Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wamen Imipas dan Arya Wedakarna Dorong Kebijakan Imigrasi Khusus untuk Bali di Tengah Arus Globalisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR — Bali dinilai membutuhkan perlakuan khusus dalam kebijakan keimigrasian di tengah derasnya arus globalisasi dan meningkatnya jumlah warga negara asing (WNA) yang tinggal maupun beraktivitas di Pulau Dewata. Gagasan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum dan Penghargaan Dies Natalis ke-63 Universitas Mahendradatta yang digelar di The Sukarno Center, Tampaksiring, Gianyar, Jumat (22/5/2026).

Acara yang dihadiri mahasiswa, akademisi, unsur TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat Bali itu menghadirkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim bersama Anggota DPD RI Dapil Bali, Arya Wedakarna. Keduanya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga Bali di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam kuliah umumnya bertajuk “Peran Imigrasi dan Pemasyarakatan Sebagai Pilar Penegakan Hukum dan Pelayanan Publik”, Silmy Karim menegaskan bahwa Bali tidak bisa diperlakukan sama dengan daerah lain dalam penerapan kebijakan keimigrasian. Menurutnya, Bali memiliki karakteristik unik, baik dari sisi budaya, pariwisata, maupun tingginya mobilitas warga asing.

“Bali merupakan tolok ukur kinerja imigrasi nasional. Penyeragaman kebijakan justru dapat berdampak pada kelestarian budaya dan keseimbangan sosial masyarakat Bali,” ujarnya.

Silmy mengungkapkan, secara nasional jumlah WNA memang masih berada di bawah satu persen dari total populasi Indonesia. Namun, proporsi WNA di Bali disebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Kondisi tersebut membuat pemerintah menerapkan kebijakan selective policy guna menyaring wisatawan berkualitas dengan daya belanja tinggi sekaligus mencegah masuknya pihak-pihak yang berpotensi membawa dampak negatif seperti kriminalitas, narkoba, benturan budaya, hingga ancaman terorisme.

Meski pengawasan diperketat, pertumbuhan sektor pariwisata Bali disebut tetap menunjukkan tren positif. Untuk memperkuat pengawasan tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Imigrasi kini tengah mengembangkan Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA) yang nantinya akan terintegrasi dengan Kepolisian, BIN, serta Kementerian Pariwisata.

Selain itu, berbagai inovasi pelayanan publik juga terus dikembangkan. Salah satunya sistem pembayaran visa dari luar negeri menggunakan kartu kredit yang langsung terhubung ke kas negara. Silmy juga memperkenalkan program Global Citizen Indonesia (GCI) yang diluncurkan pada November tahun lalu sebagai wadah bagi diaspora Indonesia agar dapat keluar masuk Indonesia tanpa visa maupun KITAS serta ikut berkontribusi terhadap investasi dan ekonomi nasional.

Sementara itu, Arya Wedakarna memberikan apresiasi terhadap kemajuan layanan imigrasi di Bali, khususnya penerapan autogate bagi pemegang paspor elektronik yang dinilai berhasil mengurai antrean di bandara internasional Bali dan mendapat perhatian positif dari negara-negara ASEAN.

Ia juga menyoroti perkembangan infrastruktur imigrasi di Bali pada tahun 2026, termasuk penambahan sumber daya manusia serta hadirnya kantor imigrasi yang lebih modern di Klungkung dan Tabanan.

Namun demikian, Arya Wedakarna mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat lokal di tengah meningkatnya jumlah WNA yang menetap di Bali layaknya warga setempat. Menurutnya, revisi Undang-Undang Keimigrasian menjadi langkah penting agar regulasi mampu menjawab dinamika baru yang berkembang di masyarakat.

Dalam forum tersebut, para pembicara sepakat bahwa Bali membutuhkan sistem penanganan keimigrasian yang lebih spesifik dan adaptif demi menjaga identitas budaya serta stabilitas sosial masyarakat lokal. Penguatan pengawasan orang asing melalui APOA, pembenahan kebijakan visa, serta kolaborasi antara DPD RI, Kementerian Imipas, Pemerintah Provinsi Bali, dan institusi pendidikan dinilai menjadi langkah strategis menghadapi tantangan globalisasi di masa depan.

Di sisi lain, generasi muda Bali juga diingatkan agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan global yang kini semakin nyata terjadi di tanah sendiri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Bantuan Porang Rp26 Miliar Diduga Disalurkan Lewat Perusahaan Keluarga

    Dana Bantuan Porang Rp26 Miliar Diduga Disalurkan Lewat Perusahaan Keluarga

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) menemukan adanya dugaan korupsi terkait bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran 2020-2022 untuk Pengembangan Tanaman Porang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Dalam temuannya dugaan korupsi itu merugikan negara Rp.26 Miliar, yang diduga melibatkan Syahruddin Alrif, Hj Haslinda Hasan SPD dan Andre Ade Alrif, serta Dollah Mando. […]

  • Kadiskominfo Berserta Jajarannya, Survey Wilayah Blankspot di Kecamatan Subang

    Kadiskominfo Berserta Jajarannya, Survey Wilayah Blankspot di Kecamatan Subang

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., bersama Sekretaris Dinas dan seluruh Kepala Bidang di lingkungan Diskominfo melaksanakan survei wilayah blankspot jaringan seluler di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (21/1/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencari solusi untuk mengentaskan desa-desa yang masih masuk kategori blankspot […]

  • DPRD Badung dan Pansus TRAP DPRD Bali Sidak Proyek Predment di Cemagi Diduga Langgar PBG dan Tata Ruang

    DPRD Badung dan Pansus TRAP DPRD Bali Sidak Proyek Predment di Cemagi Diduga Langgar PBG dan Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, mewakili Ketua DPRD Badung melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) bersama Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang tata ruang, aset daerah dan perizinan di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Senin, […]

  • Dari Donor Darah ke Refleksi Diri: Cara YCCK Sentuh Hati Warga Denpasar

    Dari Donor Darah ke Refleksi Diri: Cara YCCK Sentuh Hati Warga Denpasar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Donor darah selama ini identik dengan aksi kemanusiaan untuk membantu sesama. Namun di Denpasar, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang berbeda. Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Denpasar menghadirkan pengalaman berbagi yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menyentuh sisi batin para pesertanya. Melalui kegiatan SOUL Action Berbagi Kasih yang […]

  • Warga Pertanyakan Legalitas Bangunan MBG, Warga Kerta Dalem Mansion Tempuh Jalur Hukum

    Warga Pertanyakan Legalitas Bangunan MBG, Warga Kerta Dalem Mansion Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Polemik pembangunan di atas lahan yang tercatat sebagai fasilitas umum (fasum) di Perumahan Kerta Dalam Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, memicu reaksi keras dari warga. Area yang dalam dokumen awal diproyeksikan sebagai ruang bersama kini berdiri bangunan baru yang memunculkan tanda tanya terkait peruntukan dan legalitasnya. Sejumlah penghuni menilai proses pembangunan berlangsung […]

  • Skandal Wantilan Tukadaya: Dana Rp630 Juta Diduga Dipangkas, Nama Oknum Anggota DPRD Jembrana Terseret

    Skandal Wantilan Tukadaya: Dana Rp630 Juta Diduga Dipangkas, Nama Oknum Anggota DPRD Jembrana Terseret

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JEMBRANA, Bali – Kasus dugaan korupsi pembangunan Wantilan Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, mulai membuka tabir baru. Proyek yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2023 senilai Rp630 juta itu hingga kini tak kunjung rampung dan justru menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Jembrana. Bangunan wantilan yang sejatinya menjadi fasilitas […]

expand_less