230 Anabul Diselamatkan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia Perkuat Aksi Rescue dan Siapkan Shelter Terpadu di Bali
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, Matakompas.com — Komitmen terhadap kesejahteraan hewan terus digaungkan Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia. Melalui berbagai program penyelamatan dan edukasi, yayasan non-profit ini mendedikasikan diri untuk membantu anjing dan kucing terlantar (anabul), khususnya di Bali.
Ketua Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia, Michelle Angel, didampingi Pembina Maria Rini, menegaskan bahwa pembentukan yayasan menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum terhadap hewan-hewan yang telah mereka rescue, terutama saat memasuki proses adopsi.
“Dengan berbentuk yayasan, kami ingin memastikan ratusan anjing yang saat ini berada dalam tanggung jawab kami memiliki kekuatan hukum dan perlindungan yang jelas ketika diadopsi,” ujar Michelle saat ditemui di kawasan Kerobokan, Badung, Minggu (19/4/2026).
Hingga kini, yayasan tersebut telah mengelola dua shelter dengan total lebih dari 230 anjing hasil penyelamatan. Dalam operasionalnya, mereka memprioritaskan penanganan kasus darurat, terutama anabul yang berada dalam kondisi kritis.
“Kami fokus pada rescue dalam kondisi emergency. Selain itu, kami juga rutin menjalankan program sterilisasi dan vaksinasi rabies, mengingat populasi anjing di Bali sangat tinggi,” jelasnya.
Tak hanya bergerak di internal shelter, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia juga aktif menjangkau masyarakat sekitar. Mereka menyediakan layanan sterilisasi gratis serta edukasi terkait perawatan hewan peliharaan sebagai upaya menekan angka penelantaran.
Kepedulian sosial yayasan ini juga diwujudkan melalui program “Berbagi”, yang menyasar shelter lain dan para feeder. Bantuan pakan diberikan secara berkala, terutama ketika persediaan mencukupi.
“Ketika kami memiliki kelebihan pakan, kami berbagi dengan shelter dan feeder yang membutuhkan. Ini bagian dari solidaritas kami di komunitas pecinta hewan,” ungkap Maria Rini.
Dalam memperluas dampak, yayasan ini juga telah hampir tiga tahun menjadi mitra resmi platform penggalangan dana KitaBisa. Kolaborasi tersebut memungkinkan mereka membantu shelter lain yang membutuhkan dukungan finansial.
Ke depan, Yayasan Suara Kasih Satwa Indonesia berencana membangun shelter baru yang akan mengintegrasikan dua lokasi yang ada saat ini. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, kontrol, serta operasional.
“Kami ingin semua terpusat agar lebih tertata. Selain itu, kami juga akan membentuk tim khusus untuk rescue, adopsi, dan program lainnya,” tambah Michelle.
Tak berhenti di situ, yayasan ini juga membuka peluang bagi masyarakat luas untuk terlibat melalui program relawan (volunteer). Harapannya, semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli terhadap nasib anabul terlantar.
“Semakin banyak yang peduli, semakin besar peluang kita untuk menyelamatkan mereka,” tutupnya.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar