Apresiasi Warga Bali yang Sabar Mengantre BBM, Wayan Bawa: Kalau Terulang, Ganti Dirut
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Kesabaran masyarakat Bali dalam menghadapi krisis dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mendapat apresiasi dari anggota DPRD Bali, I Wayan Bawa, SH.
Menurutnya, masyarakat Bali telah menunjukkan kedewasaan dan kesabaran luar biasa di tengah situasi sulit. Meski harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, masyarakat dinilai tetap mampu menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah.
Hal tersebut menjadi perhatian penting, mengingat Bali merupakan daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Stabilitas sosial dan keamanan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan wisatawan serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Masyarakat kita di Bali terkenal penyabar dan tetap menjaga daerahnya agar tetap kondusif. Sektor pariwisata itu sangat penting sekali dengan isu sosial dan isu keamanan. Saya sangat mengapresiasi masyarakat kita yang begitu sabar, walaupun mengantre berjam-jam, bahkan ada yang beradu-adu. Itu yang saya salut,” ujar Wayan Bawa saat diwawancarai awak media seusai mengikuti sidang paripurna DPRD Bali, Jumat (30/10/2026).
Selain memberikan apresiasi kepada masyarakat, Wayan Bawa juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Bali beserta jajaran atas upaya koordinasi dan penanganan kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Pulau Dewata.
Ia menilai, persoalan distribusi BBM tersebut dapat ditangani dalam waktu relatif cepat dibandingkan perkiraan awal. Dengan demikian, dampak krisis tidak berlangsung terlalu lama dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
“Kedua, saya sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran, sehingga kelangkaan BBM yang terjadi di Bali tidak terlalu lama. Penanganannya lebih cepat daripada perkiraan kita. Tidak sampai satu sampai dua minggu sesuai perkiraan,” ungkapnya.
Meski demikian, Wayan Bawa mengingatkan agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Ia meminta koordinasi antara Gubernur Bali dengan jajaran pimpinan Pertamina, khususnya Direktur Utama, terus diperkuat guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Bali.
Menurutnya, pemerintah perlu menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh, terutama menyangkut kesiapan stok, sistem distribusi, serta langkah antisipasi ketika terjadi gangguan pasokan.
Ia menegaskan, apabila krisis serupa kembali terjadi, evaluasi harus dilakukan secara serius, termasuk terhadap jajaran pimpinan yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan distribusi BBM.
“Kalau terjadi lagi, kita evaluasi saja. Terakhir, pecat saja Dirut, ganti saja. Ngapain juga kita negara yang begitu kaya ini dengan gaji yang begitu besar dikirim orang yang tidak jelas,” tegas Wayan Bawa.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan keras agar persoalan distribusi energi tidak dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, kelancaran pasokan BBM di Bali bukan hanya menyangkut kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga berkaitan langsung dengan denyut ekonomi, aktivitas UMKM, dunia usaha, hingga keberlangsungan industri pariwisata.
Bagi Bali, stabilitas pasokan energi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga citra daerah sebagai destinasi pariwisata internasional. Karena itu, pengalaman krisis BBM kali ini diharapkan menjadi momentum pembenahan sistem distribusi energi agar kejadian serupa tidak kembali membebani masyarakat dan perekonomian Pulau Dewata.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar