Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » “Kenapa Tidak Gunung Sampah Saja yang Ditukar Guling?” — Somvir Sentil BTID di Tengah Polemik Mangrove Bali

“Kenapa Tidak Gunung Sampah Saja yang Ditukar Guling?” — Somvir Sentil BTID di Tengah Polemik Mangrove Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Polemik tukar guling lahan mangrove yang melibatkan PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali memanas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Senin (11/5).

Namun di tengah pembahasan serius soal kawasan lindung, satu pernyataan tajam dari Wakil Sekretaris Pansus TRAP, Dr Somvir, langsung menyita perhatian forum.

“Kalau memang peduli Bali, kenapa tidak gunung sampah saja yang ditukar gulingkan?” sentilnya keras di hadapan jajaran BTID dan peserta rapat.

Pernyataan itu muncul saat Somvir menyoroti masifnya pembangunan kawasan BTID yang dinilai mulai menggerus fungsi ekologis mangrove dan ruang hidup masyarakat pesisir Pulau Serangan.

Menurutnya, investasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan marina, hotel, dan kawasan komersial, sementara persoalan mendasar Bali seperti sampah justru terus dibiarkan menjadi beban masyarakat.

“Jangan hanya bangun kawasan mewah. Bali ini juga sedang menghadapi ancaman gunung sampah. Kalau BTID benar-benar peduli Bali, tunjukkan tanggung jawab sosialnya,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Somvir secara terbuka mengkritik ekspansi kawasan yang disebut sudah mendekati 500 hektare. Ia mempertanyakan alasan pengembangan sebesar itu jika pada akhirnya menimbulkan keresahan sosial dan dugaan kerusakan kawasan lindung.

Ia bahkan mengingatkan agar Bali tidak berubah menjadi “lautan beton” akibat pembangunan yang terlalu agresif.

“Jangan sampai air jadi daratan, daratan jadi air. Mangrove itu benteng alami Bali,” tegasnya.

Menurut Somvir, kawasan yang belum dibangun seharusnya dikembalikan menjadi ruang hijau dan hutan mangrove. Ia menilai keseimbangan alam jauh lebih penting dibanding ambisi ekspansi tanpa batas.

Ia juga menyinggung ancaman abrasi dan tsunami jika kawasan pesisir terus direklamasi dan dibebani pembangunan besar-besaran.

“Kalau tsunami datang, kawasan yang dibangun terlalu dekat laut bisa habis. Alam Bali harus dijaga,” katanya.

Tak hanya soal lingkungan, Somvir juga mengangkat persoalan keadilan bagi masyarakat Karangasem dan Jembrana yang lahannya masuk dalam skema tukar guling. Ia meminta adanya kompensasi khusus karena nilai ekonomi kawasan di Serangan kini melonjak sangat tinggi.

Selain itu, ia meminta BTID segera menyelesaikan persoalan warga yang disebut belum menerima pembayaran lahan secara tuntas.

“Kalau masih ada warga belum dibayar, duduk bersama dan selesaikan sekarang. Jangan tunggu konflik membesar,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Somvir mengajak seluruh pihak menghentikan ego sektoral dan mulai mencari solusi bersama demi kepentingan Bali secara menyeluruh.

Ia menegaskan Bali membutuhkan investasi, namun investasi yang tetap menghormati lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal.

“Cari win-win solution. Bali harus maju, tapi jangan sampai rakyatnya kehilangan tanah, laut, dan ruang hidupnya sendiri,” tutupnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukses Laksanakan Cipta Kondisi, Polres Magelang Kota Berhasil Ungkap Beberapa Kasus Selama Bulan Januari- Februari. Ini Hasilnya a

    Sukses Laksanakan Cipta Kondisi, Polres Magelang Kota Berhasil Ungkap Beberapa Kasus Selama Bulan Januari- Februari. Ini Hasilnya a

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM  – Polres Magelang Kota Polda Jateng telah melaksanakan rangkaian kegiatan Cipta Kondisi Kamtibmas sejak 20 Januari hingga 20 Februari 2025. Kegiatan ini digelar untuk memastikan situasi keamanan yang kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah tahun 2025, serta untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama perayaan tersebut. Kapolres Magelang Kota, AKBP Anita […]

  • Tim Akselerasi NTT Dibentuk, Harapan Baru Percepat Pembangunan Daerah

    Tim Akselerasi NTT Dibentuk, Harapan Baru Percepat Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 5
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Upaya mempercepat pembangunan di daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui pembentukan Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan. Tim ini melibatkan sekitar 50 orang dari lintas perangkat daerah dan dirancang untuk mengawal program prioritas. Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Yusuf Lery Rupidara, menyebut tim ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat roda […]

  • Peringati HUT Kostrad ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Karya Bhakti dan Baksos

    Peringati HUT Kostrad ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Karya Bhakti dan Baksos

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 837
    • 0Komentar

    SABAH,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Gabma Seliku melaksanakan kegiatan bakti sosial dan karya bhakti di Kampung Saliku, Sabah, Malaysia. Minggu(2/3/2025) Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat di wilayah perbatasan dengan memberikan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan. Selain […]

  • SPHP Masif, Berdampak Harga Gabah dan Beras Alami Penurunan

    SPHP Masif, Berdampak Harga Gabah dan Beras Alami Penurunan

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, situasi pangan nasional menunjukkan tren positif. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum BULOG secara masif di seluruh wilayah mulai membuahkan hasil nyata. Harga beras di pasar berangsur turun, diikuti penurunan harga gabah di tingkat petani setelah sebelumnya sempat melambung tinggi. “Sejak awal […]

  • Dugaan Korupsi Lelang Saham PT. GBU yang Rugikan Negara Rp. 9,7 Triliun, KPK Berwenang Periksa Jampidsus Tanpa Izin Jaksa Agung

    Dugaan Korupsi Lelang Saham PT. GBU yang Rugikan Negara Rp. 9,7 Triliun, KPK Berwenang Periksa Jampidsus Tanpa Izin Jaksa Agung

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Tambang (KSST) menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah meningkatkan status ke tahap penyelidikan dalam pengusutan dugaan korupsi lelang saham PT. Gunung Bara Utama (PT. GBU) asset milik terpidana kasus rasuah Jiwasraya, Heru Hidayat, yang merugikan negara Rp. 9,7 Triliun, yang diduga melibatkan Jampidsus Febrie Adriansyah. […]

  • Usai Kebakaran di SPBU Secang, Polresta Magelang Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi

    Usai Kebakaran di SPBU Secang, Polresta Magelang Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kebakaran mobil yang terjadi di SPBU 44.56.116, Dusun Krajan II, Desa Ngabehan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (24/4/2025) pagi, ternyata menguak praktik ilegal penyalahgunaan BBM bersubsidi. Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar melalui Kasat Reskrim AKP La Ode Arwansyah bahwa berdasarkan penyelidikan peristiwa tersebut ditemukan dugaan pelanggaran pasal 55 UU No. 22 Tahun […]

expand_less