Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agung Suyoga Semprot BTID: Mangrove Tak Bisa Diganti Hitungan Bibit

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait polemik tukar guling tanah mangrove oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), Senin (11/5/2026), kembali memanas.

Dalam forum yang dihadiri jajaran pimpinan Pansus TRAP DPRD Bali serta OPD terkait itu, Anggota Pansus TRAP DPRD Bali, Anak Agung Gede Agung Suyoga, melontarkan kritik tajam terhadap penjelasan pihak BTID, khususnya soal penebangan mangrove dan akses publik di kawasan Serangan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H, Wakil Ketua Pansus Gede Harja Astawa, Wakil Ketua Pansus Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), Wakil Sekretaris Pansus Dr Somvir, serta anggota pansus lainnya.

Suyoga menegaskan, sejak awal pembahasan pansus menaruh perhatian serius terhadap legalitas dan sejarah penguasaan lahan di kawasan BTID. Ia menyebut hingga kini belum ditemukan sertifikat yang benar-benar menunjukkan kepemilikan lahan oleh BTID dalam proses tukar guling yang dipersoalkan masyarakat.

“Dari awal kami sudah mempertanyakan dasar-dasar kepemilikan lahan itu. Rekod jual beli tentu penting untuk menelusuri sejarah tanah-tanah tersebut,” ujarnya.

Namun sorotan paling keras diarahkan pada penjelasan BTID terkait penebangan mangrove yang disebut hanya berjumlah 10 pohon dan telah diganti dengan penanaman 700 bibit baru.

Bagi Suyoga, logika tersebut dinilai terlalu menyederhanakan persoalan lingkungan dan mengabaikan aspek ekologis mangrove yang sesungguhnya.

“Ilmu ekologi tidak bicara sekadar hitungan angka. Mangrove yang ditebang itu usianya berapa? Jenisnya apa? Apakah mangrove langka atau tidak? Tidak bisa begitu saja ditebang lalu dianggap selesai hanya karena menanam ratusan bibit baru,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa mangrove memiliki fungsi vital sebagai pelindung kawasan pesisir Bali dari abrasi, gelombang laut, hingga ancaman bencana. Karena itu, menurutnya, kawasan mangrove tidak boleh dipandang semata sebagai objek pembangunan ekonomi.

Dalam rapat tersebut, Suyoga juga menyinggung pernyataan pihak BTID yang sebelumnya menyebut penebangan mangrove dilakukan di wilayah SHGB perusahaan. Ia pun mempertanyakan dasar hukum yang memperbolehkan aktivitas tersebut.

“Dalam PP Nomor 27 Tahun 2025 jelas disebutkan, meskipun memiliki SHM atau SHGB, mangrove tetap masuk kawasan yang dilindungi negara,” katanya.

Tak berhenti di isu lingkungan, Suyoga juga mengkritik kuatnya kesan privatisasi kawasan BTID yang dinilai membatasi akses masyarakat terhadap pantai di Serangan.

Ia menegaskan pantai dan ruang alam Bali tidak boleh tertutup hanya untuk kepentingan kelompok tertentu atau investor.

“Tidak ada satu wilayah pun yang boleh diprivatisasi sepenuhnya. Pantai Serangan itu milik masyarakat Bali juga,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga Bali, termasuk komunitas surfing, selama ini memanfaatkan kawasan pantai Serangan. Namun akses menuju pantai kini disebut semakin sulit dan terbatas akibat pengelolaan kawasan yang terlalu tertutup.

Karena itu, Pansus TRAP meminta BTID menjelaskan secara terbuka masterplan pengembangan kawasan, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau (RTH), fasilitas sosial (fasos), fasilitas umum (fasum), serta akses publik bagi masyarakat.

“Jangan sampai muncul kesan BTID ini eksklusif dan privat. Di dalamnya ada alam Bali yang seharusnya juga bisa dinikmati masyarakat umum,” tandasnya.

Pernyataan Suyoga semakin mempertegas sikap kritis Pansus TRAP DPRD Bali terhadap pengembangan kawasan BTID yang dinilai tidak cukup hanya mengedepankan investasi, tetapi juga wajib memperhatikan keseimbangan lingkungan, hak masyarakat adat, dan akses publik terhadap ruang hidup di Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imigrasi Ngurah Rai Gagalkan Pelarian Buronan Interpol, Gunakan Paspor Palsu untuk Kabur dari Bali

    Imigrasi Ngurah Rai Gagalkan Pelarian Buronan Interpol, Gunakan Paspor Palsu untuk Kabur dari Bali

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BADUNG – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan perbatasan Indonesia dengan menggagalkan upaya pelarian seorang warga negara Australia yang masuk dalam daftar buronan Interpol. Pria tersebut diduga merupakan pelaku kejahatan lintas negara dan berusaha meninggalkan Indonesia menggunakan identitas palsu melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. […]

  • Dugaan Korupsi Proyek Aplikasi Pajak Coretax Rp 1,3 Triliun, Dirjen Pajak Dilaporkan ke KPK

    Dugaan Korupsi Proyek Aplikasi Pajak Coretax Rp 1,3 Triliun, Dirjen Pajak Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) melaporkan dugaan korupsi mega proyek aplikasi sistem administrasi pajak Coretax ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (23/1/2025). Proyek Coretax ini menghabiskan anggaran fantastis yakni lebih dari Rp 1,3 triliun. Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI), Rinto Setyawan, menyampaikan, pihaknya menemukan sejumlah bukti dugaan terjadinya penyelewengan anggaran […]

  • Aksi Nekat Lompat Tebing Berujung Deportasi, WNA Belgia Diusir dari Bali dan Masuk Daftar Cekal

    Aksi Nekat Lompat Tebing Berujung Deportasi, WNA Belgia Diusir dari Bali dan Masuk Daftar Cekal

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Aksi nekat seorang wisatawan asing yang melompat dari tebing menggunakan sepeda motor di Pantai Balangan, Bali, berakhir dengan tindakan tegas dari pihak imigrasi. Kantor Imigrasi Ngurah Rai resmi mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) asal Belgia berinisial SD (31), Kamis (2/4/2026). SD dipulangkan ke negara asalnya menggunakan penerbangan Qatar Airways (QR963) dengan tujuan […]

  • Dituntut 13 Tahun Penjara: Oknum Guru Pondok di Magelang Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Santriwati

    Dituntut 13 Tahun Penjara: Oknum Guru Pondok di Magelang Pelaku Kekerasan Seksual Kepada Santriwati

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Sidang lanjutan kekerasan seksual terhadap santriwati Pondok Pesantren Irsyadul Mubtadi’ien Tempuran digelar hari ini Senin [13/1/2025] di ruang utama Pengadilan Negeri Kota Mungkid Kabupaten Magelang, dengan terdakwa KH. Ahmad Labib Asrori, S.E.,M.M. Ketua Majelis Hakim Fahrudin Said Ngaji, S.H., M.H mengatakan bahwa sidang dinyatakan Tertutup Untuk Umum. Ketua Majelis Hakim didampingi hakim anggota […]

  • HUT ke-14 IWO dan 1 Tahun IWO Bali, Pers Online Teguhkan Peran Mengawal Pembangunan Indonesia

    HUT ke-14 IWO dan 1 Tahun IWO Bali, Pers Online Teguhkan Peran Mengawal Pembangunan Indonesia

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ikatan Wartawan Online (IWO) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT pertama IWO Provinsi Bali. Perayaan yang mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali” tersebut berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026). Momentum peringatan ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi […]

  • Ribuan Guru Honorer Indramayu Geruduk BKPSDM, Dugaan Indikasi Data Hilang Mencuat 

    Ribuan Guru Honorer Indramayu Geruduk BKPSDM, Dugaan Indikasi Data Hilang Mencuat 

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. INDRAMAYU – Nasib ribuan guru honorer di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan. Merasa diabaikan dan tanpa kejelasan status, ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum Database BKN Non-ASN 2022 turun ke jalan menggelar aksi damai pada Rabu (15/01/2025).   Para peserta aksi memulai gerakan dari GOR Singalodra, kemudian berjalan kaki menuju Kantor Dinas Pendidikan […]

expand_less