Breaking News
light_mode
Trending Tags

JPU Akui Kerja Sama Berakhir, Penguasaan The Umalas Pasca 1 November 2025 Dipertanyakan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar Sidang Duplik perkara pidana dengan terdakwa Budiman Tiang (BT), Selasa, 16 Desember 2025.

Sidang yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 13.00 WITA tersebut menjadi tahapan akhir sebelum Majelis Hakim memasuki musyawarah putusan, yang dijadwalkan pada 8 Januari 2026.

Sidang Duplik merupakan jawaban Terdakwa dan Penasehat Hukum atas replik Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam persidangan ini, duplik dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi penegasan terakhir pembelaan, khususnya terkait dalil gugurnya seluruh unsur Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Penasehat Hukum, Gede Pasek Suardika, S.H., M.H., (GPS) dari Berdikari Law Office menilai Replik JPU tidak menjawab fakta-fakta persidangan dan cenderung mengulang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dinilai telah runtuh dalam proses pembuktian.

Dalam repliknya, JPU menyatakan bahwa kerja sama antara Terdakwa dengan PT SUP dalam pembangunan modul rumah kos The Umalas Signature berlaku selama empat tahun, sejak 1 November 2021 hingga 1 November 2025. Setelah masa tersebut berakhir, kerja sama dinyatakan selesai dan tanah berstatus SHGB beserta bangunan di atasnya kembali kepada Terdakwa.

Namun, hingga akhir pembuktian, Penasehat Hukum GPS menegaskan JPU tidak mampu menunjukkan unsur-unsur pokok penggelapan, mulai dari objek yang jelas, kerugian nyata dan terukur, pihak korban yang dirugikan, hingga keuntungan yang dinikmati oleh Terdakwa.

Dalam duplik, Penasehat Hukum GPS juga menekankan bahwa objek perkara merupakan milik sah Terdakwa, sementara bangunan yang disebut sebagai objek penggelapan justru dikuasai pihak pelapor.

Selain itu, tidak ditemukan adanya niat jahat (mens rea), perbuatan melawan hukum, kerugian, maupun korban yang dihadirkan di persidangan. Dengan demikian, perkara ini dinilai lebih tepat sebagai sengketa bisnis atau perdata yang dipaksakan masuk ke ranah pidana.

GPS juga menegaskan bahwa seluruh unsur Pasal 372 KUHP telah runtuh di persidangan. “Bangunan bernilai ratusan miliar justru dikuasai pihak pelapor. Secara hukum, mustahil seseorang menggelapkan sesuatu yang tidak ia kuasai, apalagi miliknya sendiri,” paparnya.

Ia juga menilai replik Jaksa tidak menjawab fakta persidangan dan hanya mengulang BAP yang tidak lagi relevan. “Tidak satu pun konsumen yang katanya dirugikan pernah dihadirkan di persidangan,” tegasnya.

Selain itu, GPS menyampaikan bahwa gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kombes Pol. Rachmat Hendrawan dan Irjen Pol. Daniel Adityajaya telah berlanjut ke pokok perkara. Hal tersebut merujuk pada putusan sela PN Denpasar tertanggal 10 Desember 2025 yang menolak seluruh eksepsi tergugat terkait kewenangan mengadili.

“Ini menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan di jalur yang benar. Kami menunggu keberanian hakim memutus berdasarkan fakta dan hukum, bukan tekanan atau bayang-bayang kekuasaan di luar sidang,” ungkapnya.

Penasehat Hukum lainnya, Komang Nila Adnyani, S.H., menilai tidak adanya korban, kerugian, serta bukti keuntungan pribadi terdakwa menjadi alasan kuat bahwa perkara ini tidak memiliki dasar untuk pemidanaan.

Sementara itu, Terdakwa Budiman Tiang justru menyampaikan terima kasih kepada Penuntut Umum karena dalam repliknya menegaskan bahwa kerja sama dengan PT SUP telah berakhir pada 1 November 2025, dan sejak saat itu tanah SHGB beserta bangunan The Umalas Signature atau The One Umalas kembali sepenuhnya kepada Terdakwa. Pernyataan tersebut, menurutnya, merupakan pengakuan hukum dari Penuntut Umum, bukan sekadar klaim pribadi.

Ironisnya, setelah melewati tanggal tersebut, tanah dan bangunan masih dikuasai oleh PT SUP tanpa dasar hukum. Berdasarkan logika hukum yang ditegaskan sendiri oleh Penuntut Umum, penguasaan tanpa hak justru dilakukan oleh PT SUP, bukan oleh Terdakwa. Kondisi ini dinilai sebagai anomali hukum, di mana pemilik sah justru didudukkan sebagai terdakwa.

Perkara Budiman Tiang kini memasuki fase penentuan yang bukan hanya menyangkut nasib Terdakwa, tetapi juga menjadi tolok ukur integritas peradilan. Dengan gugurnya unsur pidana penggelapan dan berlanjutnya perkara PMH ke pokok perkara, publik menanti apakah hukum akan ditegakkan berdasarkan fakta dan keadilan, atau justru membiarkan kriminalisasi sengketa perdata menjadi preseden berbahaya bagi kepastian hukum dan iklim usaha di Bali. (red).

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Somvir Desak Pemprov Bali Tuntaskan Aset Mangkrak Pusat Kebudayaan India di Renon, Terbengkalai Lebih dari Dua Dekade

    Dr. Somvir Desak Pemprov Bali Tuntaskan Aset Mangkrak Pusat Kebudayaan India di Renon, Terbengkalai Lebih dari Dua Dekade

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik aset milik Pemerintah Provinsi Bali yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayaan India di kawasan Jalan Tantular, Renon, kembali mencuat ke permukaan. Setelah lebih dari dua dekade sejak pertama kali direncanakan pada tahun 2004, proyek yang digadang-gadang menjadi simbol hubungan budaya Bali dan India itu hingga […]

  • Imigrasi Bali Komitmen Jalankan Tugas Keimigrasian Secara Maksimal dalam Penanganan WNA

    Imigrasi Bali Komitmen Jalankan Tugas Keimigrasian Secara Maksimal dalam Penanganan WNA

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali melakukan pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Arya Wedakarna, di Denpasar, Senin (9/3). Pertemuan tersebut membahas penguatan penanganan serta pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang berada di wilayah Bali. Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi […]

  • Demokrat Bali Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Juwuk Legi, Made Mudarta: Rawat Kasih Sayang, Tolak Kekerasan

    Demokrat Bali Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Juwuk Legi, Made Mudarta: Rawat Kasih Sayang, Tolak Kekerasan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BULELENG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buleleng mengunjungi keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi pembunuhan di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Kunjungan berlangsung di kediaman keluarga korban di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Jumat (31/7/2026). Rombongan dipimpin Ketua DPD Partai Demokrat […]

  • Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Upaya penataan kawasan hijau Jatiluwih mulai menunjukkan hasil positif. Polemik pemasangan seng di areal persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, yang sempat memicu penurunan tajam kunjungan wisatawan, kini berangsur mereda setelah dilakukan pembongkaran seng di kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Senin, 5 Januari 2026. Pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara […]

  • Pesan Galungan dari Anggota DPRD Bali Wayan Bawa: Rayakan Sederhana, Maknai Secara Mendalam

    Pesan Galungan dari Anggota DPRD Bali Wayan Bawa: Rayakan Sederhana, Maknai Secara Mendalam

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Bawa, S.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan spiritual kepada seluruh umat Hindu di Bali.  Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Galungan sebagai kesempatan untuk memperkuat dharma, menjaga keharmonisan, dan meneguhkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang […]

  • Kapolres Willy Pimpin Langsung Sertijab Kasatlantas Kuningan

    Kapolres Willy Pimpin Langsung Sertijab Kasatlantas Kuningan

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Jabatan Kasat Lantas Polres Kuningan berganti, dari AKP Sigit Suhartanto digantikan oleh AKP Yudha Satyo R dalam upacara sertijab. Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian memimpin langsung sertijab yang berlangsung di lapangan upacara Mapolres Kuningan, Jum’at (17/01/2025). “Serah terima jabatan merupakan hal yang biasa dalam organisasi, bahkan semua personel Polri pasti pernah mengalaminya. […]

expand_less