Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gederang Perang Ditabuh, Said Abdullah Siap Perang Terbuka dengan Jokowi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
  • visibility 332
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com Jakarta – Politisi PDI-P Said Abdullah mengisyaratkan agar Joko Widodo (Jokowi) tak lagi ikut campur urusan internal PDIP. Hal itu disampaikan Said merespons pernyataan Jokowi yang berharap agar kepala daerah dari PDIP mengikuti restret di Akmil Magelang meski ada instruksi larangan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua Front Pemuda Madura (FPM), Asip Irama merespons pernyataan Said. Ia menilai pernyataan tersebut tidak pantas dan terkesan menyerang Jokowi. Padahal, menurutnya, pernyataan pernyataan Presiden ke-7 RI itu normatif dan justru menunjukkan dirinya sebagai seorang negarawan.

Asip mengingatkan Said Abdullah bahwa Jokowi sebagai mantan kader PDIP turut berkontribusi membesarkan partai berlambang kepala banteng itu.

“Bagaimana pun Jokowi itu turut berkontribusi membesarkan PDIP dan pernyataan Jokowi kan sebenarnya negarawan,” kata Asip di Jakarta pada Sabtu (22/2/2025).

Terlebih, katanya, pembinaan kepala daerah yang berlangsung di Magelang itu merupakan agenda pemerintah. “Retret itu kan agendanya pemerintah dan PDIP selama ini selalu bilang bahwa Bu Mega tak ada masalah dengan Presiden Prabowo,” sambungnya.

Sebab itu, menurut Asep, respons Said Abdullah atas pernyataan Jokowi tidak pantas.

“Jadi respons Said Abdullah ke Jokowi itu menurut saya tidak pantas. Dia terkesan menyerang Jokowi,” ujarnya.

Asep mengatakan pernyataan Jokowi agar kepala daerah dari PDIP ikut retret hanyalah pendapat pribadi. “Tidak dalam rangka ikut campur apalagi mengatur-ngatur kebijakan internal partai,” ucapnya.

Lebih lanjut, Asip pun menilai Said Abdullah seperti mulai menabuh genderang perang terbuka melawan Jokowi.

“Ini ibarat tantangan perang terbuka ke Jokowi,” ujarnya.

Menurut Asip, sikap Said ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang dinilai tidak berani konfrontasi dengan Jokowi.

“Dulu waktu Jokowi masih presiden Said Abdullah tak berani perang terbuka dengan Jokowi, mungkin saat ini Said Abdullah berani karena merasa dia punya posisi utuk mengatur keuangan negara sebagai Ketua Banggar,” pungkas Asip.

Diketahui sebelumnya, Said Abdullah memberi sindiran menohok kepada Jokowi yang berkomentar agar kepala daerah dari PDIP tetap mengikuti retret meski ada instruksi larangan dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Said mengisyaratkan agar Jokowi tak perlu ikut campur urusan internal PDIP. Sebab, menurutnya, instruksi larangan ikut retret merupakan urusan internal partai dan Jokowi bukan lagi bagian dari partai kepala banteng.

“Ini soal partai lah ya, urusan internal, bukan urusan orang luar,” kata Said di kediaman Megawati, Jl. Teuku Umar No. 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolresta Magelang dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Pos PAM dan Bagikan Bingkisan untuk Petugas

    Kapolresta Magelang dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Pos PAM dan Bagikan Bingkisan untuk Petugas

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 842
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM –  Kapolresta Magelang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Magelang mengunjungi sejumlah Pos Pam Ramadan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2025 (OKC 2025), Senin (24/03/2025). Kapolresta Magelang Polda Jateng Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H. mengatakan kunjungan ke Pos Pam Ramadan ini guna memantau langsung kesiapan dan kesiagaan personel pos. Serta mengetahui kelengkapan […]

  • Jelang Hari Bakti Ke 69, Kodam IX/Udayana Gelar Penjamasan Pataka di Pura  Durga Kutri

    Jelang Hari Bakti Ke 69, Kodam IX/Udayana Gelar Penjamasan Pataka di Pura Durga Kutri

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 32
    • 0Komentar

    GIANYAR, MataKompas.com – Memperingati Hari Bhakti ke-69 Kodam IX/Udayana, suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (26/5/2026). Kodam IX/Udayana menggelar prosesi Penjamasan Pataka “Praja Raksaka”, sebuah tradisi spiritual tahunan yang sarat makna sebagai simbol penyucian dan peneguhan komitmen pengabdian prajurit kepada rakyat, bangsa, dan negara. Prosesi […]

  • Putusan Inkracht! Gugatan terhadap Gubernur Bali soal Larangan AMDK di Bawah 1 Liter Kandas, Pengadilan Tegaskan SE Bali Bersih Sampah Tetap Berlaku

    Putusan Inkracht! Gugatan terhadap Gubernur Bali soal Larangan AMDK di Bawah 1 Liter Kandas, Pengadilan Tegaskan SE Bali Bersih Sampah Tetap Berlaku

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR – Upaya hukum untuk membatalkan kebijakan Gubernur Bali terkait pelarangan produksi dan distribusi air minum dalam kemasan (AMDK) plastik sekali pakai berukuran di bawah satu liter resmi berakhir. Setelah melalui dua tingkat peradilan, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Mataram menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima. […]

  • Setelah Penahanan Kurator, KAMAKSI Minta Evaluasi Pengawasan Dana Jaminan Tambang Nasional

    Setelah Penahanan Kurator, KAMAKSI Minta Evaluasi Pengawasan Dana Jaminan Tambang Nasional

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Matacompas.com Pangkalpinang – Ketua KAMAKSI Bangka Belitung Ahmad Ridwan meminta Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung mengusut lebih jauh penggunaan dana jaminan pascatambang PT Koba Tin, menyusul penahanan dua kurator perusahaan tersebut dalam perkara dugaan korupsi yang sebelumnya menyeret dua pegawai bank sebagai tersangka. Ridwan menilai penahanan kurator menjadi momentum penting untuk mengungkap siapa yang mengajukan pencairan, […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Sosialisasi Operasi Gaktib dan Yustisi dari Subdenpom VI/3-1 Nunukan

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Sosialisasi Operasi Gaktib dan Yustisi dari Subdenpom VI/3-1 Nunukan

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Komando Taktis menerima sosialisasi Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) “Waspada Wira Beliung” dan Operasi Yustisi “Citra Wira Beliung” dari Subdenpom VI/3-1 Nunukan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan disiplin dan kepatuhan prajurit terhadap peraturan berlalu lintas serta aturan hukum lainnya. Minggu(16/2/2025) Sosialisasi ini diikuti oleh seluruh personel Satgas Pos Kotis […]

  • Aktivis Lintas Organisasi Geruduk KPK Desak Periksa dan Tangkap Pimpinan DPD RI Atas Dugaan Reses Ilegal Rugikan Keuangan Negara

    Aktivis Lintas Organisasi Geruduk KPK Desak Periksa dan Tangkap Pimpinan DPD RI Atas Dugaan Reses Ilegal Rugikan Keuangan Negara

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Jakarta- jarrakpos.com | Aktivis Lintas Organisasi yang terdiri dari Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI), Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Pemuda Bersatu Merah Putih (PBMP) dan Kaukus Eksponen Aktivis ’98 (KEA) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada hari Jum’at 11 April 2025 mendesak KPK segera memeriksa dan menahan Pimpinan […]

expand_less