keamanan Bali, Gubernur Koster Harap Sinergi Kolektif Semua Komponen Sipandu Beradat

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) merupakan Sistem Pengamanan berbasis Desa Adat yang mengintegrasikan semua komponen keamanan yang ada di Desa Adat, yang meliputi: Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, Satpam, dan Pacalang/BANKAMDA (Bantuan Keamanan Desa Adat) dalam suatu forum, yaitu Forum Sipandu Beradat yang dibentuk di tingkat Desa Adat, Kecamatan, Kota/Kabupaten […]

  • PPNI Rayakan HUT ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Sosial dan Ilmiah

    PPNI Rayakan HUT ke-51 dengan Rangkaian Kegiatan Sosial dan Ilmiah

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Jakarta,Jarrakpos.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-51 dengan berbagai kegiatan sosial dan ilmiah yang tersebar di seluruh Indonesia. Bertempat di Graha PPNI, Jalan Lenteng Agung Raya no 64. Jagakarsa, Jakarta, Senin 17 Maret 2023 Ketua Umum PPNI, Dr. Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H., menegaskan bahwa perayaan tahun ini […]

  • Rapat Paripurna DPRD Bali Sempat Memanas, Ketua Pansus TRAP Tegaskan Rekomendasi Wajib Dibacakan Sebelum Diserahkan ke Pemprov

    Rapat Paripurna DPRD Bali Sempat Memanas, Ketua Pansus TRAP Tegaskan Rekomendasi Wajib Dibacakan Sebelum Diserahkan ke Pemprov

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali yang membahas penyerahan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) terkait PT Bali Turtle Island Development (BTID), Jumat (19/6/2026), sempat berlangsung dalam suasana tegang. Perdebatan muncul ketika mekanisme penyampaian rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Bali menjadi perhatian sejumlah anggota dewan. Ketegangan bermula saat rekomendasi Pansus TRAP […]

  • Temukan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan UNESCO, Pansus TRAP DPRD Bali Segel Billy’s Soka dan Gong Jatiluwih

    Temukan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan UNESCO, Pansus TRAP DPRD Bali Segel Billy’s Soka dan Gong Jatiluwih

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Jatiluwih, Tabanan, yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti sejumlah laporan terkait pelanggaran aturan yang dapat merusak keaslian kawasan tersebut. Dalam sidak yang berlangsung pada Rabu, 2 Desember 2025, […]

expand_less