Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mendorong kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (31/3/2026).

Lebih jauh, Ibu Putri Koster menyampaikan pentingnya menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat karena saat ini upaya pelestarian tenun Bali tengah dihadapkan pada berbagai tantangan. “Saat ini, keberadaan tenun kita sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Ia kemudian merinci sejumlah tantangan serius yang dihadapi dalam upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali, seperti endek dan songket. Menurutnya, pada zaman dahulu tenun Bali berkembang sangat pesat. Bahkan, Bali mampu mandiri (swadesi) dalam pengembangan kain tenun. “Bahan baku berupa kapas pun mampu kita produksi. Desa Sembiran yang dikenal sebagai sentra tenun menghasilkan kapas sendiri sebagai bahan baku,” ungkapnya.

Namun, dewasa ini, seiring pesatnya perkembangan industri modern, tenun tradisional dihadapkan pada sejumlah tantangan. Kain endek banyak diproduksi di luar Bali, sementara motif songket dijiplak untuk produksi kain bordir. “Kain gringsing pun banyak yang ditiru. Ini merugikan pemilik indikasi geografis,” tambahnya.

Menurutnya, ancaman terhadap keberadaan kain tenun tradisional Bali juga disebabkan oleh perilaku di sektor hilir yang kurang peduli terhadap upaya pelestarian, di mana para pedagang banyak memasarkan kain endek hasil produksi luar Bali. Di sisi lain, konsumen juga dinilai kurang memiliki kepedulian. Akibatnya, di pasaran semakin sedikit dijumpai kain endek Bali hasil produksi penenun lokal.

“Ini karena perilaku kita yang keliru. Sebanyak 83 persen endek yang beredar di Bali diproduksi di luar daerah. Gringsing yang menurut aturan tidak boleh diproduksi di luar wilayah indikasi geografisnya, faktanya banyak juga yang ditiru,” bebernya.

Kekeliruan perilaku di sektor hilir berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk menekuni aktivitas menenun karena tidak menjamin kesejahteraan. Jika kondisi ini dibiarkan, ia khawatir dalam 25 tahun mendatang tidak akan ada lagi orang Bali yang dapat menenun.

“Menyikapi hal ini, sangat dibutuhkan upaya terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saya tidak bisa mendobrak sendiri, dibutuhkan dukungan dari berbagai komponen. Para pedagang kain harus memiliki kesadaran untuk memasarkan produk penenun lokal,” imbuhnya.

Dekranasda Bali sebagai lembaga yang memiliki tugas pembinaan dan pengawasan akan lebih fokus pada upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali dengan menciptakan ekosistem yang baik bagi para desainer.

“Kita akan fokus pada produk sandang dengan mengangkat para desainer. Jika para desainer berkembang, maka ekosistem akan terbangun. Mereka membutuhkan kain sebagai bahan busana, membutuhkan penjahit, serta model yang memperagakan hasil karya mereka. Dunia modeling, koreografi, dan seni musik juga akan terangkat secara simultan,” jelasnya.

Pagelaran Dekranasda Bali Fashion Day kali ini menampilkan 100 karya busana yang dibawakan oleh empat OPD Pemprov Bali, yaitu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara.

Kegiatan DBFD dihadiri sejumlah pimpinan organisasi kewanitaan, seperti Persit Kartika Candra Kirana dan Gatriwara Provinsi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigjen. Pol. Asep Safrudin Resmi Jabat Kapolda Kepri, Gantikan Irjen. Pol. Yan Fitri Halimansyah

    Brigjen. Pol. Asep Safrudin Resmi Jabat Kapolda Kepri, Gantikan Irjen. Pol. Yan Fitri Halimansyah

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com |  Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., pimpin upacara serah terima jabatan Kapolda Kepri bertempat di Rupatama Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan berdasarkan Keputusan Kapolri nomor : KEP/183/I/2025 tgl 31 Januari 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri serta Surat Telegram Kapolri Nomor ST/200/I/KEP./2025, tertanggal 31 Januari […]

  • PS Malaka U15 Ukir Sejarah: Runner-Up Piala Presiden 2025, Kebanggaan Baru dari Perbatasan NTT

    PS Malaka U15 Ukir Sejarah: Runner-Up Piala Presiden 2025, Kebanggaan Baru dari Perbatasan NTT

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 9
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Tim sepak bola muda PS Malaka U15 kembali membawa harum nama Kabupaten Malaka dan Nusa Tenggara Timur setelah sukses meraih posisi runner-up Piala Presiden RI U15 Tahun 2025. Meski belum mengangkat trofi juara, pencapaian ini disambut penuh sukacita oleh masyarakat Malaka yang bangga melihat generasi muda mereka bersaing di panggung nasional. Sejak fase […]

  • GAWAT, Sumber Uang Suap Rp. 920 Milyar Mulai Terkuak, Babak Baru Pengusutan Kasus Mafia Hukum Zarof Ricar

    GAWAT, Sumber Uang Suap Rp. 920 Milyar Mulai Terkuak, Babak Baru Pengusutan Kasus Mafia Hukum Zarof Ricar

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Skandal kasus Hakim Agung Syamsul Maarif yang nekat menabrak Pasal 17 ayat (5) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, yang memutus perkara Peninjauan Kembali (PK) No. 1362 PK/PDT/2024, tanggal 16 Desember 2024 — hanya dalam tempo 29 hari — menjadi kotak pandora yang membuka tabir sumber uang suap senilai Rp. […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM — Guna menjaga ketahanan pangan pos sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan sayur mayur di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11 Kostrad melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanah, perawatan tanaman, dan panen di kebun Pos Salang yang berada di Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh personel Pos Salang sebagai bagian […]

  • Dimulai ! Operasi Keselamatan Candi 2025, Polres Magelang Kota Gelar Apel Pasukan

    Dimulai ! Operasi Keselamatan Candi 2025, Polres Magelang Kota Gelar Apel Pasukan

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Polres Magelang Kota GOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polres Magelang Kota menggelar Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2025 di Lapangan Mako Polres Magelang Kota. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, S.I.K., M.H., dengan AKP Heri Saktiono, S.H., sebagai perwira upacara, dan IPTU Joko Sudarmanto bertindak sebagai Komandan Upacara. […]

  • “Resepsi Patah Hati” di Kupang: Saat Musik Mengajarkan Kita untuk Peduli Bumi NTT

    “Resepsi Patah Hati” di Kupang: Saat Musik Mengajarkan Kita untuk Peduli Bumi NTT

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 10
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com– Malam di Lanud El Tari itu terasa berbeda. Lampu-lampu panggung menyapu langit Kupang yang cerah, ribuan anak muda bernyanyi serempak, namun di antara dentuman bass dan lambaian tangan, ada pesan yang pelan tapi kuat: “Bumi kita sedang terluka, dengarkan ia bicara.” Begitulah wajah baru Hai Fest 2025 “Resepsi Patah Hati”, sebuah festival musik […]

expand_less