Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mendorong kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (31/3/2026).

Lebih jauh, Ibu Putri Koster menyampaikan pentingnya menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat karena saat ini upaya pelestarian tenun Bali tengah dihadapkan pada berbagai tantangan. “Saat ini, keberadaan tenun kita sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Ia kemudian merinci sejumlah tantangan serius yang dihadapi dalam upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali, seperti endek dan songket. Menurutnya, pada zaman dahulu tenun Bali berkembang sangat pesat. Bahkan, Bali mampu mandiri (swadesi) dalam pengembangan kain tenun. “Bahan baku berupa kapas pun mampu kita produksi. Desa Sembiran yang dikenal sebagai sentra tenun menghasilkan kapas sendiri sebagai bahan baku,” ungkapnya.

Namun, dewasa ini, seiring pesatnya perkembangan industri modern, tenun tradisional dihadapkan pada sejumlah tantangan. Kain endek banyak diproduksi di luar Bali, sementara motif songket dijiplak untuk produksi kain bordir. “Kain gringsing pun banyak yang ditiru. Ini merugikan pemilik indikasi geografis,” tambahnya.

Menurutnya, ancaman terhadap keberadaan kain tenun tradisional Bali juga disebabkan oleh perilaku di sektor hilir yang kurang peduli terhadap upaya pelestarian, di mana para pedagang banyak memasarkan kain endek hasil produksi luar Bali. Di sisi lain, konsumen juga dinilai kurang memiliki kepedulian. Akibatnya, di pasaran semakin sedikit dijumpai kain endek Bali hasil produksi penenun lokal.

“Ini karena perilaku kita yang keliru. Sebanyak 83 persen endek yang beredar di Bali diproduksi di luar daerah. Gringsing yang menurut aturan tidak boleh diproduksi di luar wilayah indikasi geografisnya, faktanya banyak juga yang ditiru,” bebernya.

Kekeliruan perilaku di sektor hilir berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk menekuni aktivitas menenun karena tidak menjamin kesejahteraan. Jika kondisi ini dibiarkan, ia khawatir dalam 25 tahun mendatang tidak akan ada lagi orang Bali yang dapat menenun.

“Menyikapi hal ini, sangat dibutuhkan upaya terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saya tidak bisa mendobrak sendiri, dibutuhkan dukungan dari berbagai komponen. Para pedagang kain harus memiliki kesadaran untuk memasarkan produk penenun lokal,” imbuhnya.

Dekranasda Bali sebagai lembaga yang memiliki tugas pembinaan dan pengawasan akan lebih fokus pada upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali dengan menciptakan ekosistem yang baik bagi para desainer.

“Kita akan fokus pada produk sandang dengan mengangkat para desainer. Jika para desainer berkembang, maka ekosistem akan terbangun. Mereka membutuhkan kain sebagai bahan busana, membutuhkan penjahit, serta model yang memperagakan hasil karya mereka. Dunia modeling, koreografi, dan seni musik juga akan terangkat secara simultan,” jelasnya.

Pagelaran Dekranasda Bali Fashion Day kali ini menampilkan 100 karya busana yang dibawakan oleh empat OPD Pemprov Bali, yaitu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian Setda Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara.

Kegiatan DBFD dihadiri sejumlah pimpinan organisasi kewanitaan, seperti Persit Kartika Candra Kirana dan Gatriwara Provinsi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI Pukul Genderang Perang Terhadap Narkoba, Dalam Satu Malam Kodim 0212/TS Lumpuhkan Peredaran Narkoba di 2 Titik

    TNI Pukul Genderang Perang Terhadap Narkoba, Dalam Satu Malam Kodim 0212/TS Lumpuhkan Peredaran Narkoba di 2 Titik

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 913
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (JarrakPos)- Mengacu kepada salahsatu program Asta Cita Presiden termasuk diantaranya pemberantasan peredaran Narkotika, Kodam I Bukit Barisan dan jajaran nya menyatakan Perang terhadap Narkoba, sebagaimana instruksi Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto mengatakan agar TNI membantu masyarakat, Kepolisian dan BNN dalam rangka pencegahan dan penindakan peredaran narkoba. Bukti tabu genderang perang […]

  • Musda XV ASITA Bali: Putu Winastra Tegaskan Komitmen ASITA Majukan Pariwisata Bali Perkuat Profesionalisme Biro Wisata

    Musda XV ASITA Bali: Putu Winastra Tegaskan Komitmen ASITA Majukan Pariwisata Bali Perkuat Profesionalisme Biro Wisata

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BADUNG, Matacompas.com – Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Putu Winastra, menegaskan komitmen organisasinya untuk memperkuat profesionalisme biro perjalanan wisata sekaligus mendorong pariwisata Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Winastra dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV ASITA Bali Tahun 2026 yang digelar di Hotel InterContinental […]

  • KPK Telusuri Dugaan Korupsi Hibah di Jember, Sejumlah Pihak Diperiksa

    KPK Telusuri Dugaan Korupsi Hibah di Jember, Sejumlah Pihak Diperiksa

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kasus dugaan korupsi dana hibah di Kabupaten Jember menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejumlah pihak diperiksa untuk mendalami kasus yang melibatkan APBD Provinsi Jawa Timur itu. Setidaknya ada dua warga Kabupaten Jember, Jawa Timur diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 15 Mei 2025. Masing-masing berlatar belakang ustad dan pengusaha. […]

  • Gede Harja Astawa Apresiasi Program MBG, Selain Manfaat Sosial, Program Ini Memacu Ekonomi Lokal, Petani dan pelaku UMKM

    Gede Harja Astawa Apresiasi Program MBG, Selain Manfaat Sosial, Program Ini Memacu Ekonomi Lokal, Petani dan pelaku UMKM

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com | Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa menilai program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar memberikan makanan, melainkan menanamkan harapan dan membangun masa depan anak bangsa yang lebih cerdas, sehat dan berdaya saing. Untuk itu, Gede Harja Astawa memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di […]

  • Warisan Bung Hatta Terus Menyala, Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Jadikan Inspirasi Kepemimpinan dan Perjuangan

    Warisan Bung Hatta Terus Menyala, Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Jadikan Inspirasi Kepemimpinan dan Perjuangan

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Dalam setiap peringatan wafatnya Dr. Mohammad Hatta pada 14 Maret, bangsa Indonesia diingatkan kembali akan sosok negarawan yang tak lekang oleh waktu. Lebih dari sekadar Wakil Presiden pertama, Bung Hatta adalah simbol integritas dan ekonomi kerakyatan. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu mengajak generasi muda untuk meresapi dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan […]

  • Sidak Sungai Antiga Kelod, Oka Antara Tegaskan Proyek Betonisasi Langgar Aturan dan Harus Dibongkar

    Sidak Sungai Antiga Kelod, Oka Antara Tegaskan Proyek Betonisasi Langgar Aturan dan Harus Dibongkar

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com – Anggota DPRD Provinsi Bali sekaligus Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Antiga Kelod, Kabupaten Karangasem, menyusul keluhan warga terkait penyempitan alur sungai akibat proyek betonisasi di kawasan tersebut yang diduga menjadi pemicu banjir berulang. Sidak dilakukan setelah beredarnya informasi dan unggahan di media […]

expand_less