Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Mangrove Dipotong, Wayan Bawa Ingatkan BTID: Jangan Abaikan Kesucian Pulau Serangan

Mangrove Dipotong, Wayan Bawa Ingatkan BTID: Jangan Abaikan Kesucian Pulau Serangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait polemik tukar guling lahan mangrove oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), Senin (11/5), berlangsung panas dan penuh sorotan tajam terhadap aktivitas perusahaan di kawasan Pulau Serangan.

Dalam rapat yang digelar di Gedung DPRD Bali itu, anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Wayan Bawa, secara terbuka mempertanyakan komitmen BTID terhadap lingkungan, masyarakat adat, hingga akses umat Hindu menuju kawasan suci Pura Sakenan.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Dr (c) I Made Supartha, Wakil Ketua Pansus Gede Harja Astawa, Wakil Ketua Pansus Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok, Wakil Sekretaris Pansus Dr Somvir, bersama anggota Pansus I Nyoman Budiutama, I Nyoman Oka Antara, Anak Agung Gede Agung Suyoga, I Wayan Tagel Winarta, I Wayan Bawa dan Ketut Rochineng serta OPD terkait.

Dalam penyampaiannya, Wayan Bawa mengaku terkejut mendengar pernyataan pihak BTID yang menyebut telah menebang 10 pohon mangrove dan menggantinya dengan penanaman 700 pohon baru.

Namun ia mempertanyakan waktu dan proses penanaman tersebut.

“Saya surprise mendengar itu. Pertanyaannya, kapan 700 mangrove itu ditanam? Apakah setelah kejadian kemarin dan setelah pansus turun ke lapangan?” tanyanya tajam.

Ia juga menyayangkan adanya pembelaan terhadap aktivitas penebangan mangrove yang disebut dilakukan atas dasar Hak Guna Bangunan (HGB). Menurutnya, sebagai orang Bali, semua pihak seharusnya lebih mengutamakan perlindungan alam Bali dibanding kepentingan investor.

“Saya sedih kalau orang Bali justru terlihat membela investor yang dianggap merusak alam Bali,” tegasnya.

Tak hanya soal lingkungan, Wayan Bawa turut menyoroti keterlibatan masyarakat adat Serangan dalam proses perizinan BTID. Ia mempertanyakan apakah desa adat benar-benar dilibatkan dalam penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagaimana diamanatkan aturan perundang-undangan.

“Desa adat wajib dilibatkan. Itu aturan. Apakah masyarakat adat Serangan benar-benar dilibatkan dalam proses AMDAL dan perizinan?” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan tidak justru meminggirkan warga Serangan di tanahnya sendiri.

Dalam forum itu, ia juga mengutip pesan terkenal Mahatma Gandhi tentang keserakahan manusia terhadap bumi.

“Bumi menyediakan semua kebutuhan manusia, tetapi tidak pernah cukup bagi satu orang yang rakus,” katanya mengutip Gandhi.

Pernyataan paling emosional muncul saat ia menyinggung akses umat Hindu menuju Pura Sakenan dan pura-pura lain di kawasan Serangan. Wayan Bawa menegaskan Pura Sakenan merupakan kawasan suci yang sangat dihormati umat Hindu sejak berabad-abad lalu.

Ia meminta BTID tidak mempersulit umat yang hendak sembahyang, termasuk dengan pemeriksaan identitas yang dinilai berlebihan.

“Jangan sampai umat Hindu dipersulit untuk sembahyang ke Pura Sakenan. Itu tempat suci yang dihormati sejak zaman dahulu,” tegasnya.

Menurutnya, reklamasi dan pembangunan di Serangan sejak era pemerintahan sebelumnya tidak pernah dimaksudkan untuk menghilangkan kesucian kawasan pura dan ruang spiritual masyarakat Bali.

Karena itu, ia meminta seluruh proses pembangunan tetap menghormati adat, budaya, lingkungan, dan hak masyarakat lokal di Pulau Serangan.

“Sekali lagi saya mohon, jangan persulit masyarakat dan umat Hindu untuk melakukan persembahyangan di kawasan Serangan,” tutupnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko: Kuningan Berpeluang Jadi Industri Pertanian

    Ketua BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko: Kuningan Berpeluang Jadi Industri Pertanian

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kabupaten Kuningan menjadi lokasi peluncuran pilot program linieritas pengentasan kemiskinan oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP Taskin RI), Senin (21/4/2025) yang langsung dikunjungi oleh Ketua BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko. Peluncuran program ini merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya antara Bupati Kuningan dan BP Taskin RI. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan […]

  • Gubernur Koster Resmi Berlakukan Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai Untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Lokal

    Gubernur Koster Resmi Berlakukan Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai Untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Lokal

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai Untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial, dan Ekonomi Masyarakat Lokal, yang ditandatangani, Selasa (Anggara Paing, Bala), 24 Pebruari 2026. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Perda ini merupakan salah satu bentuk implementasi […]

  • Hifni Hasan Yang Kritis Itu Telah Tiada

    Hifni Hasan Yang Kritis Itu Telah Tiada

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 835
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dunia olahraga Indonesia berduka. Anggota Komite Eksekutif (KE) Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Hifni Hasan meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi Jakarta pada Selasa, 1 April 2025 pukul 09.20 WIB. Hifni, panggilan karibnya, dirawat di RS Siloam tersebut akibat penyakit kanker yang dideritanya. Hifni yang akrab dengan wartawan ini dikenal cukup […]

  • Lahan Basah Bali Menyusut, DPRD Bali Desak Penegakan Tegas Tata Ruang hingga Jatiluwih

    Lahan Basah Bali Menyusut, DPRD Bali Desak Penegakan Tegas Tata Ruang hingga Jatiluwih

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR,Matakompas.com |Penyusutan lahan basah di Bali semakin mengkhawatirkan. Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, menegaskan perlunya penegakan tegas tata ruang di seluruh wilayah Bali, terutama pada kawasan lahan basah dan subak yang semakin terancam. Dalam inspeksi mendadak Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP), ditemukan berbagai pelanggaran tata ruang di banyak […]

  • Aksi Nyata, Demokrat Jabar Peduli Korban Banjir Bogor

    Aksi Nyata, Demokrat Jabar Peduli Korban Banjir Bogor

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto peduli korban banjir dengan memberikan sembako dan peralatan tidur. Pembagian itu dilakukan di Desa Ciangsana dan Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Rabu, (12/03/2025). Informasi yang didapat redaksi, kedatangan beliau dan rombongan menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang […]

  • Hari Kebebasan Pers Sedunia: Fenomena ‘Si Paling Wartawan’

    Hari Kebebasan Pers Sedunia: Fenomena ‘Si Paling Wartawan’

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei semestinya menjadi momentum refleksi bersama. Namun, di tengah peringatan itu, muncul ironi yang kian sulit diabaikan, yakni fenomena “si paling wartawan”, mereka yang merasa paling paham, paling benar, dan paling layak menyandang identitas jurnalis, tanpa benar-benar memahami esensi profesi ini. Hari ini, mengaku sebagai wartawan terasa […]

expand_less