Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Bupati Sanjaya: Jatiluwih Harus Tetap Jadi Lumbung Pangan Bali, Pariwisata Adalah Bonus yang Menguatkan Ekonomi Rakyat

Bupati Sanjaya: Jatiluwih Harus Tetap Jadi Lumbung Pangan Bali, Pariwisata Adalah Bonus yang Menguatkan Ekonomi Rakyat

  • account_circle admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menjaga Jatiluwih sebagai kawasan pertanian warisan dunia yang tetap lestari, sekaligus memastikan manfaat sektor pariwisata benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Jatiluwih Festival VII Tahun 2026, Sabtu (20/6/2026), yang mengusung tema In Balance with Nature, Inspired by Tradition.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat Jatiluwih yang selama tujuh tahun konsisten menggelar festival sebagai ruang promosi budaya, pertanian, UMKM, seni, dan pariwisata berbasis masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival hingga memasuki tahun ketujuh menjadi bukti semakin kuatnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga identitas Jatiluwih sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.

“Festival ini bukan sekadar sebuah perayaan, tetapi menjadi media untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah, mengangkat budaya, memperkuat sektor pertanian, serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup,” ujar Sanjaya.

Bupati asal Dauh Pala itu menegaskan bahwa Jatiluwih bukan sekadar hamparan sawah terasering yang indah dipandang mata, melainkan simbol peradaban agraris Bali yang diwariskan secara turun-temurun melalui sistem Subak yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.

Ia menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap Jatiluwih pada tahun 2012 bukan hanya karena keindahan bentang alamnya, melainkan karena sistem tata kelola air Subak yang dinilai sebagai warisan budaya yang unik dan masih bertahan hingga kini.

“Kalau sawah, banyak daerah memiliki. Tetapi sistem tata kelola air seperti Subak tidak dimiliki semua daerah. Itulah yang menjadi keunggulan Bali dan diakui dunia,” tegasnya.

Sanjaya mengatakan, Kabupaten Tabanan dikaruniai bentang alam yang lengkap melalui konsep Nyegara Gunung, yakni perpaduan pegunungan, danau, sungai hingga laut yang menjadikan wilayah tersebut sangat subur untuk pertanian.

Menurutnya, warisan alam tersebut merupakan anugerah yang wajib dijaga, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

Di sisi lain, Sanjaya mengingatkan bahwa berkembangnya sektor pariwisata juga membawa tantangan besar berupa ancaman alih fungsi lahan pertanian.

Karena itu, ia menegaskan pembangunan pariwisata di Tabanan tidak boleh mengorbankan lahan produktif maupun merusak nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan utama daerah.

“Tabanan tetap berkomitmen mempertahankan wilayah pertanian sebagai lumbung pangan Bali. Pariwisata adalah bonus yang harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa menghilangkan identitas pertanian yang kita miliki,” katanya.

Menurut Sanjaya, penyelenggaraan Jatiluwih Festival merupakan salah satu strategi nyata untuk menjaga keseimbangan tersebut.

Festival tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani, pelaku UMKM, pengrajin, seniman, sanggar tari, hingga pelaku usaha kuliner lokal.

“Hasil pertanian bukan hanya dijual dalam bentuk beras, tetapi diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti kuliner tradisional, minuman berbahan beras merah, hingga berbagai produk kreatif masyarakat. Inilah ekonomi yang harus terus kita dorong,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keaslian lanskap Jatiluwih. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung pariwisata harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengurangi nilai kawasan yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Salah satu persoalan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, kata Sanjaya, adalah kebutuhan lahan parkir yang memadai tanpa merusak panorama sawah terasering.

Ia memastikan pemerintah bersama masyarakat akan mencari solusi terbaik agar peningkatan kunjungan wisatawan tetap berjalan seiring dengan pelestarian kawasan.

Selain itu, Sanjaya mengajak masyarakat untuk mempertahankan karakter bangunan tradisional Bali, termasuk penggunaan material alami pada fasilitas wisata sehingga tetap menyatu dengan lanskap Jatiluwih.

“Kita ingin masyarakat lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Pariwisata harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, bukan justru menggeser mereka dari ruang hidupnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Jatiluwih Festival VII sekaligus Manajer DTW Jatiluwih, John K. Purna, menyampaikan bahwa festival tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa Jatiluwih kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih penghargaan Leading UNESCO Culture Landscape Tourism Destination dalam ajang Asian Tourism and Hospitality Awards 2026, melengkapi berbagai pengakuan dunia yang telah diterima sebelumnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Sanjaya secara resmi membuka Jatiluwih Festival VII Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Siddham, Jatiluwih Festival Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga festival ini terus menjadi penggerak pelestarian budaya, pertanian, serta kesejahteraan masyarakat menuju pariwisata yang berkelanjutan,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Pemagaran Laut di Tangerang, Pimpinan Komisi II DPR RI Akan Panggil Menteri ATR/BPN

    Polemik Pemagaran Laut di Tangerang, Pimpinan Komisi II DPR RI Akan Panggil Menteri ATR/BPN

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, menilai kasus pemagaran laut di Tangerang, Banten, sebagai bentuk keteledoran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dede menyoroti pemberian izin Hak Guna Bangunan (HGB) di area laut tanpa pengukuran yang memadai. “Laut bukan domain ATR. Namun, ada upaya membuat laut seolah-olah seperti […]

  • Persewa Waingapu Tampil Perkasa, Jinakkan Bintang Timur 3–1 di Laga Panas Grup E ETMC 2025

    Persewa Waingapu Tampil Perkasa, Jinakkan Bintang Timur 3–1 di Laga Panas Grup E ETMC 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 0
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Babak penyisihan Grup E El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 kembali memanjakan publik sepak bola NTT. Pada Rabu (16/11/2025) malam, Stadion Marilonga menjadi saksi duel panas antara Persewa Waingapu dan Bintang Timur Atambua (BTA), pertarungan penuh tensi, gol indah, dan sorak suporter yang bergemuruh sepanjang laga. Sejak peluit awal, kedua tim menunjukkan hasrat […]

  • Kuasa Hukum Minta Aparat Bertindak Tegas dan Profesional, Negara Wajib Hadir Lindungi Hak Milik Sah 

    Kuasa Hukum Minta Aparat Bertindak Tegas dan Profesional, Negara Wajib Hadir Lindungi Hak Milik Sah 

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Dugaan penguasaan kembali lahan secara sepihak di wilayah Denpasar Utara memicu perhatian publik terhadap efektivitas penegakan hukum di Denpasar. Kasus ini dinilai menjadi ujian nyata bagi aparat dalam menjamin perlindungan hak milik warga negara yang telah diperoleh secara sah. Berdasarkan fakta hukum, pembelian lahan dan bangunan seluas 405 meter persegi oleh Heriyanto […]

  • Polemik Marina Serangan: Izin Pusat, Dampak di Daerah

    Polemik Marina Serangan: Izin Pusat, Dampak di Daerah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Di tengah klaim bahwa seluruh perizinan telah “clear”, aktivitas pengurukan untuk proyek Marina di Serangan, justru memunculkan pertanyaan serius: apakah izin yang ada benar-benar sejalan dengan perlindungan lingkungan pesisir Bali, atau sekadar memenuhi prosedur administratif? Menteri Lingkungan Hidup membuka peluang review, sementara pemerintah daerah menegaskan proyek sudah berjalan berbekal izin KKPRL. Proyek […]

  • Dispora Bengkulu Imbau Atlet Tetap Jaga Kebugaran Selama Ramadhan

    Dispora Bengkulu Imbau Atlet Tetap Jaga Kebugaran Selama Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora ) Provinsi Bengkulu mengimbau para atlet di Bengkulu untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dan melanjutkan latihan selama bulan Ramadhan 1446 H . Meski tengah menjalankan ibadah puasa, para atlet diharapkan tetap berlatih dengan menyesuaikan jadwal agar performa tetap terjaga. Kepala Dispora Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, […]

  • Perangi HIV/AIDS, Kadispora Bengkulu Serukan Pemuda Hindari Perilaku Berisiko

    Perangi HIV/AIDS, Kadispora Bengkulu Serukan Pemuda Hindari Perilaku Berisiko

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Bengkulu menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu. Kepala Dispora Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., mengajak generasi muda untuk menjalani pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko yang dapat meningkatkan potensi penularan penyakit ini. “Kasus HIV/AIDS semakin meningkat, dan ini harus menjadi […]

expand_less