Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pansus TRAP DPRD Bali Tegaskan Rekomendasi BTID Sudah Lengkap, Tinggal Dibawa ke Paripurna

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Drama pembahasan dugaan pelanggaran di kawasan proyek KEK Kura-Kura Bali kembali memanas. Rekomendasi Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait PT Bali Turtle Island Development (BTID) batal dibawa dalam Rapat Paripurna ke-37 DPRD Bali, Senin (18/5). Meski demikian, Pansus memastikan seluruh rekomendasi sebenarnya sudah rampung dan tinggal menunggu waktu untuk disampaikan secara resmi dalam forum dewan.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, bersama Wakil Sekretaris Pansus Dr. Somvir menegaskan bahwa tertundanya penyampaian rekomendasi bukan karena dokumen belum siap, melainkan akibat adanya dinamika internal di DPRD Bali terkait waktu penyampaian dan mekanisme penggabungan laporan dengan pansus lainnya.

Menurut Dr. Somvir, seluruh substansi rekomendasi sudah lengkap, termasuk tambahan temuan terbaru hasil pengawasan lapangan yang dilakukan Pansus selama beberapa bulan terakhir.

“Kalau dari Pansus, rekomendasi sudah siap dan lengkap. Tinggal dibawa ke paripurna. Tetapi tadi masih ada pandangan agar jangan terlalu buru-buru,” ujar Somvir di DPRD Bali, Senin (18/5).

Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali tersebut menjelaskan, rekomendasi terbaru ini merupakan pengembangan dari laporan awal yang telah disusun sejak enam bulan lalu saat Pansus pertama kali dibentuk. Dalam perkembangan terbaru, Pansus menemukan sejumlah persoalan tambahan mulai dugaan pelanggaran tata ruang, tukar guling lahan, persoalan akses masyarakat menuju pura, hingga isu lingkungan seperti keberadaan mangrove di kawasan proyek.

Pansus sebenarnya berharap rekomendasi tersebut dapat segera dituntaskan sebelum DPRD Bali memasuki masa reses mulai 20 Mei 2026. Sebab jika pembahasan ditunda, proses lanjutan baru dapat dilakukan setelah masa reses berakhir.

“Kami ingin ini cepat selesai supaya tidak ada anggapan Pansus sengaja menunda-nunda. Karena masyarakat terus menyoroti persoalan ini,” tegas Somvir.

Ia menekankan keberadaan Pansus bukan untuk menghambat investasi, melainkan memastikan pembangunan di Bali berjalan sesuai aturan serta tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Kehadiran Pansus ini bukan melawan pemerintah pusat, tetapi membantu menyempurnakan tata kelola kawasan KEK supaya tidak merugikan nama Bali di masa depan,” katanya.

Sorotan utama Pansus salah satunya terkait dugaan terganggunya akses masyarakat menuju pura dan tempat ibadah di sekitar kawasan proyek. Selain itu, isu lingkungan seperti perlindungan kawasan mangrove juga menjadi perhatian serius.

“Masa karena alasan ekonomi lalu boleh melanggar tempat ibadah atau merusak lingkungan? Mangrove tidak boleh dipotong. Tempat ibadah tidak boleh diganggu. Itu diatur undang-undang,” tandas Somvir.

Sementara itu, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali I Made Supartha menegaskan rekomendasi yang disusun merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD sehingga tidak membutuhkan izin khusus dari pihak mana pun untuk dilaporkan dalam forum paripurna.

“Rekomendasi Pansus itu hasil kegiatan pengawasan yang memang menjadi kewenangan kami. Jadi tidak perlu izin dari siapa pun. Kapan pun bisa kami laporkan kepada anggota DPRD melalui forum paripurna,” tegas Supartha.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan dalam sidang internal memang muncul usulan agar rekomendasi kasus BTID digabung bersama rekomendasi pansus lainnya dan disampaikan setelah masa reses DPRD Bali selesai.

Namun Supartha memastikan kerja pengawasan terhadap BTID tetap berjalan. Bahkan sebelumnya Pansus telah merekomendasikan penghentian sementara sejumlah aktivitas di kawasan proyek, termasuk aktivitas marina dan dugaan pembabatan mangrove.

“Nah, itu sudah pernah kita rekomendasikan sebelumnya sebagai kasus khusus. Tinggal sekarang penegak perda dan perkada yang menjalankan tugasnya. Jangan semua dilempar ke Pansus,” ujarnya.

Supartha juga menepis anggapan bahwa status Kawasan Ekonomi Khusus membuat BTID kebal terhadap aturan daerah maupun nasional. Menurutnya, seluruh aktivitas investasi tetap wajib tunduk terhadap aturan tata ruang, lingkungan hidup, dan perlindungan tempat suci di Bali.

“Kawasan ekonomi khusus bukan berarti boleh melanggar aturan. Masa demi kepentingan ekonomi lalu boleh mengganggu tempat ibadah atau merusak lingkungan?” cetusnya.

Salah satu poin penting rekomendasi Pansus, lanjut Supartha, adalah perlindungan akses masyarakat menuju pura dan kawasan suci di sekitar proyek BTID. Ia menegaskan keberadaan pura sudah ada jauh sebelum proyek investasi masuk ke kawasan tersebut.

“Pura itu sudah ada lebih dulu. Jangan sampai akses ibadah terganggu atau ruang masyarakat ditutup. Konstitusi menjamin masyarakat bebas menjalankan ibadah,” tandas Anggota Komisi I DPRD Bali tersebut.

Di tengah polemik yang terus berkembang, publik kini menanti langkah DPRD Bali setelah masa reses berakhir. Sebab rekomendasi Pansus TRAP dinilai akan menjadi salah satu penentu arah pengawasan terhadap investasi besar di Bali, terutama yang bersinggungan dengan tata ruang, lingkungan, dan kesucian kawasan adat serta tempat ibadah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layanan Makin Dekat, Dirjen Imigrasi Resmikan Immigration Lounge di Discovery Mall Bali

    Layanan Makin Dekat, Dirjen Imigrasi Resmikan Immigration Lounge di Discovery Mall Bali

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    BADUNG – Pelayanan keimigrasian di Bali kini semakin dekat dengan masyarakat. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko meresmikan Immigration Lounge Discovery Mall Bali, Kamis (27/8/2026), sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, nyaman dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Peresmian fasilitas tersebut turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster dan General Manager Discovery Mall […]

  • Mantan PSMS dan Legenda Tim Rayakan HUT ke-75 PSMS

    Mantan PSMS dan Legenda Tim Rayakan HUT ke-75 PSMS

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Medan – Suasana penuh kehangatan dan semangat membara mewarnai perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-75 PSMS Medan yang digelar di Lapangan Gajah Mada, Krakatau, Medan, Minggu (26/4/2025) pagi. Para legenda dan mantan pemain PSMS dari berbagai generasi berkumpul untuk memperingati momen bersejarah ini, sekaligus mendoakan agar PSMS kembali berjaya di kancah sepak bola nasional. Kegiatan […]

  • Dandim 1611/Badung: Koperasi Merah Putih Hadir Jaga Harga Pangan Stabil dan Dorong Ekonomi Desa.

    Dandim 1611/Badung: Koperasi Merah Putih Hadir Jaga Harga Pangan Stabil dan Dorong Ekonomi Desa.

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BADUNG, MataKompas.com – Badung, Dalam rangka Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Jenderal TNI (Purn), meresmikan pengoperasian 1.061 Kantor Distribusi Koperasi Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia. Peresmian berlangsung pada Sabtu (16/5/26) pukul 11.59 Wita, melalui sambungan virtual dari lokasi utama di Desa Ngluwak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di wilayah Bali, […]

  • Kementerian Komdigi – IWO Gelar Pertemuan, Bahas Berbagai Fenomena dan Persoalan Media Online

    Kementerian Komdigi – IWO Gelar Pertemuan, Bahas Berbagai Fenomena dan Persoalan Media Online

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA , Matakompas.com – Disrupsi media dan munculnya platform digital baru khususnya media sosial, menjadi tantangan utama bagi eksistensi media online di tanah air. Demikian materi yang dibahas saat Menteri Komdigi yang diwakili Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya dan jajaran stafnya menerima kehadiran jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO), diantaranya Ketua […]

  • Membangun di Bali Harus Sesuai Perda dan Budaya, Gubernur Koster Tegas Bali Bukan Tempat Pembangunan Serampangan

    Membangun di Bali Harus Sesuai Perda dan Budaya, Gubernur Koster Tegas Bali Bukan Tempat Pembangunan Serampangan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Kini, perhatian publik menyoroti proyek pembangunan lift kaca di kawasan wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Fasilitas vertikal yang direncanakan untuk mempermudah akses wisatawan menuju area pantai ini dinilai berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan dan tatanan alam yang selama ini menjadi daya tarik utama destinasi unggulan Bali tersebut. Pantai Kelingking merupakan ikon […]

  • Menuju ETMC 2026, Bupati SBS Siapkan Revolusi Pembinaan Sepak Bola Malaka: Skuad Senior, Soeratin U13–U17, hingga Kompetisi Antar-SSB

    Menuju ETMC 2026, Bupati SBS Siapkan Revolusi Pembinaan Sepak Bola Malaka: Skuad Senior, Soeratin U13–U17, hingga Kompetisi Antar-SSB

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 27
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Pemerintah Kabupaten Malaka mulai menata serius pembinaan sepak bola menuju tahun 2026. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan PSSI Kabupaten Malaka, persiapan pemain PS Malaka senior untuk menghadapi ETMC 2026 di Flores Timur resmi dimulai pada Januari mendatang. Tidak hanya tim utama, Pemkab juga menyiapkan tim Soeratin U17 untuk berlaga di Kabupaten […]

expand_less