Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Jatiluwih Festival VII Resmi Dibuka, Angkat Harmoni Alam dan Tradisi untuk Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

Jatiluwih Festival VII Resmi Dibuka, Angkat Harmoni Alam dan Tradisi untuk Perkuat Pariwisata Berkelanjutan

  • account_circle admin
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Jatiluwih Festival VII Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (20/6/2026) di kawasan Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan. Mengusung tema “In Balance with Nature, Inspired by Tradition”, festival tahun ini menegaskan komitmen menjaga keharmonisan antara alam, budaya, dan masyarakat sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Ketua Panitia Jatiluwih Festival VII yang juga Manajer DTW Jatiluwih, John K. Purna, mengatakan tema tersebut memiliki makna mendalam, yakni bagaimana pembangunan pariwisata tetap selaras dengan kelestarian alam dan berakar kuat pada tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, Jatiluwih tidak hanya dikenal karena panorama sawah teraseringnya yang mendunia, tetapi juga sebagai kawasan yang mempertahankan sistem Subak, warisan budaya yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Jatiluwih Festival telah menjadi agenda penting dalam upaya pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus promosi pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun 2026 menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya Jatiluwih Festival masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Menurut John, pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen seluruh masyarakat Jatiluwih dalam menjaga filosofi Tri Hita Karana, yakni harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Jatiluwih Festival tahun ini dapat menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara,” katanya.

Ia menambahkan, pengakuan yang diraih Jatiluwih selama ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, pengelola Subak, pemerintah daerah, pelaku pariwisata hingga berbagai pemangku kepentingan.

Selain menyandang status Warisan Budaya Dunia UNESCO sejak 2012, Jatiluwih juga dinobatkan sebagai Best Tourism Village by UN Tourism pada 2024, masuk Top 100 Green Destination pada 2025, dan pada tahun 2026 kembali memperoleh penghargaan internasional sebagai Leading UNESCO Culture Landscape Tourism Destination dalam ajang Asian Tourism and Hospitality Awards di Kuala Lumpur.

John juga mengapresiasi penyelenggaraan Bali Tourism Run oleh ASITA Bali yang digelar untuk menyambut 100 Tahun Pariwisata Bali.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga, pelestarian lingkungan, pertanian, dan pariwisata dapat berjalan beriringan.

Ia menegaskan, keberhasilan pariwisata Jatiluwih tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani yang setiap hari menjaga sawah, Subak, dan tradisi pertanian Bali.

“Keberhasilan pariwisata Jatiluwih harus memberikan manfaat nyata bagi para petani sebagai penjaga utama warisan budaya pertanian Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Jatiluwih yang selama tujuh tahun konsisten menyelenggarakan festival sebagai media promosi budaya, pertanian, kuliner, UMKM, hingga kesenian lokal.

Menurutnya, angka tujuh memiliki filosofi tersendiri sebagai simbol tujuan dan keberhasilan sehingga penyelenggaraan Festival Jatiluwih ke-7 menjadi momentum penting bagi kemajuan kawasan tersebut.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang promosi budaya, kuliner tradisional, UMKM, pertanian, dan seluruh potensi lokal yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Sanjaya.

Ia menegaskan, Jatiluwih bukan hanya hamparan sawah terasering yang indah, melainkan representasi peradaban agraris Bali yang diwariskan melalui sistem Subak berdasarkan filosofi Tri Hita Karana.

Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya kembali menjelaskan pentingnya sistem Subak sebagai tata kelola pengairan tradisional Bali yang menjadi salah satu alasan UNESCO menetapkan Lanskap Budaya Provinsi Bali sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2012.

Menurutnya, keunggulan Subak tidak hanya terletak pada sawahnya, tetapi pada sistem distribusi air yang mampu mengatur pengairan secara adil dari hulu hingga hilir.

“Kalau sawah, hampir semua daerah punya. Tetapi sistem tata kelola air seperti Subak inilah yang menjadi keunggulan Bali dan diakui dunia,” katanya.

Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan merupakan daerah agraris yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa melalui konsep Nyegara Gunung, yakni perpaduan wilayah pegunungan, danau, sungai, hingga laut yang menciptakan kesuburan tanah.

Kesuburan tersebut, menurutnya, menjadi warisan leluhur yang harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perkembangan sektor pariwisata juga membawa tantangan berupa ancaman alih fungsi lahan pertanian.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dengan pelestarian kawasan pertanian.

Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah penyelenggaraan festival yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Menurut Sanjaya, manfaat festival tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku UMKM, seniman, sanggar tari, pengrajin, pelaku kuliner, hingga usaha jasa lainnya.

“Festival seperti ini menggerakkan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Seniman mendapat ruang berkarya, UMKM berkembang, produk pertanian memiliki nilai tambah, dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari pariwisata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Tabanan tetap berkomitmen mempertahankan identitasnya sebagai lumbung pangan Bali.

“Pertanian adalah fondasi utama Kabupaten Tabanan, sedangkan pariwisata merupakan bonus yang harus dikelola dengan tetap menjaga keberlanjutan alam dan budaya,” tegasnya.

Sanjaya juga menyoroti pentingnya penataan kawasan Jatiluwih agar tetap mempertahankan panorama alamnya. Ia menilai pembangunan fasilitas pendukung harus dilakukan secara bijaksana tanpa mengganggu keaslian lanskap sawah yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah penyediaan area parkir yang memadai tanpa merusak panorama Jatiluwih.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan karakter arsitektur tradisional Bali dalam setiap pembangunan fasilitas wisata sehingga tetap selaras dengan status Jatiluwih sebagai kawasan warisan budaya dunia.

Mengakhiri sambutannya, Sanjaya secara resmi membuka Jatiluwih Festival VII Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Siddham, Jatiluwih Festival Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan tuntunan kepada kita semua dalam menjaga warisan budaya, alam, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjar Pagan Kelod Gelar Piodalan Tumpek Uduh, Hibah AA Ayu Priniti Rp200 Juta Wujudkan Impian Gong Kebyar

    Banjar Pagan Kelod Gelar Piodalan Tumpek Uduh, Hibah AA Ayu Priniti Rp200 Juta Wujudkan Impian Gong Kebyar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR – Warga Banjar Pagan Kelod, Desa Adat Pagan, Sumerta Kauh, Denpasar menggelar piodalan di Pelinggih Ratu Gede Penyarikan bertepatan dengan Hari Tumpek Bubuh atau Tumpek Uduh, Sabtu, 23 Mei 2026.  Piodalan kali ini terasa istimewa karena dibarengi penyaluran hibah Rp200 juta untuk pengadaan dan perbaikan perangkat gamelan gong kebyar. Pelaksanaan piodalan dipuput Ida Pedanda […]

  • Ditengah Pro Kontra Proyek FSRU LNG Bali,  Menteri LH Tetap Terbitkan SKKL

    Ditengah Pro Kontra Proyek FSRU LNG Bali,  Menteri LH Tetap Terbitkan SKKL

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq tetap menerbitkan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) Nomor 2832 Tahun 2025 terkait pembangunan infrastruktur terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Bali. SKKL tersebut mengatur pembangunan dan pengoperasian terminal LNG berkapasitas 170 MMSCFD di wilayah Desa Sidakarya, Desa […]

  • Kajian Asyik di Bulan Ramadhan, Dispora Bengkulu Dorong Pemuda Lebih Aktif

    Kajian Asyik di Bulan Ramadhan, Dispora Bengkulu Dorong Pemuda Lebih Aktif

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Bulan Ramadhan identik dengan peningkatan ibadah dan kajian keagamaan. Menariknya, tren kajian di kalangan pemuda Bengkulu kini semakin berkembang dengan konsep yang lebih santai dan kekinian, seperti diskusi di kafe, kajian outdoor, hingga tema yang relate dengan kehidupan anak muda. Kepala Bidang Pembudayaan Pemuda Dispora Bengkulu, Indra Jaya Syam, S.Sos, mengapresiasi tren positif […]

  • Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 878
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode Februari hingga Maret 2025. Sebanyak 17 tersangka telah diamankan dalam operasi ini. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, menyampaikan bahwa dari 15 kasus yang terungkap, terdapat 2 kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu, 12 kasus peredaran […]

  • Transformasi Layanan Publik: Imigrasi Bali Hadirkan Aplikasi SIMPUL BALI

    Transformasi Layanan Publik: Imigrasi Bali Hadirkan Aplikasi SIMPUL BALI

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali resmi meluncurkan aplikasi SIMPUL BALI (Strategi Komunikasi Publik Berbasis Literasi Media) yang menjadi sarana penyebarluasan informasi keimigrasian serta layanan pengaduan masyarakat berbasis teknologi informasi yang terintegrasi di seluruh UPT Imigrasi se-Bali, Rabu, 3 Desember 2025. Sosialisasi peluncuran dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, dipimpin […]

  • Keren! SMK KarNas Satu-satunya di Jawabarat yang Launching National ShowCase

    Keren! SMK KarNas Satu-satunya di Jawabarat yang Launching National ShowCase

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.291
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – SMK Karya Nasional sebagai salah satu Sekolah Kejuruan di Kabupaten Kuningan yang terletak di Kecamatan Cirendang, terpilih sebagai Nasional Showcase-SMK Bisa tahun 2025 oleh PT Astra International, Tbk. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, SH.,MKn hadir dalam kegiatan launching tersebut, Selasa (25/02/2025). “Pendidikan vokasi harus semakin diperkuat agar lulusan SMK tidak hanya memiliki […]

expand_less