Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga “Mesadu” ke Pansus TRAP, Dugaan Pembabatan Mangrove Seret BTID di Serangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com  — Suara warga pesisir Serangan akhirnya mencuat di tengah inspeksi mendadak yang dilakukan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Kamis (23/4). Dalam momen tersebut, warga secara langsung “mesadu” atau mengadu kepada pansus, mengungkap dugaan kerusakan mangrove yang berdampak pada ruang hidup nelayan.

Keluhan itu disampaikan oleh warga asli Serangan, I Wayan Sudiarsa, saat rombongan pansus hendak meninggalkan lokasi peninjauan. Ia mengungkapkan bahwa kawasan yang dulunya merupakan jalur air dan tempat mencari udang kini telah berubah akibat aktivitas penimbunan dan pemotongan vegetasi mangrove.

“Saya kemarin ke sini cari udang. Dulu tempat ini bisa dilalui, sekarang sudah hilang. Nelayan kehilangan ruang,” ujar Sudiarsa di hadapan anggota pansus.

Mendengar laporan tersebut, rombongan Pansus TRAP yang dipimpin Ketua I Made Supartha bersama Sekretaris I Dewa Nyoman Rai langsung bergerak menuju titik yang dimaksud. Lokasi itu berada di area yang relatif tersembunyi dan hanya diketahui oleh warga setempat.

Di lokasi, pansus menemukan alat berat berupa ekskavator serta kondisi lahan yang telah mengalami perubahan signifikan. Sejumlah titik yang sebelumnya berupa perairan tampak telah dipadatkan menjadi daratan. Perubahan ini dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari kawasan tersebut.

Sudiarsa juga mengungkap bahwa proses perubahan terjadi secara bertahap, dimulai dari pemotongan mangrove hingga pemadatan lahan. Ia bahkan mengaku mendapat informasi dari pekerja di lapangan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Pernyataan itu memicu perdebatan di lokasi antara pansus dan pihak BTID. Perwakilan perusahaan, Anak Agung Ngurah Buana, sempat menyatakan tidak mengetahui aktivitas pembabatan tersebut. Namun dalam perkembangan diskusi, diakui bahwa area tersebut memang berada dalam penguasaan lahan perusahaan berstatus Hak Guna Bangunan (HGB).

Menanggapi hal itu, Ketua Pansus TRAP I Made Supartha menegaskan bahwa kepemilikan lahan tidak dapat dijadikan alasan untuk merusak ekosistem mangrove. Ia menekankan bahwa kawasan mangrove memiliki fungsi ekologis vital dan dilindungi oleh regulasi.

“Apapun alasannya, ini sudah merusak ekosistem. Mau lahan HGB atau apa, tidak bisa semena-mena menebang mangrove,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pansus TRAP merekomendasikan penghentian sementara sejumlah aktivitas di kawasan tersebut. Satpol PP Provinsi Bali pun diminta memasang garis pengaman di titik yang diduga bermasalah, sembari menunggu pendalaman lebih lanjut terkait aspek perizinan, tata ruang, dan lingkungan.

Di sisi lain, pihak BTID menyayangkan langkah yang diambil pansus. Mereka menilai tindakan penghentian aktivitas seharusnya melalui mekanisme resmi dan melibatkan pemerintah provinsi sebagai pihak eksekutif.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas, mempertemukan tiga kepentingan besar: suara warga yang merasa kehilangan ruang hidup, langkah pengawasan Pansus TRAP, serta kepentingan investasi BTID di kawasan strategis Serangan. Di tengah tarik-menarik tersebut, satu hal menjadi titik krusial—kelestarian mangrove dan masa depan ekosistem pesisir Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Kuliah Umum Rocky Gerung di Unmas, Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Bali Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Jati Diri

    Hadiri Kuliah Umum Rocky Gerung di Unmas, Gubernur Koster Ajak Mahasiswa Bali Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Jati Diri

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri dan menyimak kuliah umum Pengamat Politik sekaligus Akademisi Rocky Gerung yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa, 6 Januari 2026. Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Dialektika dan Retorika: Menguatkan Logika dan Nalar di Era Artificial Intelligence”. Dalam kata pengantarnya, Gubernur Koster menilai tema yang diangkat […]

  • Denpom I/5 Medan Grebek Sarang Narkoba Jl Mangkubumi, 9 Tersangka dan 117 gr Sabu Diamankan

    Denpom I/5 Medan Grebek Sarang Narkoba Jl Mangkubumi, 9 Tersangka dan 117 gr Sabu Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    MEDAN – Dugaan adanya keterlibatan oknum TNI AD dalam peredaran narkoba di Jalan Mangkubumi, mendorong tindakan tegas dari Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan. Tidak ingin citra institusi ternodai, Denpom I/5 Medan langsung bergerak cepat dengan menggelar operasi pemberantasan narkoba di kawasan tersebut pada Jumat (31/01/2025). Dalam operasi tersebut, sembilan pelaku berhasil diamankan beserta barang […]

  • Hari Kesaktian Pancasila 2026, Gung Cok Ajak Jadikan Momentum Sejarah untuk Meneguhkan Ideologi Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila 2026, Gung Cok Ajak Jadikan Momentum Sejarah untuk Meneguhkan Ideologi Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Pada 1 Oktober 2026 ini, masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum refleksi atas berbagai peristiwa sejarah yang pernah menguji keteguhan […]

  • Festival Balon Wonosobo

    Festival Balon Wonosobo

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 956
    • 0Komentar

    WONOSOBO,JARRAKPOS.COM – Festival balon udara di Wonosobo dalam rangka Festival Mudik 2025 tinggal tersisa dua hari lagi. Bagi pemudik yang belum menyaksikan festival balon udara udara tersebut, masih ada kesempatan untuk melihatnya secara langsung pada tanggal 5 dan 6 April 2025. Dikutip dari situs resmi Wonosobo Tourism Information Center, festival balon udara digelar pada pukul […]

  • Aksara Bali Jangan Hilang dari Kawasan Wisata, Dr. Somvir: Ubud Akan Lebih Indah dan Spiritual

    Aksara Bali Jangan Hilang dari Kawasan Wisata, Dr. Somvir: Ubud Akan Lebih Indah dan Spiritual

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DENPASAR – Penggunaan Aksara Bali di ruang publik, khususnya pada kawasan pariwisata, kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, menegaskan Aksara Bali tidak boleh perlahan menghilang dari wajah kawasan wisata karena keberadaannya merupakan bagian penting dari identitas, estetika, budaya, hingga nilai spiritual Pulau Dewata. Sorotan tersebut mengemuka menyusul masih ditemukannya sejumlah […]

  • Guru Harus Jadi Tauladan, Bukan Sekedar Pengajar

    Guru Harus Jadi Tauladan, Bukan Sekedar Pengajar

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Guru bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi panutan dalam pembentukan karakter siswa. Kalau gurunya tidak disiplin dan tidak memberi teladan, bagaimana bisa membentuk karakter siswa. Hal itu disampaikan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si saat menjadi pembina apel pagi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Rabu (9/4/2025). Apel […]

expand_less