Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jaga Kesucian Pura Agung Besakih, Koster Keluarkan SE Tatanan Baru bagi Pamedek Saat Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang tatanan baru bagi pamedek atau pengunjung saat memasuki dan berada di kawasan suci Pura Agung Besakih selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Sabtu, 14 Maret 2026.

Kebijakan ini diterbitkan untuk menjaga kesucian pura sekaligus menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan selama pelaksanaan upacara besar umat Hindu tersebut.

Selain itu, aturan ini juga bertujuan mendukung pelaksanaan persembahyangan agar berlangsung tertib dan lancar bagi pamedek dari Bali maupun luar daerah.

Dalam Surat Edaran (SE) tersebut dijelaskan bahwa Pura Agung Besakih yang berada di lereng Gunung Agung merupakan pura utama dan termasuk Pura Kahyangan Jagat tertinggi di Bali.

Dalam berbagai teks susastra Bali, Gunung Agung juga dikenal dengan nama Tolangkir yang memiliki makna “Dia Yang Mahatinggi, Mahamulia, sekaligus Mahaagung”.

Besakih bahkan disebut sebagai “Huluning Bali Rajya” atau hulu kerajaan Bali serta “Madyanikang Bhuwana” yang berarti pusat dunia.

Oleh karena itu, kawasan ini sejak zaman kerajaan Bali kuno dikategorikan sebagai kawasan suci yang tidak boleh dimasuki secara sembarangan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga telah membangun berbagai fasilitas pendukung di kawasan suci Besakih guna mengakomodasi kebutuhan pamedek selama pelaksanaan persembahyangan.

Jadwal Karya dan Nyejer

Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa. Pada tahun 2026, puncak karya berlangsung pada Kamis, 2 April 2026.

 Setelah itu, rangkaian upacara dilanjutkan dengan nyejer selama 21 hari hingga Kamis, 23 April 2026.

Untuk mengatur arus pamedek, pemerintah juga menetapkan jadwal persembahyangan berdasarkan kota dan kabupaten se-Bali maupun dari luar Bali. Beberapa diantaranya, yaitu Kota Denpasar pada 6 April 2026, Kabupaten Badung pada 7 April 2026, Kabupaten Klungkung pada 9 April 2026, Karangasem pada 10 April 2026, Tabanan pada 13 April 2026, Buleleng pada 14 April 2026, Gianyar pada 15 April 2026, Jembrana pada 17 April 2026, dan Bangli pada 20 April 2026.

Sementara pamedek dari luar Bali juga dijadwalkan secara khusus, mulai dari wilayah Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, NTT, Papua, Maluku, hingga Jawa dan luar negeri.

Tatanan Baru bagi Pamedek

Dalam Surat Edaran (SE) tersebut juga diatur tata cara masuk kawasan suci bagi pamedek dan pengunjung. Seluruh pamedek wajib masuk melalui Candi Bentar di area Manik Mas sesuai tatanan yang berlaku di kawasan pura.

Pamedek yang datang menggunakan bus atau truk akan difasilitasi shuttle bus listrik dari area parkir Kedungdung menuju Manik Mas. Selanjutnya pamedek berjalan kaki menuju area Bencingah.

Kendaraan khusus atau buggy juga disediakan bagi sulinggih, lansia, wanita hamil, ibu yang membawa bayi atau balita, serta penyandang disabilitas.

Pengunjung yang tidak melakukan persembahyangan hanya diperbolehkan berada di luar area utama persembahyangan.

Fasilitas dan UMKM Lokal

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Besakih juga menyediakan berbagai fasilitas untuk pamedek.

Beberapa diantaranya wantilan atau bale pasandekan untuk beristirahat, ruang ganti pakaian, ruang laktasi, pusat informasi, pos kesehatan, pos keamanan, hingga ATM center.

Selain itu, tersedia pula ratusan kios dan los yang dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjual berbagai produk lokal Bali, seperti sarana persembahyangan, busana adat, kerajinan rakyat, cenderamata Besakih, hingga kuliner dan hasil pertanian lokal.

Rekayasa Lalu Lintas dan Larangan

Selama pelaksanaan karya, pemerintah juga menerapkan manajemen serta rekayasa lalu lintas menuju kawasan suci Besakih. Seluruh kendaraan diarahkan parkir pada lokasi yang telah ditentukan, termasuk parkir khusus bus, mobil, dan sepeda motor.

Selain itu, sejumlah larangan juga diberlakukan untuk menjaga kesucian dan kebersihan kawasan pura, diantaranya larangan menggunakan plastik sekali pakai, styrofoam serta membuang sampah sembarangan.

Pamedek juga diwajibkan membawa kantong sampah sendiri dan membawa pulang sisa lungsuran setelah persembahyangan.

Diakhir Surat Edaran, Gubernur Koster menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan karya di Besakih.

“Demikian Surat Edaran (SE) ini disampaikan, untuk dilaksanakan dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab secara Niskala-Sakala. Atas perhatian, partisipasi, dan kerjasamanya diucapkan terima kasih, matur suksma,” tutupnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolresta Cirebon Laksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas

    Kapolresta Cirebon Laksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, melaksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas di Pondok Pesantren Al-Jauhariyyah Balerante Desa Balerante Kec Palimanan Kab. Cirebon, Selasa (11/2/2025). Kegiatan tersebut diikuti 215 Santri Pondok Pesantren Al-Jauhariyyah Balerante. Hadir pula dalam kegiatan tersebut PJ Bupati Cirebon Bapak Wahyu Mijaya yang juga turut memberikan pesan serta […]

  • Kejati Bali Bongkar Lahan Tukar Guling BTID, 15 Sertifikat “Hilang”, 44,4 Hektare Disisir

    Kejati Bali Bongkar Lahan Tukar Guling BTID, 15 Sertifikat “Hilang”, 44,4 Hektare Disisir

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JEMBRANA — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mulai menguak persoalan serius di balik skema tukar guling lahan mangrove yang melibatkan PT Bali Turtle Island Development (BTID). Dalam pengecekan langsung di Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Rabu (29/4/2026), tim menemukan indikasi ketidaklengkapan data hingga keberadaan belasan sertifikat tanah yang belum jelas. Langkah ini menjadi bagian dari penelusuran mendalam […]

  • 41 Temuan Tata Ruang dan Aset Daerah, Pansus TRAP DPRD Bali Siap Bawa Rekomendasi ke Rapat Paripurna

    41 Temuan Tata Ruang dan Aset Daerah, Pansus TRAP DPRD Bali Siap Bawa Rekomendasi ke Rapat Paripurna

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Enam bulan bekerja menyisir dugaan pelanggaran tata ruang, aset daerah, dan perizinan, Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali mengantongi 41 temuan hasil inspeksi mendadak. Seluruh temuan itu kini difinalisasi dalam bentuk laporan dan rekomendasi sebelum resmi diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Bali. Ketua Pansus TRAP DPRD […]

  • GibranHolic Solo Raya Soroti Pengaturan Tempat Duduk Wapres Gibran dalam Rapat Kabinet: Harus Tetap Menjaga Kewibawaan Jabatan Wakil Presiden.

    GibranHolic Solo Raya Soroti Pengaturan Tempat Duduk Wapres Gibran dalam Rapat Kabinet: Harus Tetap Menjaga Kewibawaan Jabatan Wakil Presiden.

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 63
    • 0Komentar

    SOLO, Matakompas.com – Kejadian saat rapat kabinet yang digelar dua hari lalu di Istana Negara kembali menjadi sorotan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat tidak duduk berdampingan dengan Presiden, melainkan menempati posisi sejajar bersama jajaran para menteri. Hal ini pun memancing tanggapan dari komunitas pendukung GibranHolic Solo Raya. Tokoh penggiat GibranHolic Solo […]

  • Komisi I DPRD Bali Serap Aspirasi Turun Langsung ke Yeh Malet: Pengempon Pura Masceti Serahkan Bukti Riwayat Tanah Pelaba

    Komisi I DPRD Bali Serap Aspirasi Turun Langsung ke Yeh Malet: Pengempon Pura Masceti Serahkan Bukti Riwayat Tanah Pelaba

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    KARANGASEM |Komisi I DPRD Provinsi Bali turun langsung menyerap aspirasi Pengempon dan Pengurus Pura Masceti terkait polemik status kawasan Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Kamis, 27 Agustus 2026. Kedatangan Komisi I DPRD Bali tersebut menjadi momentum penting bagi Pengempon Pura Masceti untuk menyampaikan secara langsung sejarah kawasan, riwayat penguasaan tanah, serta […]

  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polresta Magelang Tanam Jagung Serentak

    Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polresta Magelang Tanam Jagung Serentak

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polresta Magelang Polda Jateng mendukung Program Swasembada Pangan Tahun 2025 dengan turut serta melaksanakan penanaman jagung serentak 1 juta hektar. Kegiatan tingkat Polresta Magelang ini dilaksanakan di Dusun Ngablak RT 01 RW 06 Desa/Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, Selasa (21/01/2025). Kegiatan dihadiri oleh Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H. dan […]

expand_less