Breaking News
light_mode
Trending Tags

Somvir: Jangan Saling Menyalahkan, Saatnya Benahi Tata Ruang Bali Bersama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Isu krusial mengenai masa depan tata ruang Pulau Dewata kembali mencuat ke ruang publik. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mengangkat tema strategis “Siapa Pengendali Tata Ruang Bali: Pemerintah atau Investor?” dalam diskusi publik yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Sabtu (11/4/2026).

Diskusi yang berlangsung di Gedung Merdeka Warmadewa College ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha, Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali Dr Somvir, akademisi Fakultas Hukum Warmadewa I Wayan Rideng, serta perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali I Made Herman Susanto. Diskusi dipandu oleh moderator Dr Rhesa Anggara.

Dalam forum tersebut, Wakil Sekretaris Pansus TRAP, Dr Somvir, menekankan pentingnya sikap konstruktif dalam menyikapi berbagai persoalan tata ruang di Bali. Ia menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster, perlu ditempatkan secara proporsional.

“Kalau kita mau kritik itu mudah, tetapi kami memilih untuk membantu. Karena ini salah satu pemimpin yang punya kepedulian terhadap Bali. Yang kita lakukan adalah memberikan solusi,” ujarnya.

Somvir juga menegaskan bahwa Pansus TRAP telah bekerja secara serius dengan melibatkan berbagai kalangan akademisi, termasuk dari Universitas Udayana dan sejumlah pakar lainnya. Berbagai rekomendasi telah disusun secara komprehensif, namun implementasinya tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Rekomendasi sudah kami buat bersama para ahli. Sekarang tinggal bagaimana itu diterapkan oleh pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti persoalan perizinan dan tata kelola investasi yang dinilai belum tertata secara optimal. Menurutnya, persoalan yang muncul saat ini bukan semata kesalahan masyarakat atau investor, melainkan bagian dari sistem kebijakan yang perlu dibenahi.

“Pemerintah yang membuat regulasi. Jadi jangan semua kesalahan dibebankan kepada masyarakat atau investor,” tambahnya.

Lebih lanjut, Somvir mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, Bali menerima investasi mencapai Rp123 triliun. Namun, besarnya angka tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas penataan ruang dan infrastruktur di lapangan.

“Kalau investasi sebesar itu ditata dengan baik, seharusnya kondisi Bali tidak seperti sekarang. Kemacetan masih terjadi, bahkan kita sering harus memilih jalan agar tidak terlihat buruk di hadapan tamu,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis Bali mampu keluar dari berbagai persoalan tersebut. Ia mengajak seluruh pihak, termasuk generasi muda dan masyarakat, untuk tetap peduli dan berkontribusi dalam menjaga Bali.

“Bali masih produktif, masih banyak yang peduli. Jangan kecewa, kita harus optimis Bali akan kembali menjadi pulau surga seperti yang kita harapkan,” tutupnya.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa masa depan tata ruang Bali tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku investasi dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sangat Mengerihkan, Terungkap Nama Gembong Mafia Minyak Sebenarnya Dibalik Kasus Korupsi Pertamina Rp. 193,7 Triliun

    Sangat Mengerihkan, Terungkap Nama Gembong Mafia Minyak Sebenarnya Dibalik Kasus Korupsi Pertamina Rp. 193,7 Triliun

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA _ Gegara Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bersama LP3HI dan ARUKKI mendaftarkan gugatan prapradilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), gembong mafia yang bakal kembali masuk ingin menguasai bisnis minyak dibalik gencarnya pemberantasan korupsi Pertamina oleh Kejaksaan Agung akhirnya terkuak. Dia bernama Widodo Ratanachaitong, pemilik TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd dan Kernel Oil Pte Ltd, […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 4 WNA “Bonnie Blue” Terbukti Langgar Lalu Lintas dan Izin Tinggal

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 4 WNA “Bonnie Blue” Terbukti Langgar Lalu Lintas dan Izin Tinggal

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai bersama Polres Badung secara resmi menuntaskan penindakan terhadap empat Warga Negara Asing (WNA) yang tergabung dalam manajemen “Bonnie Blue”. Keempatnya terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas sekaligus penyalahgunaan izin tinggal selama berada di Bali. Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara mengungkapkan, kasus ini berawal dari […]

  • Tata Ruang dan Izin Dipersoalkan, Kok Investor Lift Kelingking Bisa Menang di PTUN? Pansus TRAP Pertanyakan Putusan Hakim

    Tata Ruang dan Izin Dipersoalkan, Kok Investor Lift Kelingking Bisa Menang di PTUN? Pansus TRAP Pertanyakan Putusan Hakim

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR – Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang mengabulkan gugatan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group terkait polemik pembangunan Lift Kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, memunculkan pertanyaan serius dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali. Pertanyaan yang kini mengemuka sederhana, tetapi menyentuh substansi […]

  • White Rock Disorot, Sudiartana Minta Penegakan Tata Ruang Tidak Hanya Berujung Sanksi

    White Rock Disorot, Sudiartana Minta Penegakan Tata Ruang Tidak Hanya Berujung Sanksi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR — Pembina LSM Jarrak Pusat sekaligus mantan anggota DPR RI Dapil Bali, I Putu Sudiartana, menilai langkah Pansus TRAP DPRD Bali dalam melakukan penertiban tata ruang, aset, dan perizinan di Bali patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan agar proses penegakan aturan tetap mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat. Menurut Sudiartana, dinamika yang muncul di tengah masyarakat […]

  • dr. I Wayan Sudana Pamit dengan Pesan Harmoni Dharma Pelayanan di RSUP Prof. Ngoerah

    dr. I Wayan Sudana Pamit dengan Pesan Harmoni Dharma Pelayanan di RSUP Prof. Ngoerah

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai momen serah terima jabatan Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah. Setelah satu dekade memimpin, dr. I Wayan Sudana, M.Kes secara resmi mengakhiri masa baktinya untuk periode 2016–2026, meninggalkan jejak kepemimpinan yang sarat makna kebersamaan dan pengabdian. Dalam sambutannya yang hangat dan reflektif, dr. Sudana membuka dengan […]

  • DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

    DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Provinsi Bali yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Meski demikian, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan administrasi keuangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Hal […]

expand_less