Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dukung Ketahanan Pangan, MPW Pemuda Pancasila Banten Panen Raya Padi Bersama TNI dan Pemkot Serang

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 170
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com JAKARTA –  Andaikata langkah Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten yang dipimpin oleh Johan Aripin Muba diikuti seluruh organisasi sosial kemasyarakatan di Indonesia, beban Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan pangan niscaya akan lebih ringan. Maka tak berlebihan apabila Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP, Japto Soejosoemarno memuji keberhasilan program ketahanan pangan yang digulirkan Ketua MPW PP Banten, Johan Aripin Muba dengan menggandeng TNI, Pemkot Serang, dan Kelompok Tani Putra Mandiri itu, yang ditandai dengan acara Panen Raya Padi.

Pada Senin 1 September 2025, di atas areal persawahan di Kelurahan Sawah Luhur, Kab. Serang, tiba-tiba riuh dengan kehadiran seribuan orang — langit cerah mendukung kemeriahan acara Panen Raya Padi. Wajah sumringah terpancar pada diri Walikota Serang, Budi Rustandi, lantaran Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 3000 hektar bakal terus terwujud, berkat dukungan Pemuda Pancasila. Ia tampak bahagia menyampaikan penghargaan kepada Pemuda Pancasila yang telah berhasil mewujudkan Panen Padi Raya.

“Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan perhargaan saya yang setinggi-tingginya kepada Pemuda Pancasila Banten. Tentunya juga Tentara Nasional Indonesia dan Kelompok Tani Putra Mandiri yang bahu membahu ikut mendukung tercapainya Panen Raya Padi,” ujarnya dilokasi.

Sembari Naik Traktor Corn Harvester Saat Panen Raya Padi, Ketua Umum MPN PP, Japto Soejosoemarno berterima kasih kepada MPW PP Prov. Banten yang telah membawa organisasi ikut dalam program kedaulatan pangan. Ini adalah panen raya dari usaha pertanian yang digulirkan PP.

“Saya terima kasih, sahabat saya, Johan Aripin Muba berhasil mengejawantahkan memberikan inspirasi untuk memainkan peran aktif dalam membangun pertahanan pangan. Apa yang dilakukan MPW PP Banten dengan jajarannya selama ini mengambil inisiatif meraih suatu peran, mengatakan PP ingin ikut serta dalam usaha kedaulatan pangan, dalam usaha swasembada pangan,” tukasnya.

“Swasembada pangan adalah kunci dari kemerdekaan. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak bisa produksi pangannya sendiri,” kata Johan Aripin Muba menambahkan.

Dia ingin Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Acara ini dihadiri oleh Walikota Serang, Budi Rustandi, ulama-ulama, dan unsur pimpinan TNI dan Polri.

Kegiatan panen raya ini adalah wujud nyata dari komitmen Pemuda Pancasila dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pemuda Pancasila berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Program pertanian ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemuda Pancasila untuk membangun kemandirian pangan bersama masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertanian besar.

Pemuda Pancasila akan terus hadir bersama masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan. Melalui Panen Raya Padi ini, Pemuda Pancasila ingin menunjukkan bahwa sebagai organisasi siap menjadi bagian dari solusi atas tantangan ketahanan pangan nasional, terlebih di masa-masa pemulihan ekonomi seperti sekarang.

Organisasi Sosial Kemasyarakatan Pemuda Berwatak Pejoang

Pemuda Pancasila didirikan pada 28 Oktober 1959 oleh Jenderal Abdul Haris Nasution. Organisasi ini awalnya bernama Pemuda Patriotik dan merupakan sayap pemuda dari Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)), yang bertujuan untuk menangkal pengaruh komunisme dan menegakkan ideologi Pancasila.

IPKI sendiri didirikan oleh tiga perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI), yaitu A.H. Nasution, Ahmad Yani, dan Gatot Soebroto . Seiring perkembangan IPKI, Pemuda Patriotik berganti nama menjadi Pemuda Pancasila. Bersamaan dengan itu, lahirlah sejumlah sayap organisasi lain seperti Buruh Pancasila, Tani Pancasila, dan Wanita Pancasila, yang berperan dalam menghadapi organisasi yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti Pemuda Rakyat, SOBSI, BTI, dan Gerwani.
Pada awal Orde Baru, IPKI berkembang menjadi partai politik dan turut serta dalam Pemilu 1971. Namun, terjadi perpecahan internal yang menyebabkan IPKI bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), sementara Pemuda Pancasila memilih berafiliasi dengan Golkar, partai dominan pada masa pemerintahan Soeharto.

Tahun 1981, dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Cibubur, Japto Soerjosoemarno terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila. Japto, seorang bangsawan Mangkunegaran  menjadi figur sentral organisasi ini dan terus memimpinnya hingga kini.
Pemuda Pancasila dikenal luas karena perannya pada peristiwa 1965, yang berujung pada penggulingan Presiden Soekarno. Organisasi ini disebut-sebut terlibat sebagai pasukan pendukung militer dalam pembantaian terhadap mereka yang dituduh sebagai simpatisan PKI. Dokumenter The Act of Killing (2012) menampilkan keterlibatan organisasi ini dalam tragedi tersebut.

Pada masa Orde Baru, PP dikenal sebagai kekuatan sipil yang berfungsi sebagai tangan ketiga dalam menjaga ketertiban, setelah ABRI dan Polri. Menurut penulis buku “Politik Jatah Preman,” Ian Douglas Wilson, Pemuda Pancasila memiliki fungsi politik dan keamanan tersendiri yang membuatnya menjadi bagian dari struktur kekuasaan informal di Indonesia.
Sejak tahun 1980-an, PP dipimpin oleh Japto Soerjosoemarno, seorang tokoh yang kemudian menjadi figur sentral organisasi ini.

“Perjalanan sejarah yang panjang inilah yang kemudian membangun karakter Pemuda Pancasila menjadi Organisasi Sosial Kemasyarakatan Pemuda berwatak Pejoang.” tutupnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tagel Winarta Dorong Seluruh Dokumen Tambang Kampial 5,8 Hektar Dibuka Transparan: Legalitas Harus Jelas

    Tagel Winarta Dorong Seluruh Dokumen Tambang Kampial 5,8 Hektar Dibuka Transparan: Legalitas Harus Jelas

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    BADUNG | Anggota Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Wayan Tagel Winarta mendorong seluruh dokumen dan perizinan aktivitas pertambangan di kawasan Kampial, Nusa Dua, Kabupaten Badung, dibuka secara transparan. Menurutnya, persoalan utama dalam aktivitas pertambangan di kawasan seluas sekitar 5,8 hektar tersebut bukan sekadar mengenai siapa yang mengelola […]

  • Polres Magelang Kota Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Idul Fitri 2025

    Polres Magelang Kota Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Idul Fitri 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 882
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Apel gelar pasukan pengamanan Idul Fitri 1446 H tahun 2025 bertempat di halaman Polres Magelang Kota dipimpin langsung oleh Walikota Magelang Damar diikuti oleh ratusan personil dari TNI, Polri, Instansi Pemerintah  Kota Magelang, dan dari unsur organisasi kemasyarakatan di Kota Magelang. Jumat( 21/03/2025). Pada kesempatan apel pengamanan Walikota Magelang didampingi Kapolres Magelang […]

  • Polsek Rupat bersama PT MMJ Tanam Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan 2026

    Polsek Rupat bersama PT MMJ Tanam Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan 2026

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Matakompas. Com RUPAT – Polsek Rupat bersama pihak perusahaan dan masyarakat melaksanakan penanaman jagung serentak sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan tahun 2026. Kegiatan penanaman jagung tersebut dilaksanakan di lahan milik PT Marita Makmur Jaya (MMJ), Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (7/3/2026). Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh […]

  • Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

    Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mendorong kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (31/3/2026). Lebih jauh, Ibu […]

  • Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Gung Cok: Momentum Galungan untuk Kuatkan Sradha Bhakti

    Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Gung Cok: Momentum Galungan untuk Kuatkan Sradha Bhakti

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, A.A. Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu di Pulau Dewata. Ucapan ini menjadi pesan spiritual sekaligus ajakan untuk merayakan hari raya dengan penuh kesucian, ketenangan, dan penguatan nilai-nilai dharma dalam kehidupan bermasyarakat. “Selamat Hari […]

  • Nyoman Suwirta Soroti Anggaran Pendidikan Bali 2027: Rp1,3 Triliun Harus Tepat Sasaran

    Nyoman Suwirta Soroti Anggaran Pendidikan Bali 2027: Rp1,3 Triliun Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR — Anggaran pendidikan Bali tahun anggaran 2027 yang diajukan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Namun, besarnya angka tersebut tidak serta-merta menjamin seluruh persoalan pendidikan di Pulau Dewata dapat tertangani. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta meminta pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan disusun berdasarkan data kebutuhan riil, bukan semata-mata berdasarkan besaran pagu […]

expand_less