Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gerindra–PSI Usul Satgas Pengawas Perda Usai Pansus TRAP Berakhir, Gede Harja: Jangan Biarkan Pelanggaran Tata Ruang Terus Berulang

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali yang juga Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, I Gede Harja Astawa, mendorong Pemerintah Provinsi Bali membentuk satuan tugas (Satgas) khusus lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengawasi pelaksanaan berbagai peraturan daerah (Perda) setelah masa tugas Pansus TRAP berakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Harja Astawa kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna ke-46 DPRD Provinsi Bali, Senin (20/7/2026), di Ruang Fraksi Gerindra–PSI, Gedung DPRD Provinsi Bali.

Menurut Harja, Fraksi Gerindra–PSI sebelumnya telah menyampaikan pandangan resminya dalam Pandangan Umum Fraksi pada 10 Juli 2026. Dalam pandangan tersebut, fraksinya memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai produktif melahirkan berbagai regulasi. Namun, ia menilai persoalan terbesar justru terletak pada lemahnya implementasi dan penegakan aturan di lapangan.

“Kami mengapresiasi banyaknya regulasi yang telah dibuat oleh pemerintah daerah. Tetapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana regulasi itu diterapkan. Menurut kami, penegakannya masih lemah, dan salah satu indikatornya adalah sampai harus dibentuk Pansus TRAP,” ujarnya.

Sebagai Ketua Fraksi Gerindra–PSI sekaligus Wakil Ketua Pansus TRAP, Harja menjelaskan bahwa pansus dibentuk sebagai instrumen pengawasan terhadap persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan di Bali, bukan untuk menangani satu objek tertentu, melainkan bekerja dalam jangka waktu yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan DPRD.

Selama masa tugas tersebut, Pansus TRAP melakukan pengawasan, inspeksi lapangan, serta menyusun berbagai rekomendasi yang nantinya akan dipertanggungjawabkan pada akhir masa kerja.

Karena itu, menurutnya, setelah Pansus TRAP selesai bertugas, pemerintah perlu memiliki lembaga permanen yang secara khusus mengawal pelaksanaan berbagai regulasi daerah.

“Kami sudah berdiskusi di internal Pansus TRAP. Di akhir masa tugas nanti kami akan merekomendasikan kepada eksekutif agar membentuk sebuah satgas atau lembaga lintas OPD yang secara khusus bertugas mengawasi, memantau, sekaligus memberikan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan perda,” tegasnya.

Harja menegaskan Fraksi Gerindra–PSI maupun Pansus TRAP tidak pernah memiliki sikap anti terhadap investasi. Menurutnya, keberadaan investor maupun pelaku usaha tetap dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali, sepanjang seluruh aktivitas usaha dilakukan sesuai aturan.

Ia menekankan bahwa investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, membuka lapangan pekerjaan, serta tidak merusak lingkungan hidup yang menjadi kekuatan utama Bali.

Menurut Harja, kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan sudah mulai terlihat. Ia mencontohkan kondisi subak di daerah asalnya yang mengalami penyusutan signifikan.

“Beberapa tahun lalu luas subak masih sekitar 63 hektare, sekarang tinggal sekitar 36 hektare. Dampaknya bukan hanya terhadap pertanian, tetapi juga terhadap pelaksanaan tradisi dan upacara adat yang selama ini ditopang oleh keberadaan subak,” katanya.

Selain persoalan tata ruang, Harja juga menyoroti maraknya aktivitas galian C yang diduga masih beroperasi tanpa izin lengkap.

Menurutnya, masyarakat memang memiliki hak memanfaatkan lahannya sendiri, tetapi setiap aktivitas pertambangan tetap harus memenuhi seluruh ketentuan hukum sebelum kegiatan dilakukan.

“Jangan bekerja dulu baru mengurus izin. Negara kita adalah negara hukum. Semua harus mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia bahkan mempersilakan masyarakat maupun pelaku usaha yang mengalami hambatan dalam proses perizinan untuk datang ke DPRD agar dapat dicarikan solusi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tak hanya itu, Harja juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan Air Bawah Tanah (ABT) yang dinilai jauh lebih sulit terdeteksi dibanding aktivitas galian C karena dilakukan di area tertutup.

Ia meminta Satpol PP sebagai penegak Perda agar bertindak tegas, konsisten, dan tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan terhadap setiap pelanggaran.

“Kalau ada pelanggaran harus ditindak. Jangan sampai muncul kesan ada yang dibiarkan. Asas keadilan harus dijaga agar masyarakat percaya kepada pemerintah,” ujarnya.

Menurut Harja, penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten akan memperkuat kepercayaan publik. Sebaliknya, apabila terjadi perlakuan berbeda terhadap pelanggar, maka masyarakat akan mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan.

Menutup keterangannya, Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Bali sekaligus Wakil Ketua Pansus TRAP, I Gede Harja Astawa, menegaskan bahwa Pansus TRAP hanya bersifat sementara sehingga pengawasan tidak boleh berhenti setelah masa tugasnya selesai.

“Kami ingin setelah Pansus TRAP berakhir, pengawasan terhadap tata ruang, aset daerah, dan perizinan tetap berjalan melalui sebuah lembaga yang benar-benar fokus, profesional, tegas, adil, dan konsisten dalam menegakkan Perda demi menjaga kelestarian Bali,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yoko Hattrick! PS Malaka Kunci Tiket ke 16 Besar ETMC 2025 dengan Kemenangan Spektakuler 4–2

    Yoko Hattrick! PS Malaka Kunci Tiket ke 16 Besar ETMC 2025 dengan Kemenangan Spektakuler 4–2

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 13
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- PS Malaka tampil garang dan penuh determinasi pada laga penentuan Grup F El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025, Jumat malam (21/11/2025). Bermain dengan kepercayaan diri tinggi, mereka menundukkan Persewa Waingapu dengan skor meyakinkan 4–2 dan memastikan langkah mulus ke babak 16 besar. Laga dimulai dengan kejutan dari kubu Persewa Waingapu. Lewat serangan rapi […]

  • Satpas SIM Polresta Denpasar Berikan Pelayanan Humanis dan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Pemohon SIM

    Satpas SIM Polresta Denpasar Berikan Pelayanan Humanis dan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Pemohon SIM

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) Polresta Denpasar terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan humanis kepada masyarakat, khususnya kepada para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mengikuti ujian teori. Senin (15/12/25) Dalam pelaksanaannya, personel Satpas SIM Polresta Denpasar tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga melakukan pendampingan dan pengarahan kepada pemohon SIM […]

  • Kolaborasi PakabarBali, PDDI Bali dan Pasraman Sarva Dharma Dorong Ketersediaan Darah di Bali

    Kolaborasi PakabarBali, PDDI Bali dan Pasraman Sarva Dharma Dorong Ketersediaan Darah di Bali

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Umum PakabarBali Cin Hiung menyatakan Pakabarbali telah berdiri selama 12 tahun dan menaungi lebih dari 500 kepala keluarga perantau asal Kalimantan Barat di Bali. Pembentukan Pakabarbali ini bertujuan merangkul perantau-perantau dari Kalimantan Barat yang berdomisili di Bali untuk ikut bergabung menjadi satu kesatuan dalam kegiatan sosial, salah satunya Donor Darah. Mengingat, […]

  • Dewan Pembina Flobamora Tindak Tegas Oknum Pencoreng Nama Baik

    Dewan Pembina Flobamora Tindak Tegas Oknum Pencoreng Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Aksi nekad Yulius Moruk (20), pria asal Belu, Nusa Tenggara Timur, yang mengendarai motor secara ugal-ugalan di Denpasar tanpa helm dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga nyaris menabrak petugas, menuai respons keras dari Dewan Pembina Flobamora Bali. Dewan Pembina Flobamora menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik warga asal NTT di […]

  • Sukarela: Warga Serahkan Senjata Rakitan kepada Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad di Perbatasan

    Sukarela: Warga Serahkan Senjata Rakitan kepada Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad di Perbatasan

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Upaya meningkatkan stabilitas keamanan dan mempererat kemanunggalan dengan masyarakat, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11 Kostrad Pos Simanggaris Lama menerima penyerahan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur dari seorang warga secara sukarela. Minggu,(27/4/2025). Penyerahan senjata tersebut dilakukan oleh H (53), seorang petani asal Desa Tabur Lestari, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan. Warga […]

  • Politisi PKB Minta Pemda Pandeglang Tarik Seluruh Transaksi Daerah dari Bank BJB ke Bank Banten

    Politisi PKB Minta Pemda Pandeglang Tarik Seluruh Transaksi Daerah dari Bank BJB ke Bank Banten

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.281
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Pandeglang – Anggota DPRD dari Komisi II Kabupaten Pandeglang meminta agar seluruh transaksi keuangan pemerintah Kabupaten (Pemda) Pandeglang, termasuk pembayaran ASN, pajak daerah, serta retribusi, dialihkan dari Bank BJB ke Bank Banten. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Mulyadhi, Kamis (4/9/2025) “Keberadaan Bank Banten sebagai bank milik daerah seharusnya menjadi prioritas dalam […]

expand_less