Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penyelidikan Tak Boleh Lama, Komisi III DPR RI Soroti Implementasi KUHAP Baru di Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Upaya penguatan sistem penegakan hukum nasional terus menjadi perhatian serius legislatif. Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan kembali melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Jumat (10/4/2026), guna memastikan implementasi regulasi baru berjalan optimal.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ahmad Sahroni tersebut menjadi bagian dari agenda masa persidangan IV tahun sidang 2025–2026. Dalam forum tersebut, berbagai isu krusial terkait pembaruan hukum pidana, khususnya implementasi KUHAP baru, menjadi sorotan utama.

Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Bali, I Wayan Sudirta, menegaskan pentingnya kepastian waktu dalam proses penyelidikan. Ia menilai, selama ini durasi penyelidikan kerap tidak terukur, bahkan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan tanpa kepastian.

“Ke depan, penyelidikan harus memiliki batas waktu yang jelas sesuai dengan jenis perkaranya. Tidak boleh terlalu lama, tetapi juga tidak boleh tergesa-gesa hingga mengorbankan kualitas,” tegasnya.

Menurut Sudirta, dalam KUHAP terbaru telah diatur mekanisme yang lebih terstruktur, termasuk kewajiban penyelidik untuk menyusun rencana kerja penyelidikan yang mencantumkan jangka waktu penanganan perkara. Hal ini diharapkan mampu menghadirkan kepastian hukum sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang cepat dan transparan.

Selain itu, ia juga menyoroti masa transisi penerapan KUHAP lama ke KUHAP baru. Dalam praktiknya, diperlukan kejelasan mengenai perkara mana yang masih menggunakan aturan lama dan mana yang harus mengikuti ketentuan baru.

“Jika suatu perkara belum masuk tahap penyelidikan saat KUHAP baru berlaku, maka harus mengikuti prosedur baru. Ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penanganan perkara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudirta mengungkapkan bahwa KUHAP lama belum mengatur secara tegas terkait sanksi etik, administratif, maupun bidang terhadap pelanggaran dalam proses penegakan hukum. Namun demikian, ia mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum di Bali yang dinilai tetap mampu menjaga profesionalisme.

“Di Bali, kita lihat praktiknya berjalan baik. Tidak ada persoalan serius terkait sanksi, karena pembinaan dan pengawasan sudah berjalan efektif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan antar lembaga penegak hukum sebagai kunci keberhasilan dalam menangani berbagai persoalan. Sinergi antara kepolisian, kejaksaan, dan lembaga terkait dinilai sudah berjalan harmonis di Bali.

Tak hanya itu, Sudirta turut mengapresiasi kesiapan aparat keamanan Bali dalam menghadapi berbagai momentum besar, termasuk pengamanan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri.

“Bali ini milik dunia, tapi yang menjaga adalah aparat kita sendiri. Kita percaya aparat di Bali mampu menangani berbagai tantangan ke depan,” katanya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Komisi III DPR RI dalam memastikan bahwa reformasi sistem hukum tidak hanya berhenti di tingkat regulasi, tetapi juga berjalan efektif di lapangan. Dengan penguatan sistem penyelidikan yang lebih terukur dan transparan, diharapkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin meningkat. (Van)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp 1 M Untuk Korban Gempa NTT.

    Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp 1 M Untuk Korban Gempa NTT.

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 45
    • 0Komentar

    MANGGARAI BARAT, Matakompas.com -Kepedulian Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali) terhadap korban bencana gempa di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur Koster turun langsung menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Pusdalops […]

  • SMK Negeri 2 Kota Kupang Hadirkan Tiga Program Inovasi Cerdas, Muhammad Tey: Spirit Positif Terus Dipertahankan

    SMK Negeri 2 Kota Kupang Hadirkan Tiga Program Inovasi Cerdas, Muhammad Tey: Spirit Positif Terus Dipertahankan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.326
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Kupang terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai di dunia kerja. Komitmen SMKN 2 Kota Kupang diwujudkan melalui berbagai hal, misalnya dengan melakukan berbagai pembenahan hingga inovasi-inovasi yang berdampak positif dalam proses pembelajaran. Pelaksana tugas […]

  • Dari Pulau Terluar, Transisi Energi Dimulai: PLN Operasikan Pembangkit Hybrid di Sabu Raijua

    Dari Pulau Terluar, Transisi Energi Dimulai: PLN Operasikan Pembangkit Hybrid di Sabu Raijua

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 22
    • 0Komentar

    NTT, Matacompas.com- Pasokan listrik di pulau Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur semakin andal dan bersih. PT PLN (Persero) melakukan penambahan pasokan listrik dari pengoperasian secara hybrid Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Eilode berkapasitas 1,4 megawatt peak dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 2 megawatt (MW) di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur […]

  • Proyek FSRU LNG di Perairan Serangan, Putu Suasta Sebut Risiko Lingkungan dan Ledakan Mengkhawatirkan

    Proyek FSRU LNG di Perairan Serangan, Putu Suasta Sebut Risiko Lingkungan dan Ledakan Mengkhawatirkan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Rencana pembangunan proyek Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) di kawasan Sidakarya-Serangan, Bali, kembali menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis lingkungan. Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu Putu, Putu Suasta menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga sektor pariwisata yang menjadi tulang […]

  • Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Bersama Forkopimda Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran 2025

    Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Bersama Forkopimda Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, SH, M.H bersama Forkopimda meninjau pos pengamanan (pos pam) untuk memastikan kesiapan arus mudik Lebaran 2025. Pos pam yang ditinjau di antaranya Kanci dan Losari yang merupakan jalur utama bagi pemudik. Sophi Zulfia yang akrab disapa Bunda Sophi meninjau langsung kondisi […]

  •  Bali Butuh UMP Tertinggi, ARUN: “Harga Kamar Sama, Upah Jangan Jomplang”

     Bali Butuh UMP Tertinggi, ARUN: “Harga Kamar Sama, Upah Jangan Jomplang”

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Sekretaris ARUN Bali, Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST., menegaskan bahwa Bali sebagai daerah pariwisata berbasis budaya membuat kebutuhan hidup masyarakat jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Ia menyebut, banyak kebutuhan pokok upacara dan adat justru bergantung pada pasokan luar daerah. Menurutnya, barang-barang di pasaran kini banyak mengikuti harga internasional. “Mulai dari […]

expand_less