Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lindungi Jatiluwih, Pansus TRAP DPRD Bali Dorong Pariwisata Berbasis Petani dan Larang Alih Fungsi Lahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mempersiapkan rekomendasi strategis untuk memastikan kawasan Jatiluwih tetap terlindungi sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, sekaligus memberi ruang bagi penguatan ekonomi masyarakat lokal.

 

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., menegaskan bahwa perlindungan Jatiluwih tidak bisa hanya berorientasi pada pelarangan, tetapi harus disertai skema pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi petani.

 

Hal tersebut disampaikan Made Supartha, saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa, 6 Januari 2026.

 

Menurut Made Supartha, kawasan warisan dunia seluas sekitar 1.283 hektar ymencakup 14 desa adat dan 9 desa dinas, ternyata memerlukan pengawasan ketat, mengingat adanya temuan aktivitas pembangunan di lahan sawah yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

 

“Ini luar biasa. Ketika UNESCO dan lembaga dunia sudah memberi pengakuan, maka kewajiban kita adalah menjaga dan merawatnya bersama-sama,” tegasnya.

 

Penegakan Aturan Jadi

Pondasi

 

Pansus TRAP mencatat adanya sekitar 13 temuan aktivitas yang diduga melanggar ketentuan tata ruang di kawasan Jatiluwih.

 

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan telah mengeluarkan hingga tiga kali peringatan kepada pihak terkait.

 

“Kalau sudah ada tiga kali peringatan, seharusnya memang dituntaskan. Regulasi sudah jelas,” ujarnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Pansus TRAP DPRD Bali bersama Satpol PP Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan pengawasan, termasuk pemasangan pembatas sementara sebagai langkah pengendalian.

 

Pendekatan Humanis dan Pro-Petani

 

Meski menegaskan pentingnya penegakan aturan, Made Supartha menekankan bahwa seluruh proses evaluasi dilakukan secara humanis dengan tetap menempatkan petani sebagai prioritas utama.

 

Setelah dilakukan komunikasi dengan masyarakat, pembatas yang sempat dipasang akhirnya dicabut agar tidak mengganggu aktivitas pertanian dan kunjungan wisata.

 

“Kami ingin evaluasi ini berjalan baik, adil, dan tidak merugikan petani. Tujuan akhirnya tetap kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

 

Empat Rekomendasi Utama Pansus

 

Dalam waktu dekat, Pansus TRAP DPRD Bali bakal memanggil Bupati Tabanan beserta jajaran eksekutif dan legislatif setempat untuk menyampaikan rekomendasi resmi.

 

Menurutnya, rekomendasi tersebut meliputi:

Pengamanan ketat kawasan Jatiluwih sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

 

Penegakan regulasi larangan alih fungsi lahan sesuai peraturan perundang-undangan.

 

Moratorium pembangunan baru di kawasan LSD dan LP2B, disertai penataan ulang bangunan yang sudah ada secara humanis dan selaras dengan lanskap sawah.

 

Selain itu, juga dilakukan penguatan ekonomi berbasis masyarakat agar pariwisata memberi manfaat langsung bagi petani dan warga lokal.

 

Pariwisata Tetap Jalan, Sawah Tetap Lestari

 

Sebagai solusi jangka panjang, Pansus TRAP mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis desa, seperti kuliner rumahan berstandar internasional, homestay milik warga, jalur jogging track ramah lingkungan serta penataan bangunan pertanian pendukung yang menyatu dengan hamparan sawah.

 

“Dengan konsep ini, wisata tetap jalan, sawah tetap lestari, dan masyarakat langsung merasakan manfaat ekonomi,” kata Made Supartha.

 

Made Supartha juga menegaskan, status Jatiluwih sebagai warisan dunia sejak 2012 bukan sekadar pengakuan internasional, tetapi amanah untuk menjaga sistem subak sebagai warisan leluhur petani Bali.

 

“Ini bukan hanya soal tata ruang, tapi soal menjaga warisan leluhur petani Bali yang telah mendunia,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Macan Dewan” I Dewa Nyoman Rai dan Dr. Somvir Bertemu Baba Bageshwar Dham, Bali Jadi Titik Temu Spiritualitas Dunia

    “Macan Dewan” I Dewa Nyoman Rai dan Dr. Somvir Bertemu Baba Bageshwar Dham, Bali Jadi Titik Temu Spiritualitas Dunia

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR – Di balik kerasnya dinamika politik dan ketegasan menjalankan fungsi pengawasan sebagai wakil rakyat, ternyata ada ruang lain yang menjadi perhatian I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H. Dunia spiritual dan meditasi menjadi salah satu sisi kehidupan yang selama ini tidak banyak diketahui publik.   Sosok yang kerap dijuluki “Macan Dewan” itu pada Sabtu (8/8/2026) […]

  • Masyarakat Kritik Pelayanan Petugas Tiket Kapal Roro Rute Rupat–Dumai Kurang Efisien

    Masyarakat Kritik Pelayanan Petugas Tiket Kapal Roro Rute Rupat–Dumai Kurang Efisien

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Matakompas.Com Dumai-Sejumlah masyarakat menyampaikan kritik terhadap pelayanan petugas tiket kapal Roro pada rute Rupat–Dumai. Keluhan ini muncul akibat proses pembelian tiket yang dinilai tidak jelas dan membingungkan. Warga mengaku harus berpindah-pindah lokasi untuk mendapatkan tiket, karena tempat penjualan yang tidak tetap. 23/03/26 Kondisi tersebut dinilai menyulitkan dan membuat calon penumpang merasa tidak nyaman. “Kami harus […]

  • Upacara Pembukaan Patroli di Perbatasan

    Upacara Pembukaan Patroli di Perbatasan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    SERUDONG,JARRAKPOS.COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad menggelar Upacara Pembukaan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri I Tahun 2025 bersama Tentara Diraja Malaysia, yang dilaksanakan di Pos Serudong, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kegiatan ini dihadiri oleh Lt Kol Muhammad Ishraq bin Ibrahim, Commander Officer 3 RAMD, selaku pimpinan delegasi dari pihak Malaysia beserta jajaran, serta Letkol Arm Gde […]

  • Temukan Izin Tak Lengkap, Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Sementara Proyek Lift Kaca di Kelingking

    Temukan Izin Tak Lengkap, Pansus TRAP DPRD Bali Hentikan Sementara Proyek Lift Kaca di Kelingking

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Tim Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali akhirnya turun gunung ke proyek pembangunan yang sedang berpolemik, tepatnya di proyek lift kaca setinggi 180 meter di tebing Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung. Tim Pansus turun langsung ke lokasi pada Jumat (31/10) untuk menelusuri kejelasan izin proyek senilai […]

  • Bangunan Bekas Pos Pengamanan Pemilu dan Nataru di Lebak Kumuh Tak Terawat

    Bangunan Bekas Pos Pengamanan Pemilu dan Nataru di Lebak Kumuh Tak Terawat

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Keberadaan bangunan bekas Pos pengamanan Pilkada dan Nataru yang terletak di Alun – alun rangkasbitung Kabupaten Lebak mendapat kritikan tajam dari masyarakat. Alasannya karena keberadaannya tidak terawat hingga membuat kumuh serta mengganggu aktipitas masyarakat. “karena bangunan tersebut menggunakan bahu jalan dan trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki, apalagi ketika pada hari minggu yang […]

  • Tak Peka Terhadap Penderitaan Rakyat, DPRD Kota Serang Terima Tunjangan Ratusan Juta

    Tak Peka Terhadap Penderitaan Rakyat, DPRD Kota Serang Terima Tunjangan Ratusan Juta

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Serang – Matahukum menyoroti besarnya tunjangan perumahan untuk Ketua DPRD Kota Serang yang mencapai Rp28,5 juta perbulan atau diakumulasikan selama 12 bulan sekitar 342 juta dalam setahun. Matahukum menyebut, Kebijakan tujangan untuk ketua DPRD Kota Serang dan Anggota dewan lainnya dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi beban ekonomi. “Tunjangan untuk ketua […]

expand_less