Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi Betina

  • account_circle Admin Jakarta
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Matacompas.com Sumenap – Lebih dari 1.000 warga Pulau Giliraja, Kabupaten Sumenep, antusias menyaksikan pagelaran kerapan sapi betina yang digelar secara mandiri oleh masyarakat. Mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Jagat”, kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Selor Margosono dan diikuti tujuh rombongan komunitas kerapan sapi betina.

Bagi masyarakat Giliraja, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Kerapan sapi betina menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dirawat dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Ketua pelaksana kegiatan, Selor Margosono, mengatakan pagelaran tersebut digelar dengan semangat mempertahankan warisan leluhur sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga Pulau Giliraja.

“Yang paling utama adalah mempertahankan warisan leluhur. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi antarwarga pulau sekaligus memperkenalkan budaya dan seni kerapan sapi kepada masyarakat luas,” ujar Selor.

Menurut Selor, tema “Merawat Bumi, Menjaga Jagat” sengaja diangkat untuk mengingatkan bahwa tradisi masyarakat tidak lahir dari ruang kosong. Kerapan sapi betina memiliki hubungan dengan kehidupan agraris masyarakat Madura, ketika sapi menjadi bagian dari aktivitas mengolah tanah dan membajak lahan.

Karena itu, merawat tradisi juga berarti merawat ingatan kolektif tentang hubungan manusia dengan tanah dan alam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kalau bicara sapi betina, kita tidak bisa melepaskannya dari kehidupan masyarakat yang dekat dengan pertanian. Dahulu sapi digunakan untuk membantu membajak dan mengolah tanah. Jadi, merawat tradisi ini juga berarti menjaga hubungan kita dengan bumi, dengan kehidupan dan dengan warisan leluhur,” katanya.

Kaitan tersebut memiliki pijakan dalam sejarah budaya Madura. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud mencatat bahwa tradisi sapi sonok berkembang dari kultur agraris masyarakat Madura. Setelah digunakan untuk membajak ladang, sapi betina dirawat dan dimandikan, yang kemudian berkembang menjadi tradisi menampilkan keindahan dan keserasian pasangan sapi. Sapi Sonok sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2013.

Perpaduan Sapi Sonok dan Kerapan

Ketua Komunitas Kerapan Sapi Betina Karya Family, Baidar, yang sekaligus menjadi tuan rumah dalam pagelaran tersebut, mengatakan kerapan sapi betina di Giliraja memiliki keunikan tersendiri.

Menurutnya, kerapan sapi betina berbeda dari kerapan sapi yang selama ini lebih dikenal masyarakat Madura, yang umumnya menggunakan sapi jantan. Di sisi lain, sapi sonok lebih menonjolkan keindahan, perawatan, hiasan dan keserasian langkah sapi betina.

Sementara di Giliraja, unsur tersebut dipadukan dengan kemampuan sapi betina untuk berlari atau dikerapan.

“Kerapan sapi betina ini menjadi salah satu yang unik di Pulau Giliraja. Biasanya kerapan menggunakan sapi jantan. Kalau sapi sonok, sapi betina lebih banyak dihias dan ditampilkan keindahan serta keserasian jalannya. Di sini sapi betina bukan hanya dihias dan ditata, tetapi juga dikerapan atau dipacu untuk berlari,” kata Baidar.

Menurut Baidar, perpaduan tersebut menjadikan kerapan sapi betina sebagai ekspresi budaya yang khas bagi masyarakat Giliraja. Sapi betina tidak hanya menjadi objek tontonan, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat dan sejarah pertanian di pulau tersebut.

“Jadi ada perpaduan antara sapi sonok dan kerapan. Sapinya dihias, ditata jalannya, tetapi juga dikerapan. Ini yang menjadi keunikan tersendiri,” ujarnya.

Baidar menambahkan, antusiasme masyarakat yang mencapai lebih dari 1.000 orang menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih memiliki tempat kuat di tengah kehidupan warga.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Bagi kami ini bukan hanya hiburan, tetapi kesenian dan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. Karena itu masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga supaya tradisi ini tidak hilang,” katanya.

Keberadaan kerapan sapi betina di Giliraja sendiri bukan hal baru. Pemberitaan sebelumnya mencatat bahwa kerapan sapi betina memang menjadi budaya lokal masyarakat Pulau Giliraja. Dalam pelaksanaannya, pasangan sapi betina dihias dengan berbagai aksesori dan dilengkapi perangkat yang berkaitan dengan aktivitas membajak sawah sebelum kemudian dibawa ke arena untuk berlari.

Tingginya partisipasi masyarakat dalam pagelaran kali ini memperlihatkan bahwa kebudayaan lokal masih mampu menjadi ruang perjumpaan masyarakat. Tujuh rombongan komunitas yang hadir tidak hanya membawa sapi masing-masing, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga sebuah tradisi agar tetap hidup.

Di tengah perubahan zaman, masyarakat Giliraja memilih untuk tidak membiarkan warisan leluhurnya berhenti sebagai cerita masa lalu. Kerapan sapi betina dirawat melalui praktik kebudayaan yang terus dilakukan, dikenalkan kepada masyarakat dan diharapkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Semangat itulah yang kemudian menemukan maknanya dalam tema “Merawat Bumi, Menjaga Jagat”: menjaga kebudayaan bukan sekadar mempertahankan sebuah pertunjukan, tetapi juga merawat ingatan tentang bagaimana masyarakat, tanah, hewan, pertanian dan kehidupan sosial pernah tumbuh dalam satu kesatuan.

  • Penulis: Admin Jakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Pengadaan Gabah dan Beras Bulog Lebak – Pandeglang

    Sosialisasi Pengadaan Gabah dan Beras Bulog Lebak – Pandeglang

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Pemerintah Indonesia pada di tahun 2025 akan focus terhadap pemantapan sistem ketahanan pangan dan keamanan negara. Selain itu, peemeringah Indonesia juga akan mendorong kemandirian bangsa melalui berbagai sektor seperti swasembada pangan. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Cabang (Kacab) Bulog Lebak dan Pandeglang, Agung Trisakti saat melakukan sosialiasi pengadaan gabah dan beras Bulog […]

  • Kalahkan Dinas PUPRKIM, Disdikpora Bali Juara Kompetisi Mini Soccer Kerthi Bali IV

    Kalahkan Dinas PUPRKIM, Disdikpora Bali Juara Kompetisi Mini Soccer Kerthi Bali IV

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tim Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali berhasil menjadi juara Kompetisi Mini Soccer Kerthi Bali IV. Gelar tersebut diraih setelah Disdikpora mengalahkan Tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali pada pertandingan final yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai, Denpasar, Senin […]

  • Dibalik Gemerlap Pariwisata Bali, Petani Menjerit: Kade Sudiana Dorong Bank Tani Berbasis Subak

    Dibalik Gemerlap Pariwisata Bali, Petani Menjerit: Kade Sudiana Dorong Bank Tani Berbasis Subak

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JEMBRANA – Dibalik gemerlap pariwisata Bali yang mendunia, terdapat perjuangan para petani yang menjaga denyut pangan sekaligus warisan budaya Subak. Mereka menjadi pilar ketahanan pangan dan penjaga sistem irigasi tradisional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Namun, kondisi petani di lapangan menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tingginya biaya produksi, mahalnya harga pupuk, sulitnya akses […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Dalami Legalitas BTID Soroti KKPR dan Izin Pesisir 

    Pansus TRAP DPRD Bali Dalami Legalitas BTID Soroti KKPR dan Izin Pesisir 

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Tim Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali, Senin, 23 Pebruari 2026. RDP ini difokuskan pada pendalaman dugaan pelanggaran tata ruang dan perizinan dalam pengelolaan kawasan […]

  • PHK Sepihak, Karyawan Gugat KSP Swasti Sari ke Pengadilan Hubungan Industrial

    PHK Sepihak, Karyawan Gugat KSP Swasti Sari ke Pengadilan Hubungan Industrial

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.637
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Karyawan KSP Kopdit Swasti Sari Danang Surya Pranata melayangkan gugatan terhadap tempatnya bekerja. Gugatan ini dilayangkan atas pemutusan hubungan kerja atau PHK sepihak yang dilakukan oleh KSP Kopdit Swasti Sari terhadap Danang. Gugatan sengketa ketenagakerjaan terhadap KSP Kopdit Swasti Sari yang beralamat di Jalan Sumba Nomor 3 C, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, […]

  • Dengan Naik Delman Istimewa, Dandim 0615/KNG Ajak Puluhan Anak Yatim Ngabuburit

    Dengan Naik Delman Istimewa, Dandim 0615/KNG Ajak Puluhan Anak Yatim Ngabuburit

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 857
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Puluhan anak yatim ngabuburit bersama prajurit TNI Kodim 0615/KNG naik delman keliling kota Kuningan, Jumat (14/3/2025). Senyum sumringah tampak dari wajah mereka saat menaiki delman hias. Acara ngabuburit ini dipimpin langsung oleh Dandim 0615/KNG Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan, jajaran Perwira Kodim 0615/KNG dan pengurus Persit KCK Cabang XXVI Kodim 0615/KNG. “Ini […]

expand_less