Breaking News
light_mode
Trending Tags

dr. I Wayan Sudana Pamit dengan Pesan Harmoni Dharma Pelayanan di RSUP Prof. Ngoerah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai momen serah terima jabatan Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah. Setelah satu dekade memimpin, dr. I Wayan Sudana, M.Kes secara resmi mengakhiri masa baktinya untuk periode 2016–2026, meninggalkan jejak kepemimpinan yang sarat makna kebersamaan dan pengabdian.

Dalam sambutannya yang hangat dan reflektif, dr. Sudana membuka dengan salam lintas iman, menegaskan semangat inklusivitas yang selama ini menjadi ruh pelayanan rumah sakit.

“Sejatinya hari ini bukan tentang pergantian jabatan tetapi tentang melanjutkan Dharma Pelayanan,” ungkapnya di hadapan jajaran direksi, manajemen, tenaga kesehatan, serta keluarga besar rumah sakit.

Analogi Barong: Kepemimpinan adalah Kerja Bersama

Dengan gaya tutur yang puitis, dr. Sudana mengibaratkan perjalanan kepemimpinannya seperti menari Barong. Menurutnya, sosok yang tampak di depan bukanlah satu-satunya penentu, melainkan kekompakan seluruh tim.

“Di dalam tari Barong, yang di depan memang terlihat memimpin gerakan, tetapi yang di belakanglah yang menjaga keseimbangan. Kalau salah satu tidak kompak, Barong bisa jatuh. Dan selama sepuluh tahun ini, kita tidak pernah jatuh,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan rumah sakit selama satu dekade terakhir merupakan buah kerja kolektif seluruh elemen mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan, staf, hingga manajemen yang bekerja dalam senyap.

Kepemimpinan: Antara Ketegasan dan Welas Asih

Merefleksikan perjalanan sepuluh tahun, dr. Sudana menyebut memimpin rumah sakit ibarat mengayuh sepeda yang harus menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan.

Menurutnya, dinamika yang dilalui tidak selalu mudah. Ada masa tenang, namun juga fase penuh gelombang. Dalam situasi sulit itulah, ia merasakan soliditas tim sebagai kekuatan utama.

“Tanpa dokter yang sigap, perawat yang tulus, staf yang setia, dan manajemen yang solid, saya hanyalah ‘dirut’ tanpa ‘rumah sakit’,” ucapnya penuh makna.

Ia pun menyampaikan terima kasih mendalam atas loyalitas, kritik, saran, bahkan “protes halus” yang selama ini justru membentuknya menjadi pemimpin yang lebih matang.

Tongkat Estafet untuk Generasi Penerus

Pada kesempatan tersebut, dr. Sudana secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepada Direktur Utama yang baru. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pemimpin baru memiliki kapasitas kuat karena pernah tumbuh dari dalam organisasi.

“Ini seperti melihat anak panah yang dulu kita bantu arahkan, kini melesat lebih jauh dari busurnya,” ujarnya.

Ia menilai pengalaman penerusnya sebagai bagian dari internal rumah sakit menjadi modal penting untuk memimpin dengan empati dan semangat menyama braya.

Menjaga Harmoni Tri Hita Karana

Menutup sambutan, dr. Sudana mengajak seluruh keluarga besar rumah sakit untuk terus menjaga harmoni sesuai nilai Tri Hita Karana keselarasan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Harapannya, RSUP Prof. Ngoerah tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga ruang bertumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan penuh kerendahan hati, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat tutur kata maupun kebijakan yang kurang berkenan.

“Hari ini saya pamit dari jabatan, namun tidak dari persaudaraan. Saya bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan besar rumah sakit ini,” pungkasnya.

Serah terima ini menandai babak baru kepemimpinan rumah sakit rujukan nasional di Bali tersebut, sekaligus meneguhkan kesinambungan Dharma Pelayanan yang telah dibangun selama satu dekade terakhir. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BTID Berdiri di Atas Mangrove, Izin Pusat Bukan Jubah Suci

    BTID Berdiri di Atas Mangrove, Izin Pusat Bukan Jubah Suci

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Proyek besar berlabel Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Bali Turtle Island Development (BTID) kini menuai sorotan tajam. Di tengah klaim legalitas dari pusat, kritik justru menguat dari daerah, izin nasional dinilai tak bisa menjadi tameng untuk mengabaikan hukum lingkungan dan kearifan lokal Bali. “Kalau semua mau dibawa ke pusat, orang […]

  • HUT ke-51 PPNI, Sultan Bakhtiar Najamuddin:Perawat, Tulang Punggung Pelayanan Kesehatan Nasional

    HUT ke-51 PPNI, Sultan Bakhtiar Najamuddin:Perawat, Tulang Punggung Pelayanan Kesehatan Nasional

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 777
    • 0Komentar

    JAKARTA, jarrakpos.com-  Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Bakhtiar Najamuddin , menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 bagi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) . Dalam momen istimewa ini, ia mengapresiasi peran besar perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. “Di usia yang ke-51 tahun ini, PPNI terus berupaya konsisten […]

  • 25 Tahun Demokrat Bali: Refleksi Sejarah, Perkuat Konsolidasi, Kader Diminta Kembali Hadir dan Bekerja Nyata untuk Rakyat

    25 Tahun Demokrat Bali: Refleksi Sejarah, Perkuat Konsolidasi, Kader Diminta Kembali Hadir dan Bekerja Nyata untuk Rakyat

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali menjadikan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat konsolidasi kader. Peringatan seperempat abad Partai Demokrat tersebut digelar secara sederhana di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, Rabu (9/9/2026). Momentum tersebut juga menjadi penegasan komitmen Partai Demokrat Bali untuk […]

  • DPW FBN RI Bali Teguhkan Bela Negara Lewat Sarasehan Budaya dan Hukum

    DPW FBN RI Bali Teguhkan Bela Negara Lewat Sarasehan Budaya dan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat kesadaran hukum, budaya, dan lingkungan hidup ditengah derasnya arus digitalisasi. Untuk itu, DPW Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-77 di Monumen Perjuangan Bangsal Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat, 19 Desember 2025. […]

  • Oka Antara Soroti Reklamasi PT BTID di Serangan, Tegaskan Investor Tak Menghargai Lebih Baik di Usir

    Oka Antara Soroti Reklamasi PT BTID di Serangan, Tegaskan Investor Tak Menghargai Lebih Baik di Usir

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Sekretaris Komisi I DPRD Bali sekaligus Anggota Pansus TRAP, Nyoman Oka Antara menyoroti adanya aktivitas reklamasi di kawasan Serangan yang dilakukan sejak era Orde Baru (Orba) dan dinilai menyalahi aturan. Oka Antara menegaskan, praktik tersebut seharusnya mendapatkan perlakuan hukum yang sama seperti reklamasi lain yang pernah diproses secara pidana di Bali. Menurut […]

  • Dari Danau Beratan hingga Gedung 45 Meter, Pansus TRAP Dorong Satgas Tata Ruang dan Moratorium Izin

    Dari Danau Beratan hingga Gedung 45 Meter, Pansus TRAP Dorong Satgas Tata Ruang dan Moratorium Izin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendorong arah baru kebijakan penataan ruang Pulau Dewata melalui pendekatan progresif berbasis nilai. Salah satu poin krusial yang disorot adalah usulan penerapan zonasi ketinggian bangunan hingga 45 meter di kawasan tertentu, tanpa meninggalkan prinsip dasar kearifan lokal Bali. Rekomendasi strategis […]

expand_less