Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dukung Pansus TRAP, Pengamat Minta Pemerintah Bela Wong Cilik dan Selamatkan Subak Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pengamat Kebijakan Publik Putu Suasta yang juga Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu, memberikan apresiasi terhadap langkah tegas Pansus TRAP DPRD Bali dalam menutup bangunan liar yang merusak kawasan Subak Jatiluwih.

 Menurutnya, tindakan Satpol PP Bali dalam penyegelan saat sidak Pansus di Tabanan, Selasa, 2 Desember 2025 merupakan langkah nyata menjaga wajah pariwisata budaya Bali yang selama ini mengusung konsep subak dan telah menjadi pusat perhatian dunia.

“Saya puji Pansus TRAP DPRD Bali berani tertibkan pelanggaran Jatiluwih, selanjutnya daerah lain juga baik Badung, Gianyar, Bangli, Jembrana, Buleleng, Klungkung hingga Katangasem,” kata Putu Suasta di Denpasar, Jumat, 5 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa dengan temuan Pansus, kepala daerah baik Gubernur Bali maupun Bupati Tabanan dapat mengambil sikap tegas. Suasta menilai, gerakan penertiban harus dibarengi kebijakan yang berpihak kepada petani sebagai penjaga subak.

Ia menyarankan agar lahan petani dibebaskan pajak, hasil panen dijamin pemerintah, dan APBD untuk sektor pertanian diberi porsi prioritas. Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 tentang Larangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Sektor Lain dinilai positif, namun harus diikuti penyediaan solusi agar petani tidak terdorong menjual sawah.

“Jangan sampai jargon bela wong cilik atau marhaen, tetapi petani dicekik. Petani dibiarkan miskin sehingga tergoda melalukan praktik alih fungsi lahan,” ujarnya.

Putu Suasta juga mengingatkan bahwa hasil PAD, termasuk dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA), harus digunakan untuk menjaga daya dukung pariwisata, alam, budaya dan pertanian Bali. Ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan apabila tidak diawasi.

Putu Suasta kemudian menilai pelestarian Subak adalah pelestarian budaya Bali itu sendiri, mengingat sistem subak yang dibangun oleh Rsi Markandya telah berumur sekitar seribu tahun. Tradisi distribusi air, pengelolaan konflik hingga ritual keagamaan merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak tergantikan.

Menurut Putu Suasta, ancaman terbesar saat ini bukan hanya kerusakan fisik, tetapi hilangnya sejarah Subak Puakan sebagai subak pertama yang dibangun di Bali. Subak bersejarah yang terletak di Desa Taro, Gianyar tersebut mulai porak-poranda akibat alih fungsi lahan.

Jika kawasan ini punah, kata Suasta, generasi mendatang hanya mewarisi pura tanpa jejak karya pertanian dan kebudayaan yang melingkupinya. UNESCO pun telah memperingatkan ancaman kelestarian lansekap subak dan sumber-sumber air di Bali, yang menjadi taruhan besar bagi masa depan pariwisata hijau pulau Dewata.

Putu Suasta menegaskan komitmen pemerintah akan terlihat dari rancangan APBD. Ia mengingatkan agar tidak menjadikan subak sebagai slogan tanpa realisasi kebijakan.

“Jika mereka berbicara Subak, dinilai hanya sebatas lip service. Bali identik pertanian dari Subak warisan Rsi Markendnya,” tutupnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Bengkulu Dukung Transformasi PPLP Menjadi SPOBNAS, Perkuat Pembinaan Atlet Muda

    Dispora Bengkulu Dukung Transformasi PPLP Menjadi SPOBNAS, Perkuat Pembinaan Atlet Muda

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 822
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) bertransformasi menjadi Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS), seiring dengan perubahan regulasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Transformasi ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) No. 11 Tahun 2024, yang bertujuan memperjelas arah pembinaan atlet muda berbakat secara lebih terstruktur dan terarah. Kasi […]

  • Di Duga Akibat Kelalaian Karyawan, Pabrik Kerupuk Kulit Di Ciledug Terbakar.

    Di Duga Akibat Kelalaian Karyawan, Pabrik Kerupuk Kulit Di Ciledug Terbakar.

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Telah terjadi kebakaran di Pabrik pembuatan kerupuk kulit milik seorang warga yang bernama Kursan bin Kamir yang beralamat di Blok Pamosongan, RT 004 RW 001 , Desa Ciledug lor Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon. Minggu13 April 2025. Menurut informasi dari salah satu karyawan Pabrik yang bernama Nopriansah, tepat pada pukul 12.38 wib karyawan […]

  • Divonis Seumur Hidup

    Divonis Seumur Hidup

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 837
    • 0Komentar

    TANGERANG,JARRAKPOS.COM – Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo dan Sertu Akbar Adli telah dijatuhi hukuman atau vonis seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08. Untuk terdakwa Sertu Rafsin Hermawan divonis empat tahun terkait dengan kasus dugaan penembakan mati bos rental mobil di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Hakim Pengadilan Militer pun membacakan hal yang […]

  • Bangkit Pasca Pandemi, Natya Hotel & Resort Rayakan HUT ke-12 dengan Semangat Baru

    Bangkit Pasca Pandemi, Natya Hotel & Resort Rayakan HUT ke-12 dengan Semangat Baru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Natya Hotel & Resort merayakan Hari Jadi ke-12 secara sederhana namun penuh makna. Momen ini sekaligus menandai lahirnya semangat dan komitmen baru bertajuk “Natya Hotel is My Life Adventure”, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 pemilik Natya Hotel & Resort, I Nengah Natyanta. Perayaan berlangsung hangat dengan suguhan hiburan duet […]

  • Sejak SMA, Wayan Koster Sudah Membaca Masalah Pura Agung Besakih, Kini Ditata Menyeluruh

    Sejak SMA, Wayan Koster Sudah Membaca Masalah Pura Agung Besakih, Kini Ditata Menyeluruh

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas com — Penataan besar di kawasan suci Pura Agung Besakih ternyata bukan lahir dari proses birokrasi semata. Gagasan itu berakar dari ingatan lama seorang pelajar yang datang untuk sembahyang, lalu diam-diam mencatat ketidakteraturan yang ia lihat. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa ide menata Besakih sudah muncul sejak dirinya masih duduk di bangku […]

  • Koster Tegaskan Dukungan Penuh untuk Program Prabowo, Bali Siapkan Lahan MBG, Koperasi Merah Putih hingga Sekolah Rakyat

    Koster Tegaskan Dukungan Penuh untuk Program Prabowo, Bali Siapkan Lahan MBG, Koperasi Merah Putih hingga Sekolah Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung seluruh kebijakan dan program strategis nasional yang dipimpin Presiden RI, Prabowo Subianto. Dukungan tersebut tidak hanya sebatas pernyataan politik, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, mulai dari penyediaan lahan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga […]

expand_less