Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pantau Lima SPBU di Denpasar, Gung Cok Apresiasi Solusi Gubernur Koster Urai Antrean BBM: Minta Masyarakat Tak Panic Buying

  • account_circle admin
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster dalam mengurai antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan Gung Cok saat berkeliling memantau kondisi sejumlah SPBU di Denpasar pada Minggu (18/10/2026) pagi. Dari lima SPBU yang dipantaunya, ia melihat kondisi antrean relatif lancar dan tidak lagi terjadi kepadatan seperti yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah SPBU yang dipantau meliputi kawasan Nangka Utara, Gatot Subroto Tengah, Ubung, serta kawasan Jalan Teuku Umar dan Teuku Umar Barat. Berdasarkan pantauannya, arus kendaraan di lokasi-lokasi tersebut terpantau relatif lengang. Kendaraan roda dua yang mengantre juga tidak terlalu banyak.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur atas langkah-langkah dan solusi untuk mengurai antrean yang terjadi di beberapa SPBU. Dari lima SPBU yang saya pantau pagi ini, kondisinya sudah lancar,” ujar Gung Cok.

Menurutnya, langkah yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan hasil positif dalam mengurai kepadatan kendaraan. Karena itu, ia menilai upaya tersebut patut diapresiasi dan perlu didukung bersama agar kondisi di lapangan tetap terkendali.

Distribusi Disebut Kembali Normal, tetapi Masyarakat Masih Khawatir

Di balik kondisi antrean yang mulai terurai, Gung Cok mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang dengan sejumlah pegawai SPBU yang dikenalnya. Dari percakapan tersebut, ia mendapat informasi bahwa distribusi BBM ke SPBU di Bali disebut telah kembali normal seperti sebelumnya.

Namun, kondisi itu sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan petugas SPBU. Jika distribusi sudah berjalan normal, mengapa antrean kendaraan masih membeludak di sejumlah lokasi?

Gung Cok menduga salah satu faktor yang ikut memengaruhi situasi tersebut adalah kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Rasa takut kehabisan bahan bakar mendorong sebagian warga membeli BBM lebih banyak dari kebutuhan biasanya, termasuk menyimpan cadangan untuk konsumsi sendiri.

Ia memahami kekhawatiran masyarakat di tengah situasi yang sempat menimbulkan ketidakpastian. Meski demikian, ia mengingatkan agar pembelian tetap dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.

“Saya tidak menyalahkan masyarakat karena mungkin mereka paranoid atau takut kehabisan BBM. Tetapi, jangan sampai ketakutan itu membuat orang membeli berlebihan dan menyimpan cadangan terlalu banyak,” tegasnya.

Menurut Gung Cok, perilaku membeli BBM secara berlebihan justru berpotensi memperbesar tekanan terhadap permintaan di SPBU dan membuat masyarakat lain kesulitan mendapatkan bahan bakar sesuai kebutuhannya.

Apresiasi Polda Bali Tindak Penimbunan BBM

Selain menyoroti perilaku pembelian berlebihan, Gung Cok juga mengapresiasi langkah Polda Bali dalam menindak dugaan penimbunan dan penjualan BBM secara ilegal di sejumlah wilayah, termasuk Badung dan lokasi lainnya.

Ia menilai penegakan hukum penting dilakukan untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi yang terjadi demi keuntungan pribadi.

Menurutnya, persoalan BBM tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengurai antrean kendaraan. Pengawasan terhadap distribusi, penjualan, serta potensi penyimpangan di lapangan harus tetap diperkuat agar pasokan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Langkah mengurai antrean sudah bagus dan patut diapresiasi. Namun, distribusinya juga harus tetap normal. Jangan sampai antrean terlihat lancar, tetapi pasokan di SPBU justru tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Bekerja Sama Mendukung Kebijakan Pemerintah

Gung Cok menegaskan, keberhasilan suatu kebijakan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh langkah yang diambil oleh kepala daerah atau instansi terkait, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kerja sama masyarakat.

Ia berharap warga Bali dapat lebih tenang dalam membeli BBM, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta tidak mudah terpancing kekhawatiran yang dapat memperburuk keadaan.

Menurutnya, kondisi antrean yang mulai terurai harus dijaga agar tidak kembali menimbulkan kemacetan, mengganggu aktivitas warga, maupun menghambat mobilitas masyarakat.

“Apapun program pemerintah, tanpa kerja sama masyarakat, program itu tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, saya mohon masyarakat ikut mendukung solusi yang sudah diberikan oleh Pak Gubernur,” katanya.

Komunikasi Gubernur dengan Pertamina Harus Terus Diperkuat

Lebih lanjut, Gung Cok menilai komunikasi yang telah dibangun Gubernur Bali dengan Pertamina, baik di tingkat daerah maupun pusat, perlu terus dipertahankan dan diperkuat.

Ia memahami bahwa distribusi BBM bukan semata-mata menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun, sebagai kepala daerah, gubernur memiliki tanggung jawab untuk memastikan persoalan yang berdampak luas terhadap masyarakat Bali mendapat perhatian dan penanganan yang serius melalui koordinasi lintas instansi.

Karena itu, ia berharap komunikasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga setiap potensi gangguan pasokan dapat segera diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Gung Cok menyatakan dukungannya terhadap upaya koordinasi tersebut demi menjaga ketersediaan BBM dan kelancaran aktivitas masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur. Kami berharap komunikasi yang baik dengan Pertamina daerah maupun pusat terus terjalin, sehingga pasokan BBM untuk Bali tetap aman dan persoalan seperti ini tidak kembali terulang,” pungkasnya.

Gung Cok berharap kondisi SPBU yang mulai lancar pada Minggu pagi menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan BBM di Bali. Ia menekankan bahwa solusi pemerintah, distribusi yang terjaga, pengawasan terhadap penyimpangan, dan kedisiplinan masyarakat harus berjalan beriringan agar situasi benar-benar kembali normal.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Donor Darah ke Refleksi Diri: Cara YCCK Sentuh Hati Warga Denpasar

    Dari Donor Darah ke Refleksi Diri: Cara YCCK Sentuh Hati Warga Denpasar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Donor darah selama ini identik dengan aksi kemanusiaan untuk membantu sesama. Namun di Denpasar, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang berbeda. Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Denpasar menghadirkan pengalaman berbagi yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menyentuh sisi batin para pesertanya. Melalui kegiatan SOUL Action Berbagi Kasih yang […]

  • LHMB Dumai Timur Endus Dugaan Kongkalikong Serta Kecam Rekruitmen Tenaga Kerja TA 2026 di Pertamina Dumai

    LHMB Dumai Timur Endus Dugaan Kongkalikong Serta Kecam Rekruitmen Tenaga Kerja TA 2026 di Pertamina Dumai

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 26
    • 0Komentar

      Mata kompas. Com DUMAI – Panglima Bungsu Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kecamatan Dumai Timur, Tengku Harfansyah, melontarkan pernyataan keras kepada pihak Pertamina RU II Dumai terkait proses penerimaan tenaga kerja Turn Around (TA) 2026. Tengku Harfansyah menegaskan bahwa proses penerimaan tenaga kerja harus dilakukan secara transparan, jujur, dan tanpa praktik kecurangan. Ia juga […]

  • Bank Bengkulu Digital Ramadan, Merchant Transaksi Paling Tinggi Dapat Hadiah Spesial

    Bank Bengkulu Digital Ramadan, Merchant Transaksi Paling Tinggi Dapat Hadiah Spesial

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 811
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Bank Bengkulu kembali berbagi melalui program Bank Bengkulu Digital Ramadan, yang berlangsung khusus bagi merchant di Bengkulu. Program ini memberikan kesempatan bagi para merchant yang bertransaksi menggunakan QRIS Bank Bengkulu mulai 1 hingga 31 Maret 2025 untuk mendapatkan reward menarik. Merchant dengan transaksi tertinggi selama Ramadan akan mendapatkan hadiah spesial dari Bank […]

  • PS Malaka ke 16 Besar ETMC 2025: Malam Ketika Kapten Menghidupkan Harapan

    PS Malaka ke 16 Besar ETMC 2025: Malam Ketika Kapten Menghidupkan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 29
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- 21 November 2025 menjadi malam yang tak akan mudah dilupakan oleh masyarakat Malaka. PS Malaka menang 4–2 atas Persewa Waingapu dan memastikan diri lolos ke Babak 16 Besar ETMC 2025. Namun kisah ini bukan sekadar tentang skor akhir. Ini adalah cerita tentang keteguhan, kebangkitan, dan bagaimana satu tim dipimpin satu kapten memilih untuk […]

  • Kejari Kota Bandung Bongkar Korupsi Bantuan PIP Rp20 Miliar di Kampus STIA Bagasasi

    Kejari Kota Bandung Bongkar Korupsi Bantuan PIP Rp20 Miliar di Kampus STIA Bagasasi

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Bandung – Kejari Kota Bandung bongkar dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp20,7 miliar di kampus STIA Bagasasi. Kasus tersebut berawal dari jeritan netizen di kolom komentar media sosial Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung. “Dua pejabat kampus resmi ditahan, tiidak ada pelapor. Kasus ini kami bongkar murni dari komentar netizen di Instagram Kejari. Ini […]

  • Dana Bantuan Porang Rp26 Miliar Diduga Disalurkan Lewat Perusahaan Keluarga

    Dana Bantuan Porang Rp26 Miliar Diduga Disalurkan Lewat Perusahaan Keluarga

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) menemukan adanya dugaan korupsi terkait bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran 2020-2022 untuk Pengembangan Tanaman Porang di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Dalam temuannya dugaan korupsi itu merugikan negara Rp.26 Miliar, yang diduga melibatkan Syahruddin Alrif, Hj Haslinda Hasan SPD dan Andre Ade Alrif, serta Dollah Mando. […]

expand_less