25 Tahun Mengabdi di Polri, Mangku Pastika Bernostalgia Saat Disambangi PEPABRI Bali
- account_circle admin
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR | Semangat kekeluargaan dan penghormatan kepada para senior mewarnai rangkaian anjangsana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) Provinsi Bali dalam rangka memperingati HUT ke-67 PEPABRI.
Salah satu tokoh yang dikunjungi adalah mantan Gubernur Bali dua periode, Komjen Pol (Purn) Dr. Made Mangku Pastika, di kediamannya di Denpasar, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua DPD PEPABRI Bali, Brigjen TNI (Purn) Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si. Selain Mangku Pastika, rombongan juga menyambangi kediaman Ibu Dewa Oka, istri mantan Wakil Gubernur Bali, serta H. Sunhaji, mantan Kabintal dan anggota DPRD Mataram yang tengah menjalani perjuangan melawan stroke.
Bagi Mangku Pastika, kedatangan jajaran PEPABRI Bali bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kepedulian organisasi terhadap para senior serta sesama purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri.
Mangku Pastika bahkan mengaku bangga melihat soliditas jajaran PEPABRI Bali, termasuk keseragaman pakaian yang dikenakan selama kegiatan anjangsana.
Ia juga mengapresiasi komitmen PEPABRI Bali dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam upaya mengurangi penggunaan sampah plastik. Hal tersebut ditunjukkan dengan kebiasaan membawa tumbler dalam kegiatan organisasi.
Dalam suasana penuh keakraban, Mangku Pastika turut mengenang perjalanan panjang pengabdiannya selama 25 tahun sebagai anggota Polri. Berbagai pengalaman saat bertugas di daerah operasi maupun menjalankan penugasan di luar negeri menjadi bagian dari cerita yang dibagikannya kepada rombongan.
Di tengah kenangan perjalanan pengabdian tersebut, Mangku Pastika menyampaikan dukungannya terhadap cita-cita PEPABRI Bali dalam meningkatkan kesejahteraan para purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri.
“Cita-cita mulia PEPABRI Bali untuk kesejahteraan para Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri, saya dukung,” ujar Mangku Pastika yang didampingi Ibu Mangku.
Ketua DPD PEPABRI Bali Brigjen Budiastawa mengatakan, anjangsana merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap para senior dan rekan seperjuangan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa dan negara.
Menurutnya, banyak anggota TNI-Polri yang telah menjalani masa pengabdian selama 25 hingga 35 tahun. Karena itu, perhatian dan penghormatan kepada mereka harus terus dijaga meskipun telah memasuki masa purna tugas.
“Ini bentuk nyata kepedulian dan penghormatan kami kepada para senior dan rekan seperjuangan yang telah mengabdi 25 hingga 35 tahun di TNI-Polri untuk bangsa dan negara. Melalui silaturahmi ini, kita perkuat ikatan kekeluargaan di tubuh PEPABRI,” tegasnya.
Dari kediaman Mangku Pastika, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediaman Ibu Dewa Oka. Suasana haru terasa ketika kunjungan tersebut berlangsung.
Dengan kondisi suara yang terbatas dan mata berkaca-kaca, Ibu Dewa Oka mengaku terharu karena untuk pertama kalinya mendapatkan kunjungan dari jajaran PEPABRI.
Perhatian serupa diberikan kepada H. Sunhaji. Rombongan tidak hanya memberikan tali asih, tetapi juga menggelar doa bersama untuk mendoakan kesembuhan dan kesehatan mantan Kabintal tersebut.
Ibu Sunhaji menyampaikan rasa terima kasih dan harunya atas perhatian yang diberikan PEPABRI Bali.
“Baru kali ini dikunjungi dan Ketua langsung yang hadir,” ujarnya terbata.
Brigjen Budiastawa menegaskan, momentum HUT ke-67 PEPABRI harus menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar organisasi untuk terus menjaga marwah, kehormatan, solidaritas, dan hubungan kekeluargaan.
Ia mengajak seluruh anggota PEPABRI, baik purnawirawan TNI-Polri, warakawuri maupun PNS, untuk tetap menjaga kebersamaan serta saling menghormati.
“Demi kehormatan PEPABRI, mari kita jaga hubungan baik, kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghormati sesama purnawirawan, baik TNI-Polri, Warakawuri, maupun PNS,” katanya.
Rangkaian anjangsana ditutup dengan penyerahan tali asih, foto bersama, serta doa untuk kesehatan dan umur panjang para senior.
Lebih dari sekadar agenda memperingati HUT ke-67 PEPABRI, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika seorang prajurit atau anggota Polri memasuki masa purna tugas. Nilai persaudaraan, penghormatan, dan kepedulian tetap menjadi bagian penting dalam menjaga marwah keluarga besar PEPABRI.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar