Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Komisi I DPRD Bali: Peran MDA dan Pararem Sangat Penting Cegah Kriminalitas, Pecalang Jangan Tumpang Tindih dengan Polisi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Budiutama, menegaskan bahwa keterlibatan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata. Menurutnya, pencegahan kriminalitas tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan desa adat melalui aturan-aturan adat yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan Budiutama saat memimpin Rapat Koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat terkait Aksi Kriminalitas yang Terjadi di Bali bersama Komisi I DPRD Provinsi Bali di Ruang Rapat Gabungan Lantai III DPRD Bali, Senin (13/7/2026). Rapat tersebut dihadiri pimpinan DPRD Bali, anggota Komisi I, perwakilan Polda Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Badan Intelijen Daerah (Binda) Bali, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, jajaran Kapolres se-Bali, Satpol PP Provinsi Bali, Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ketua Pecalang Provinsi Bali, serta kelompok pakar dan tim ahli Komisi I DPRD Bali.

Dalam rapat tersebut, Budiutama mengungkapkan bahwa Komisi I DPRD Bali telah berulang kali mengundang MDA untuk membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Bahkan, menurutnya, sudah lima kali MDA dilibatkan dalam forum serupa sebagai bentuk komitmen membangun sistem pengamanan berbasis desa adat.

“Sudah lima kali kami mengundang MDA terkait upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini menjadi catatan bagi kami untuk menyusun rekomendasi yang lebih konkret mengenai bagaimana keterlibatan MDA dalam membantu mencegah kriminalitas di Bali,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran MDA sangat strategis karena memiliki kewenangan membina desa adat dalam menyusun pararem, yaitu aturan adat yang mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat desa.

Menurut Budiutama, pararem bukan hanya mengatur tata kehidupan adat dan sosial kemasyarakatan, tetapi juga dapat menjadi instrumen dalam memperkuat keamanan lingkungan. Salah satunya melalui penyusunan pararem mengenai penduduk pendatang, yang bertujuan memperjelas mekanisme pendataan, pengawasan, hingga tanggung jawab sosial masyarakat sehingga potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan sejak dini.

“Pararem sangat penting untuk menjaga ketertiban di desa adat, termasuk mengatur penduduk pendatang agar keberadaan mereka tetap terdata dan menjadi bagian dari sistem pengawasan masyarakat. Ini merupakan langkah preventif dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas di lingkungan desa,” jelasnya.

Selain menyoroti peran MDA, Ketua Komisi I DPRD Bali juga menyinggung keberadaan pecalang yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pengamanan kegiatan adat dan keagamaan di Bali. Ia mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antara pecalang dengan aparat kepolisian.

Menurutnya, pecalang memiliki fungsi utama mengamankan pelaksanaan upacara adat, kegiatan keagamaan, serta menjaga ketertiban di wilayah desa adat. Namun, kewenangan tersebut tidak boleh melampaui tugas aparat kepolisian, termasuk dalam pengaturan lalu lintas maupun penutupan jalan umum di luar kebutuhan kegiatan adat yang telah dikoordinasikan.

“Jangan sampai terjadi overlap kewenangan antara pecalang dengan kepolisian. Pecalang sudah mendapatkan pembekalan dari pihak kepolisian sehingga memahami tugas dan batas kewenangannya. Selama ini tidak ada pecalang yang secara sembarangan menutup jalan tanpa koordinasi,” tegas Budiutama.

Ia berharap seluruh unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, MDA, desa adat, hingga pecalang dapat memperkuat koordinasi dan membangun sistem pengamanan yang terintegrasi. Dengan demikian, Bali tetap menjadi daerah yang aman, tertib, serta mampu menjaga citranya sebagai destinasi pariwisata internasional yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Hasil rapat koordinasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi Komisi I DPRD Provinsi Bali kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sebagai langkah memperkuat sistem keamanan daerah melalui kolaborasi antara aparat negara dan lembaga adat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audensi DPW NCW Bali Di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai

    Audensi DPW NCW Bali Di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasional Corruption Watch (NCW) Provinsi Bali melaksanakan audiensi resmi di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai sebagai bagian dari agenda penguatan kelembagaan dan sinergitas pengawasan partisipatif. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPW NCW Bali, Donnox Wong, memaparkan pengenalan kelembagaan, visi-misi, serta program kerja DPW NCW Bali. Audiensi […]

  • Bukan Soal Tajir, tapi Kolaborasi! Pesan Kadispora Bengkulu buat Anak Muda

    Bukan Soal Tajir, tapi Kolaborasi! Pesan Kadispora Bengkulu buat Anak Muda

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, menegaskan bahwa kesuksesan anak muda tidak selalu ditentukan oleh banyaknya modal atau kekayaan. Menurutnya, kolaborasi dan membangun jaringan adalah kunci utama untuk berkembang di era sekarang. “Banyak yang mikir sukses itu harus punya modal gede dulu. Padahal, kolaborasi yang kuat bisa membuka […]

  • Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Yakini Bali jadi Laboratorium Kearifan Lokal

    Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Yakini Bali jadi Laboratorium Kearifan Lokal

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, integrasi kedua sektor tersebut menjadi strategi penting agar petani tidak hanya menjadi pihak yang menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Penegasan itu disampaikan Koster saat menerima audiensi Forum Komunikasi […]

  • Era Baru Bola Tangan Bali Dimulai, PORJAR 2026 Jadi Panggung Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    Era Baru Bola Tangan Bali Dimulai, PORJAR 2026 Jadi Panggung Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali 2026 mencatatkan tonggak sejarah baru dalam perkembangan olahraga pelajar di Pulau Dewata. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga (cabor) bola tangan resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga definitif, sehingga seluruh perolehan medali yang diraih atlet kini sah masuk dalam penghitungan klasemen dan perolehan poin daerah. Momentum bersejarah ini menjadi […]

  • Ferdinandus Dhosa Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Pemberitaan WartaGlobal Tidak Sesuai Fakta

    Ferdinandus Dhosa Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Pemberitaan WartaGlobal Tidak Sesuai Fakta

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    NAGEKEO, Matakompas.comc- Ferdinandus Dhosa yang kerap disapa Ferdin akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang dimuat media online WartaGlobal.id yang menuding dirinya melakukan aksi penganiayaan brutal terhadap Kepala Desa Labolewa, Valens Nusa, dan seorang warga bernama Tobias Dega di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Sabtu (14/03/2026). Saat dikonfirmasi, Ferdinand menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan […]

  • Pansus TRAP Sambut Baik MSP Intaran, Dinilai Perkuat Perlindungan Pesisir dan Laut Bali

    Pansus TRAP Sambut Baik MSP Intaran, Dinilai Perkuat Perlindungan Pesisir dan Laut Bali

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Bali – Ketua Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Marine Spatial Planning (MSP) Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai model pengelolaan ruang laut yang berpihak kepada masyarakat adat, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya […]

expand_less