Ingatkan Ancaman Inflasi, PEPABRI Bali Soroti BBM Langka Singgung Sistem Berubah untuk Kepentingan Oligarki
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN, Matacompas.com – Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) Provinsi Bali menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah memasuki hari kelima dan memicu antrean kendaraan hingga 1-3 kilometer di sejumlah wilayah Bali.
Hal tersebut mengemuka, dalam simakrama bersama Korem 163/Wira Satya yang dirangkai dengan arisan rutin PEPABRI di Gedung Serbaguna Nayaka Loka, Kebun Raya Eka Karya Bali, Bedugul, Tabanan, Sabtu (17/10/2026).
PEPABRI Bali menyoroti
persoalan BBM menjadi salah satu isu aktual yang mendapat perhatian serius.
Brigjen TNI (Purn) I Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si., menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi di tengah situasi yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
“Masyarakat jangan gelisah dan jangan mudah tersulut emosi, pemimpin kita Gubernur Wayan Koster sudah bekerja secara maksimal, siang hingga larut malam,”terangnya.
Namun, Budiastawa juga melontarkan kritik atas sistem yang dinilainya telah berubah dan berpotensi menguntungkan kelompok tertentu. Ia menilai persoalan kelangkaan BBM di Bali perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dari sisi tata kelola dan pelaksanaan tugas aparatur negara.
Ia menyinggung kondisi antrean BBM yang mengular hingga 1-3 kilometer, bahkan masuk ke kawasan permukiman warga. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan komprehensif.
Ia menegaskan pentingnya profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, serta Aparat Penegak Hukum (APH), dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan dan tanggung jawab masing-masing.
“Kalau orang-orang yang dipilih memiliki kapabilitas serta mendapat restu Tuhan / Ida Sang Hyang Widhi Wasa, saya meyakini kita akan mudah melewati masalah ini,” ujarnya.
Budiastawa juga mengingatkan bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan mengedepankan tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kemudian, Budiastawa menyinggung sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menurut pandangannya mengalami perubahan untuk kepentingan oligarki atau sekelompok orang.
Ia menegaskan, kondisi kelangkaan BBM yang terjadi saat ini tidak semata-mata dapat dikaitkan dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto maupun Gubernur Bali Wayan Koster.
Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, Nyoman Gde Gunawan, yang mewakili Bupati Tabanan, turut menyoroti dampak kelangkaan BBM atas perekonomian masyarakat.
Gde Gunawan menilai kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika geopolitik global. Ia berharap upaya yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dapat segera membuahkan hasil sehingga pasokan BBM kembali normal.
“Semoga Bali segera bisa melewati ini, kelangkaan BBM saat ini sudah mulai merambah ke daerah lain. Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani secara komprehensif, dikhawatirkan akan merembet ke ekonomi, salah satunya harga barang dan kebutuhan bahan pokok(sembako) akan merangkak naik sehingga bisa memicu terjadinya inflasi,” ujarnya.
Menurut Gde Gunawan, dampak kelangkaan BBM perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi distribusi barang dan kebutuhan pokok. Jika berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong kenaikan harga di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi soliditas PEPABRI Bali yang saat ini memiliki 2.524 anggota. Menurutnya, organisasi yang telah berusia 67 tahun tersebut memiliki pengalaman panjang dan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat melalui semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Saya bangga melihat bapak ibu semua jauh-jauh datang ke Bedugul dari berbagai kota yang ada di Bali, tidak nampak lelah, namun sebaliknya penuh dengan semangat, dan suka cita,” ujarnya.
Kegiatan simakrama tersebut mengusung tema “Sekali Prajurit Tetap Prajurit, Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara, Sekali Pejuang Tetap Pejuang”.
Tema itu menegaskan bahwa semangat pengabdian tidak berhenti setelah seseorang memasuki masa purnatugas. Para purnawirawan diharapkan tetap berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para peserta saling berbagi pengalaman selama bertugas serta mempererat silaturahmi lintas generasi prajurit.
Acara ditutup dengan pengundian arisan bulanan dan pembagian doorprize sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar