Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Fraksi Gerindra-PSI Gede Harja Astawa Soroti Akuntabilitas APBD Bali 2025: WTP Harus Dibarengi Kinerja Nyata dan Penegakan Hukum

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, S.H., M.H., menyampaikan Pandangan Umum Fraksi Gerindra-PSI terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-43 DPRD Bali, Jumat (10/7/2026).

Dalam pidatonya, Gede Harja Astawa menegaskan bahwa laporan pertanggungjawaban APBD tidak hanya berbicara mengenai angka-angka keuangan, tetapi juga menyangkut kualitas tata kelola pemerintahan, transparansi, serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah.

Fraksi Gerindra-PSI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali yang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2013 hingga 2025.

Namun demikian, menurut Gede Harja Astawa, capaian WTP tidak boleh dimaknai hanya sebagai keberhasilan administratif semata, melainkan harus menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Predikat WTP harus menjadi penguat komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, bukan sekadar prestasi administratif,” tegasnya.

Pendapatan Melampaui Target, Namun Masih Ada Catatan

Fraksi Gerindra-PSI mencatat realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp7,048 triliun atau 105,82 persen dari target yang ditetapkan. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp6,555 triliun atau 88,42 persen, sehingga menghasilkan SiLPA sebesar Rp712,874 miliar.

Meski demikian, fraksi menyoroti masih adanya ketimpangan pada komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD). Retribusi daerah mampu melampaui target hingga lebih dari 206 persen, tetapi penerimaan dari kelompok lain-lain PAD yang sah justru tidak mencapai target.

Karena itu, Fraksi Gerindra-PSI meminta Pemerintah Provinsi Bali melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyusunan target PAD agar lebih realistis dan berbasis potensi riil.

Pungutan Wisatawan Asing Belum Optimal

Sorotan lain diarahkan kepada Pungutan Wisatawan Asing (PWA) yang dinilai belum optimal.

Dari target dan potensi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,05 triliun, realisasi PWA baru mencapai Rp369,021 miliar atau sekitar 35 persen dari potensi.

Fraksi Gerindra-PSI meminta pemerintah daerah meningkatkan efektivitas pemungutan PWA melalui penguatan regulasi bersama pemerintah pusat sekaligus memastikan penggunaan dana tersebut dilakukan secara transparan sesuai ketentuan Peraturan Daerah.

Ingatkan Mandatory Spending

Gede Harja Astawa juga mengingatkan pentingnya pemenuhan ketentuan mandatory spending sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Menurutnya, alokasi belanja wajib seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pengawasan, hingga belanja pegawai harus disusun secara proporsional agar tidak menimbulkan ketimpangan yang dapat berujung pada sanksi berupa penundaan maupun pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

Fraksi Gerindra-PSI juga meminta pemerintah menyampaikan capaian mandatory spending tahun 2025 beserta proyeksi untuk tahun-tahun berikutnya.

Dorong Tindak Lanjut Temuan BPK

Dalam pandangan umumnya, Fraksi Gerindra-PSI turut menyoroti 13 temuan pemeriksaan BPK RI yang memuat 38 rekomendasi.

Fraksi meminta seluruh perangkat daerah segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut sesuai rencana aksi (action plan) dalam batas waktu maksimal 60 hari sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kritik Lemahnya Pengawasan dan Penegakan Hukum

Salah satu bagian yang paling tegas dalam pandangan umum Fraksi Gerindra-PSI adalah kritik terhadap lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di berbagai sektor strategis.

Gede Harja Astawa menilai Pemerintah Provinsi Bali cukup produktif melahirkan berbagai regulasi. Namun, implementasi, pengawasan, dan penegakan hukumnya masih jauh dari harapan.

Ia bahkan menyebut keberadaan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menjadi bukti bahwa fungsi pengawasan pemerintah daerah belum berjalan maksimal, terutama dalam persoalan tata ruang, kehutanan, lingkungan, hingga perlindungan lahan pertanian.

Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, kerusakan lingkungan dan ancaman ekologis di Bali akan semakin serius.

Persoalan Sampah Sudah Memasuki Fase Krisis

Fraksi Gerindra-PSI juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan sampah yang dinilai telah memasuki fase krisis.

Menurut Gede Harja Astawa, persoalan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan, tetapi telah menjadi ancaman terhadap keselamatan masyarakat, memperparah banjir, serta menurunkan daya dukung lingkungan akibat belum memadainya infrastruktur pengolahan sampah.

Karena itu, pemerintah diminta mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi serta meningkatkan pengawasan di daerah aliran sungai agar tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah.

Ingatkan Kemitraan DPRD dan Pemerintah Daerah

Menutup pandangan umumnya, Gede Harja Astawa mengingatkan bahwa hubungan DPRD dan Pemerintah Daerah merupakan hubungan kemitraan yang setara, bukan hubungan sebagai lawan politik.

Ia mengutip pernyataan Presiden Persemakmuran Filipina Manuel L. Quezon, bahwa kesetiaan kepada partai harus berakhir ketika kesetiaan kepada negara dimulai.

Ia juga mengajak seluruh penyelenggara pemerintahan menjaga sinergi dengan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, serta menutup pidatonya dengan mengutip pesan Soekarno mengenai pentingnya keselarasan antara ucapan dan tindakan.

Menurut Fraksi Gerindra-PSI, keberhasilan pembangunan Bali hanya dapat terwujud apabila tata kelola pemerintahan dijalankan secara transparan, akuntabel, taat hukum, serta didukung komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Hari Tumpek Wayang, Pemprov Bali Libatkan Kampus dan Komunitas Lingkungan Angkut 3,56 Ton Sampah di Mangrove Pesanggaran

    Jelang Hari Tumpek Wayang, Pemprov Bali Libatkan Kampus dan Komunitas Lingkungan Angkut 3,56 Ton Sampah di Mangrove Pesanggaran

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Aksi bersih sampah plastik Pemerintah Provinsi Bali bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lingkungan berlangsung di kawasan hutan mangrove Pesanggaran, Denpasar, Jumat (9/10/2026). Menariknya, aksi bersih lingkungan berhasil mengumpulkan 3,56 ton sampah dalam 777 karung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali menjelang […]

  • Demokrat Bali Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Juwuk Legi, Made Mudarta: Rawat Kasih Sayang, Tolak Kekerasan

    Demokrat Bali Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Juwuk Legi, Made Mudarta: Rawat Kasih Sayang, Tolak Kekerasan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BULELENG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buleleng mengunjungi keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi pembunuhan di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Kunjungan berlangsung di kediaman keluarga korban di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Jumat (31/7/2026). Rombongan dipimpin Ketua DPD Partai Demokrat […]

  • Dr. Somvir Tegaskan KEK Tak Boleh Langgar Konservasi: Tahura Ngurah Rai Harga Mati untuk Bali

    Dr. Somvir Tegaskan KEK Tak Boleh Langgar Konservasi: Tahura Ngurah Rai Harga Mati untuk Bali

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com |— Anggota DPRD Provinsi Bali Periode 2024–2029 dari Partai NasDem, Dr. Somvir, menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali tidak boleh melanggar prinsip perlindungan lingkungan, khususnya terhadap kawasan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi abadi. Penegasan tersebut disampaikan Dr. Somvir saat mengikuti inspeksi mendadak […]

  • Diduga Hendak Tawuran, Sejumlah Remaja Diamankan Polresta Magelang

    Diduga Hendak Tawuran, Sejumlah Remaja Diamankan Polresta Magelang

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 887
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polresta Magelang Polda Jateng berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di depan pintu masuk Gedung Bale Wayang Dusun Semen, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (08/03/2025). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 02.30 WIB tersebut diketahui seorang Saksi yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Salam. Kapolresta Magelang Kombes […]

  • Polresta Cirebon Ungkap 7 Kasus Tindak Pidana, Amankan 13 Tersangka

    Polresta Cirebon Ungkap 7 Kasus Tindak Pidana, Amankan 13 Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 783
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Jajaran Polresta Cirebon berhasil mengungkap tujuh kasus tindak pidana. Petugas juga berhasil mengamankan 13 orang tersangka dari hasil pengungkapan seluruh kasus tindak pidana tersebut. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, 7 kasus tindak pidana yang telah diungkap itu terdiri dari 4 kasus pencurian sepeda motor (curanmor), 2 kasus pencurian […]

  • Bukan Sekadar Pulihkan Lingkungan, PLN UPK Timor Revitalisasi 5 Hektare Mangrove untuk Dorong Ekonomi Warga

    Bukan Sekadar Pulihkan Lingkungan, PLN UPK Timor Revitalisasi 5 Hektare Mangrove untuk Dorong Ekonomi Warga

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Matacompas.com-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN UPK Timor mengalokasikan dukungan TJSL untuk merevitalisasi kawasan mangrove yang sebelumnya terdampak Badai Seroja. Revitalisasi mencakup kawasan seluas kurang lebih 5 hektare yang mengalami kerusakan akibat bencana […]

expand_less