Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana Gelar Kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan di Kawasan Pantai Jerman

BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana Gelar Kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan di Kawasan Pantai Jerman

  • account_circle Redaksi Matakompas
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MataKompas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) menyampaikan sikap resmi berupa aspirasi, keprihatinan mendalam, serta tuntutan terhadap kondisi lingkungan di kawasan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, yang saat ini mengalami penumpukan sampah plastik dalam jumlah signifikan.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan serta berbagai informasi yang beredar di masyarakat, ditemukan bahwa kawasan pesisir Pantai Jerman tidak hanya dipenuhi oleh sampah plastik domestik, tetapi juga oleh kiriman sampah dari laut berupa limbah plastik dan material padat seperti kayu.

Fenomena ini menunjukkan adanya persoalan kompleks yang tidak hanya bersumber dari aktivitas lokal, melainkan juga dipengaruhi oleh arus laut, sistem pengelolaan sampah regional, serta minimnya pengendalian limbah dari hulu.

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal, 02 Mei 2026 Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) telah melaksanakan aksi nyata dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan pembersihan sampah plastik di kawasan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan ini tidak dilakukan secara sendiri, melainkan melalui kolaborasi dengan FORKOM LEMFH BALI yang dihadiri oleh BEM FH Universitas Warmadewa dan BEM FH Universitas Pendidikan Nasional, serta Badan Semi Otonom ALSA Universitas Udayana.

Aksi kolaboratif ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap meningkatnya permasalahan sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir. Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta secara aktif melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai dengan fokus utama pada pengumpulan sampah plastik seperti botol, kantong plastik, serta limbah kemasan yang mendominasi area pantai.

Selain itu, ditemukan pula sampah kiriman dari laut berupa potongan kayu dan material padat lainnya yang turut dibersihkan guna mengembalikan kebersihan dan keindahan pesisir.
Melalui kegiatan ini, tidak hanya tercapai hasil berupa berkurangnya sampah plastik di kawasan pantai, tetapi juga terbangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan.

Kolaborasi antar lembaga mahasiswa ini menunjukkan bahwa permasalahan lingkungan, khususnya sampah plastik, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas institusi. BEM FH UNUD bersama seluruh pihak yang terlibat berharap bahwa aksi ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga kebersihan pantai serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Penumpukan sampah tersebut telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan pesisir secara nyata. Secara visual, kondisi pantai yang sebelumnya menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bali kini tampak kumuh dan tidak terawat.

Secara ekologis, keberadaan sampah plastik berpotensi merusak ekosistem laut, mengancam biota seperti ikan, penyu, dan organisme lainnya yang dapat terjerat atau mengonsumsi plastik. Dalam jangka panjang, degradasi ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir serta mempercepat kerusakan lingkungan yang bersifat permanen.

BEM FH UNUD menilai bahwa persoalan ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan sistemik dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik. Rendahnya tingkat pemilahan sampah di sumber, kurangnya infrastruktur pengolahan sampah yang memadai, serta lemahnya pengawasan terhadap pembuangan limbah menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.

Selain itu, fenomena kiriman sampah dari laut menandakan bahwa persoalan ini bersifat lintas wilayah (transboundary issue) yang membutuhkan koordinasi antar daerah bahkan lintas sektor secara komprehensif.

Dalam perspektif hukum lingkungan, kondisi ini beririsan langsung dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 69 ayat (1) secara tegas melarang setiap orang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. Selain itu, prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability)

sebagaimana diatur dalam Pasal 88 menegaskan bahwa setiap pihak yang menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan wajib bertanggung jawab tanpa
perlu pembuktian unsur kesalahan. Lebih lanjut, permasalahan sampah plastik di kawasan pesisir juga berkaitan erat dengan kebijakan nasional dan daerah terkait pengurangan plastik sekali pakai.

Namun, implementasi kebijakan tersebut dinilai masih belum optimal, baik dari segi pengawasan, penegakan, maupun konsistensi pelaksanaannya di lapangan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi yang telah dibentuk dengan realitas implementasinya.

Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan pada aspek lingkungan, tetapi juga merambat ke sektor sosial dan ekonomi. Pantai Jerman sebagai bagian dari kawasan pariwisata Kuta memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat lokal.

Penurunan kualitas lingkungan pantai berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan, yang pada akhirnya berdampak pada pelaku usaha kecil, nelayan, serta masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata. Selain itu, apabila tidak segera ditangani secara serius, akumulasi sampah plastik di wilayah pesisir dapat berkontribusi terhadap pencemaran laut yang lebih luas, termasuk mikroplastik yang berbahaya bagi kesehatan manusia melalui rantai makanan.

Oleh karena itu, penanganan permasalahan ini harus dilakukan secara sistematis, berkelanjutan, dan berbasis pada pendekatan hukum, kebijakan publik, serta partisipasi masyarakat.

Sebagai bagian dari civitas akademika Universitas Udayana, BEM FH UNUD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu lingkungan hidup, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan kawasan pesisir dan laut. BEM FH UNUD juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal, untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Permasalahan sampah plastik bukan sekadar isu kebersihan, melainkan isu keberlanjutan yang menyangkut masa depan lingkungan, ekonomi, dan generasi mendatang. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata, komitmen bersama, serta penegakan hukum yang tegas agar kondisi serupa tidak terus berulang di kemudian hari. (Red).

Ketua BEM FH UNUD: I Gusti Agung Roman Kertajaya.
Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat BEM FH UNUD: I Wayan Aditya Dharma.

  • Penulis: Redaksi Matakompas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Cabor Nyatakan Dukungan pada Hatunggal Siregar Jadi Ketua KONI Sumut

    10 Cabor Nyatakan Dukungan pada Hatunggal Siregar Jadi Ketua KONI Sumut

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Medan – Sejumlah 10 cabang olahraga (cabor) yang tergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, menyatakan dukungan untuk A Kolonel Purn Hatunggal Siregar sebagai calon Ketua KONI Sumut periode 2025-2029. Dukungan dari cabor itu disampaikan pada acara silaturahmi dan perkenalan bakal calon Ketua KONI Sumut di Medan pada Rabu (5/2/2025) sore. Dukungan cabor […]

  • Kolaborasi Sungai Watch, Desa Adat dan Relawan Warnai HPSN 2026 di Pantai Kedonganan

    Kolaborasi Sungai Watch, Desa Adat dan Relawan Warnai HPSN 2026 di Pantai Kedonganan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung.  Organisasi lingkungan Sungai Watch berkolaborasi dengan Desa Adat Kedonganan dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih pantai, Sabtu, 21 Pebruari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto melalui […]

  • Saat Koster Gaungkan Hijau Bali, BTID Tersorot Dugaan Pembabatan Mangrove

    Saat Koster Gaungkan Hijau Bali, BTID Tersorot Dugaan Pembabatan Mangrove

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan turun langsung menanam mangrove bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, Prof. Reda Manthovani, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (25/4) pagi. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota […]

  • Selipkan Kritik Lewat Seni Pertunjukan, Ibu Putri Koster Puji Pementasan Jaratkaru

    Selipkan Kritik Lewat Seni Pertunjukan, Ibu Putri Koster Puji Pementasan Jaratkaru

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, memuji pementasan Komunitas Wartawan Budaya Bali (Kawiya) yang menampilkan seni teater Jaratkaru: Lampan lan Utang Waras Mekutang dalam rangka memeriahkan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (23/2/2026). Kritik tentang persoalan banjir dan kemacetan yang diselipkan […]

  • Pujaketarub Bantu Legenda PSMS

    Pujaketarub Bantu Legenda PSMS

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    Medan – Kepedulian sosial yang tinggi ditunjukan Paguyuban Jawa Nusantara Bersatu (Pujaketarub) terhadap legenda PSMS H Nobon Kamayudin Dalam safari sedekah Jumat (7/3) Pujaketarub secara langsung mengunjungi kediaman H Nobon Kamayudin di Komplek wartawan jalan Sidorukun Medan “Saya sebagai ketua umum Pujaketarub nasional mengajak kepada seluruh pemain sepakbola nasional untuk lebih memperhatikan disekeliling kita terkait kepedulian […]

  • Ratusan Umat Hadiri Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihāra Buddha Sakyamuni Denpasar

    Ratusan Umat Hadiri Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihāra Buddha Sakyamuni Denpasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR | Sangha Theravāda Indonesia (STI) mempersiapkan berbagai program istimewa untuk menyambut perayaan 50 tahun atau Tahun Kencana pada 2026. Salah satu kegiatan utama adalah pengecoran Rupang Buddha Nusantara setinggi lima meter yang melibatkan umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia. Prototipe rupang tersebut terinspirasi dari arca Buddha yang ditemukan di Candi Sewu, kompleks candi […]

expand_less