Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Koster Tegaskan Penghormatan Pada Satwa Harus Diwujudkan Dengan Aksi Nyata

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com – Rahina Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Uye, Sabtu (5/9/2026), diperingati secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Perayaan yang dalam tradisi masyarakat Bali juga dikenal sebagai Tumpek Kandang tersebut tidak hanya diisi dengan persembahyangan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aksi nyata untuk menjaga, melindungi, merawat, dan melestarikan satwa serta lingkungan.

Untuk tingkat Provinsi Bali, rangkaian perayaan Tumpek Uye dipusatkan di kawasan Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, jajaran perangkat daerah Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pelepasan ratusan ekor burung titiran ke alam bebas sebagai simbol kepedulian terhadap keberlangsungan satwa dan ekosistem.

Setelah itu, Gubernur Bali bersama rombongan melaksanakan persembahyangan di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Dari kawasan pura, rangkaian peringatan berlanjut dengan peninjauan pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya anjing, yang digelar di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari pesan Tumpek Uye bahwa penghormatan terhadap satwa tidak berhenti pada pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi manusia, hewan, dan lingkungan.

Tumpek Uye sendiri merupakan momentum bagi umat Hindu Bali untuk menghormati keberadaan satwa yang telah memberikan berbagai manfaat dalam kehidupan manusia.

Nilai tersebut selaras dengan falsafah Tri Hita Karana yang menempatkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan atau Parhyangan, manusia dengan sesama atau Pawongan, serta manusia dengan alam dan lingkungan atau Palemahan sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, perayaan Tumpek Uye di Bali dikemas tidak hanya dalam bentuk persembahyangan, tetapi juga melalui gerakan pelestarian satwa dan lingkungan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota.

Di sejumlah daerah, kegiatan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal HPR digelar di berbagai titik. Pemerintah daerah bersama masyarakat juga melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi bagi hewan penular rabies.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan dan kesejahteraan satwa sekaligus mencegah penyebaran penyakit rabies yang masih menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan kesehatan hewan di Bali.

Aksi pelestarian satwa juga dilakukan di wilayah pesisir. Di Pantai Masceti, Gianyar, serta Oemah Penyu, Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, dilakukan pelepasan ratusan tukik ke habitat alaminya.

Pelepasan tukik tersebut menjadi simbol nyata upaya menjaga keberlangsungan fauna sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem laut Bali. Keberadaan penyu sebagai bagian dari ekosistem pesisir juga memiliki nilai penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut.

Beragam kegiatan yang dilaksanakan serentak tersebut memperlihatkan bahwa Tumpek Uye memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar sebuah perayaan kalender tradisional.

Tumpek Uye menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai-nilai kearifan lokal Bali ke dalam tindakan nyata. Memberi makan satwa, melepas burung ke alam, melakukan vaksinasi dan sterilisasi anjing, hingga mengembalikan tukik ke habitatnya merupakan bentuk kepedulian yang langsung menyentuh kehidupan satwa dan kelestarian lingkungan.

Momentum ini sekaligus memperkuat pesan bahwa manusia tidak berdiri sendiri dalam kehidupan. Satwa dan alam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseimbangan kehidupan manusia.

Dengan semangat tersebut, perayaan Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga satwa, melindungi lingkungan, serta mempertahankan keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal Bali yang terus dirawat dan diwariskan, sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga alam dan seluruh makhluk hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. (red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Duga Memalsukan Tanda Tangan Dan Korupsi 800 Juta, Warga Desa Wanasaba Kidul Tuntut BPD Musdes Berhentikan Kades Dan Sekdes.

    Di Duga Memalsukan Tanda Tangan Dan Korupsi 800 Juta, Warga Desa Wanasaba Kidul Tuntut BPD Musdes Berhentikan Kades Dan Sekdes.

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Ratusan warga melakukan demo di depan Kantor Kuwu (Kantor Kades) Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Sabtu 15/02/25. Demo di jaga ketat oleh Kepolisian setempat dan beberapa Polisi Pamong Peraja (Pol-PP) yang bertugas mengamankan jalanya demo. Dalam orasinya peserta unjuk rasa tersebut menuntut Badan Permasyawaratan Desa (BPD) segera melaksanakan musyawarah desa (Musdes) […]

  • Prahara Bupati Raymundus Bena: Insiden MBG, Tragedi Pulpen-Buku, dan Marwah Partai Gerindra

    Prahara Bupati Raymundus Bena: Insiden MBG, Tragedi Pulpen-Buku, dan Marwah Partai Gerindra

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 26
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Kepemimpinan Bupati Ngada Raymundus Bena tengah menghadapi rangkaian ujian yang datang hampir bersamaan. Dari polemik program makan bergizi di sekolah, tragedi memilukan seorang anak yang tak mampu membeli alat tulis, hingga konflik administratif dengan pemerintah provinsi, semuanya bermuara pada satu titik: sorotan publik terhadap arah kepemimpinan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Situasi […]

  • Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta

    Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BADUNG, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026) siang. Peninjauan tersebut menjadi perhatian terhadap persoalan abrasi yang mengancam kawasan pesisir […]

  • RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Wayan Tagel Ungkap Temukan Indikasi Reklamasi PT Toya Anyar Kubu

    RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Wayan Tagel Ungkap Temukan Indikasi Reklamasi PT Toya Anyar Kubu

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Usaha tambang pasir milik PT Pasir Toya Anyar Kubu, Tianyar, Karangasem, direkomendasikan ditutup sementara oleh Tim Pansus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Banmus DPRD Bali, Kamis (26/2) siang. Anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Wayan Tagel Winarta, […]

  • Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

    Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali memanas dan kini menjelma menjadi perdebatan besar tentang arah masa depan Pulau Dewata. Di tengah ambisi menjadikan Bali sebagai pusat investasi dan ekonomi global, publik justru dikejutkan oleh berbagai dugaan persoalan mulai dari tata ruang, konversi mangrove, hingga isu kesucian […]

  • Kadispora Bengkulu Ajak Pemuda Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah

    Kadispora Bengkulu Ajak Pemuda Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, SE., MM., mengajak generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam berbagai sektor, seperti olahraga, ekonomi kreatif, dan teknologi. “Pemuda adalah motor penggerak pembangunan. Kami berharap mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berpartisipasi […]

expand_less