Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Koster Resmi Berlakukan Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai Untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Lokal

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai Untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial, dan Ekonomi Masyarakat Lokal, yang ditandatangani, Selasa (Anggara Paing, Bala), 24 Pebruari 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Perda ini merupakan salah satu bentuk implementasi Visi Pembangunan Bali “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Selain itu, lanjutnya Perda Nomor 3 Tahun 2026 merupakan penjabaran serta pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 yang berdasar pada nilai kearifan lokal Sad Kerthi khususnya Segara Kerthi, yaitu menjaga kelestarian laut beserta pantai.

Perda dibentuk untuk memberikan landasan hukum dalam menjaga kelestarian. Pantai dan Sempadan Pantai yang memiliki garis batas yang ditetapkan untuk melindungi pantai dari pembangunan atau aktivitas yang dapat merusak lingkungan pantai.

“Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai diberlakukan mengingat Pantai dan Sempadan Pantai merupakan wilayah strategis yang memiliki fungsi Niskala-Sakala, utamanya untuk kepentingan upacara adat, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga menegaskan Perda dibentuk dengan tujuan:

a. melindungi dan menjaga Pantai dan Sempadan Pantai yang memiliki nilai dan fungsi adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal agar tidak mengalami degradasi atau alih fungsi yang merugikan masyarakat adat dan kepentingan publik;

b. mewujudkan harmonisasi pengaturan Pantai dan Sempadan Pantai dengan memperhatikan nilai-nilai Kearifan Lokal dan keberlangsungan fungsi ekologis;

c. menjamin hak dan peran masyarakat adat dalam pengelolaan dan pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai khususnya yang digunakan untuk kegiatan ritual, upacara atau aktivitas adat, sosial dan ekonomi masyarakat lokal;

d. mengatur pemanfaatan ruang Pantai dan Sempadan Pantai secara tertib dan berkelanjutan termasuk pembatasan terhadap pembangunan fisik atau aktivitas yang tidak sejalan dengan fungsi adat, sosial, serta ekonomi masyarakat lokal; dan

e. memberikan kepastian hukum dalam pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai dari kerusakan lingkungan, konflik pemanfaatan ruang dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kesucian Pantai dan Sempadan Pantai.

“Penjaminan atas Pelindungan Pantai Dan Sempadan Pantai untuk kegiatan upacara adat, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal ini sangat bermanfaat bagi Bali dan masyarakat Bali, karena dalam pengaturannya akan memberikan kepastian hukum terhadap fungsi Pantai dan Sempadan Pantai secara Niskala dan Sakala,” tegasnya.

Menurut Gubernur Koster, fungsi Niskala, yaitu untuk upacara adat; dan fungsi Sakala, meliputi fungsi sosial, fungsi ekonomi, serta fungsi lainnya, sehingga secara keseluruhan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Lokal Bali.

 Perda ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pelindungan penyelenggaraan upacara adat dan/atau kegiatan spiritual, pelaksanaan fungsi sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Materi yang diatur dalam Perda, meliputi: fungsi, pemanfaatan, pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai untuk Masyarakat Lokal, pembinaan dan pengawasan, sanksi administratif, peran serta Masyarakat, dan pendanaan.

Secara khusus Perda mengatur, Pemerintah Provinsi Bali melindungi fungsi Pantai dan Sempadan Pantai sebagai Kawasan Suci dan/atau kawasan yang dimanfaatkan untuk kegiatan Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual dari tindakan dan/atau kegiatan yang dapat menganggu kegiatan Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual, meliputi:

a. akses dan/atau jalur pelaksanaan Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual menuju dan atau melintasi Pantai dan Sempadan Pantai;

b. tempat pelaksanaan Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual seperti melasti, nyegara gunung, dan upacara lainnya yang berkaitan dengan Pantai dan Sempadan Pantai;

c. tempat penempatan sarana Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual;

d. jarak tertentu di sekitar Tempat Suci yang telah ada, dari tempat pelaksanaan dan tempat penempatan sarana Upacara Adat/dan atau Kegiatan Spiritual; dan

e. pelaksanaan ritual nyepi Pantai, nyepi segara atau sejenisnya untuk Desa Adat tertentu pada waktu tertentu sesuai Dresta yang ada.

Secara tegas Perda mengatur setiap orang dilarang melakukan tindakan dan/atau kegiatan di kawasan Pantai dan Sempadan Pantai, yaitu:

a. menghalangi dan/atau membatasi akses dan/atau jalur pelaksanaan

Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual; b. merusak, menghilangkan, atau memindahkan sarana prasarana Upacara Adat dan/atau Kegiatan Spiritual tanpa persetujuan dari pihak berwenang

dan/atau Desa Adat setempat;

c. mencemarkan kesucian tempat pelaksanaan Upacara Adat atau Kegiatan Spiritual; dan/atau

d. mengganggu kekhidmatan Kegiatan Spiritual. pelaksanaan Upacara Adat dan/atau

Pengaturan sanksi administratif dalam Perda ini diarahkan kepada pelanggar Perda yang jenis sanksinya berupa: peringatan tertulis; penghentian sementara kegiatan; penutupan lokasi; pencabutan izin; pembatalan izin; pembongkaran bangunan; dan/atau pemulihan fungsi ruang.

“Selain sanksi administratif, Perda juga mengatur pemberlakuan sanksi terkait berbagai bentuk pelanggaran yang mengakibatkan pencemaran, kerusakan, atau penodaan terhadap Pantai dan Sempadan Pantai,” pungkasnya. (Rd)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobilitas WNA Diawasi, Imigrasi Denpasar Temukan Dugaan Overstay di Ubud dan Sanur

    Mobilitas WNA Diawasi, Imigrasi Denpasar Temukan Dugaan Overstay di Ubud dan Sanur

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di Bali terus diperketat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengamankan dua WNA yang terindikasi melakukan pelanggaran izin tinggal atau overstay dalam patroli pengawasan keimigrasian di kawasan Ubud dan Sanur, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan di bawah kendali dan pimpinan langsung Direktur Jenderal […]

  • Camat Cikedung Encep Bersama Masyarakat Tangani Tanggul kali Pembuangan Siwalan yang Jebol!!

    Camat Cikedung Encep Bersama Masyarakat Tangani Tanggul kali Pembuangan Siwalan yang Jebol!!

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Memasuki musim penghujan diwilayah kabupaten Indramayu masyarakat di minta waspada bencana, hal ini tidak dapat dipungkiri karena hampir sebagian wilayah di Indramayu dilalui aliran sungai yang bermuara ke laut yang ada di Bibir pantai wilayah Indramayu. Kecamatan Cikedung yang wilayahnya dilalui aliran sungai besar dan kecil tak luput dari waspada bencana terutama ketika […]

  • Ruko Mewah Berada di Lahan  Manggove, Ketua  Pansus TRAP DPRD Bali: Ini  Sudah Masuk  Ranah  Pidana

    Ruko Mewah Berada di Lahan  Manggove, Ketua  Pansus TRAP DPRD Bali: Ini  Sudah Masuk  Ranah  Pidana

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Panitia Khusus (Pansus) TRAP DPRD Provinsi Bali kembali melakukan langkah tegas dalam penegakan tata ruang dan pengawasan aset daerah di Bali. Pasalnya, Pansus TRAP DPRD Bali melakukan Sidak di wilayah Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat, 24 Oktober 2025. Dalam Sidak, Tim Pansus TRAP DPRD Bali menemukan bangunanRuko Mewah berdiri […]

  • Hari Kebebasan Pers Sedunia: Fenomena ‘Si Paling Wartawan’

    Hari Kebebasan Pers Sedunia: Fenomena ‘Si Paling Wartawan’

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei semestinya menjadi momentum refleksi bersama. Namun, di tengah peringatan itu, muncul ironi yang kian sulit diabaikan, yakni fenomena “si paling wartawan”, mereka yang merasa paling paham, paling benar, dan paling layak menyandang identitas jurnalis, tanpa benar-benar memahami esensi profesi ini. Hari ini, mengaku sebagai wartawan terasa […]

  • Yayasan Camellia Panduwinata Peduli Ribuan Santri di Rangkasbitung, Begini Harapan KITA Lebak 

    Yayasan Camellia Panduwinata Peduli Ribuan Santri di Rangkasbitung, Begini Harapan KITA Lebak 

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Yayasan Camellia Panduwinata kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan ribuan telur dan minyak goreng di Pondok Pesantren (Ponpes) La Tahzan. Kegiatan tersebut dilakukan di Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami KM 7, Kampung Kalapa Tilu, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat, 7 Februari 2025 kemarin Camellia Panduwinata Lubis menyebut, gerakan ini bukan sekadar […]

  • HPN Badung Dorong UMKM Naik Kelas, Jadikan Hari Santri Nasional Momentum Penguatan Ekonomi Keluarga

    HPN Badung Dorong UMKM Naik Kelas, Jadikan Hari Santri Nasional Momentum Penguatan Ekonomi Keluarga

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BADUNG — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Badung tidak hanya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar serta meningkatkan perekonomian keluarga. Semangat tersebut terlihat dalam partisipasi Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Badung pada peringatan Hari Santri […]

expand_less