Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kasus Buang Sampah Sembarangan, Harja Astawa Minta Harus Diproses HukumJangan Hanya Minta Maaf

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR | Matakompas.com – Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, angkat bicara terkait viralnya video pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oleh seseorang di lingkungan sekolah. Ia menilai tindakan tersebut sangat memalukan, apalagi dilakukan oleh seseorang yang berpendidikan dan membawa nama lembaga pendidikan.

“Ini yang sangat saya sesalkan. Kenapa seorang dengan kategori intelektual, apalagi membawa nama lembaga pendidikan, bisa melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu membuang sampah tidak pada tempatnya,” tegas Harja Astawa saat ditemui di Denpasar, Rabu (29/10/2025).

Politisi asal Kabupaten Buleleng ini menilai, kejadian tersebut sangat ironis karena pemerintah sedang gencar mengkampanyekan gerakan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Apalagi, Peraturan Daerah terkait Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) baru saja disahkan oleh DPRD Bali.

“Pemerintah sedang berjuang menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan. Tapi justru ada oknum lembaga pendidikan yang melakukan hal sebaliknya. Ini ironi besar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Minta Diproses Hukum, Bukan Sekadar Permintaan Maaf

Lebih lanjut, Gede Harja menegaskan bahwa kasus tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Menurutnya, harus ada “efek jera” agar kejadian serupa tidak terulang, baik oleh pelaku maupun masyarakat lainnya.

“Ini bukan soal personal lagi, tapi tanggung jawab moral dan kelembagaan. Permintaan maaf tidak cukup. Harus ada proses hukum sebagai bentuk penegakan aturan dan pembelajaran publik,” tegasnya.

Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus sebelumnya, masyarakat kecil pernah diproses hukum karena membuang sampah sembarangan. Maka dari itu, ia mendesak agar aparat penegak hukum (APH) juga menindak tegas kasus ini tanpa pandang bulu.

“Sudah ada putusan pengadilan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Jadi kenapa sekarang tidak bisa dilakukan hal yang sama? Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.

Sebut Nama Sekolah Harus Bertanggung Jawab Moral

Dalam kasus ini, nama lembaga pendidikan yang ikut terseret karena pelaku disebut berasal dari lingkungan sekolah tersebut. Menurut Harja, hal ini menjadi pelajaran penting agar setiap institusi menjaga citra dan nilai pendidikan yang mereka emban.

“Karena ulah satu orang, nama lembaga ikut tercoreng. Jadi secara moral, pihak sekolah juga perlu bertanggung jawab. Jangan hanya diam, tapi ikut memberikan klarifikasi dan evaluasi internal,” ucapnya.

Apresiasi Warga yang Peduli dan Merekam Kejadian

Di sisi lain, Gede Harja memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang merekam dan melaporkan aksi pembuangan sampah tersebut hingga viral di media sosial.

“Saya justru bangga pada masyarakat yang peduli. Karena kalau masyarakat cuek, mungkin peristiwa seperti ini akan terus berulang. Dari rekaman itu publik jadi tahu, ternyata masih ada yang seenaknya buang sampah,” tuturnya.

Ia juga berharap Satpol PP dan aparat desa lebih aktif melakukan pengawasan dan penegakan aturan lingkungan di wilayah masing-masing.

Harapan untuk Aparat dan Masyarakat

Politisi Gerindra ini menekankan agar penegakan hukum tidak menunggu viral dulu baru bertindak. Ia meminta agar aparat segera turun tangan tanpa perlu tekanan publik.

“APH jangan sampai menunggu masyarakat teriak-teriak dulu baru diproses. Kalau ada pelanggaran jelas, segera ambil langkah hukum. Ini jadi momentum yang bagus untuk menegakkan aturan,” tegasnya lagi.

Sebagai penutup, Harja mengingatkan bahwa permintaan maaf memang baik, tetapi tidak menghapus tanggung jawab hukum. Menurutnya, pelaku tetap harus diproses agar menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

“Kalau setiap pelaku cukup minta maaf, lalu selesai, kapan kita akan disiplin? Kalau nanti banjir dan sampah menumpuk, kita semua yang rugi. Jadi jangan main-main dengan sampah,” pungkasnya. (Tim Newsyess)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Sukamiskin Bersama Dirtekforma Dan Kakanwil Ditjenpas Gelar Panen Perdana Sayur Kangkung 1 Kuintal

    Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Sukamiskin Bersama Dirtekforma Dan Kakanwil Ditjenpas Gelar Panen Perdana Sayur Kangkung 1 Kuintal

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Bandung, jarrakpos.com | Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk pertama kalinya berikan hasil positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Warga Binaan bersama dengan Direktur Teknologi Informasi & Kerjasama, M.Hilal dan Kakanwil Ditjenpas Jabar, Kusnali panen sayur kangkung sebanyak 106 Kg di Pos Kerja Pertanian Lapas Sukamiskin, Selasa (04/03/2025). Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar […]

  • Putri Koster Kawal “Wastra Hitakara”, Bidik Desainer Muda Berbakat dari Seluruh Bali.

    Putri Koster Kawal “Wastra Hitakara”, Bidik Desainer Muda Berbakat dari Seluruh Bali.

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BANGLI, Matacompas.com – Upaya memperkuat ekosistem fesyen berbasis wastra Bali terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali. Melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong lahirnya desainer-desainer muda berbakat dari kabupaten/kota di Bali sekaligus memperluas penggunaan kain tradisional, khususnya endek, dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen […]

  • “Kriminalisasi” Terhadap Ipda YF, IPW Desak Kapolri Awasi Kinerja Subdit II Dittipideksus Bareskrim Polri

    “Kriminalisasi” Terhadap Ipda YF, IPW Desak Kapolri Awasi Kinerja Subdit II Dittipideksus Bareskrim Polri

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Jakarta, (JarrakPos)- Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kabareskrim Komjen Wahyu Widada untuk melakukan pengawasan dan evaluasi atas kinerja Subdit II Dittipideksus Bareskrim Polri yang diduga melakukan kriminalisasi pada sesama anggota Polri, Ipda YF dengan menetapkan status tersangka. Status tersangka terhadap anggota Polda Bengkulu itu terkait perkara fraud atau penipuan […]

  • Nyepi dan Idul Fitri 2026, Gubernur Koster: Harmoni Toleransi yang Menguatkan Kebersamaan di Bali

    Nyepi dan Idul Fitri 2026, Gubernur Koster: Harmoni Toleransi yang Menguatkan Kebersamaan di Bali

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 yang berlangsung pada 19–20 Maret 2026 berjalan dengan penuh kekhusyukan di seluruh Bali. Selama 24 jam pelaksanaan Catur Brata Penyepian, suasana pulau benar-benar hening, tertib, dan tanpa pelanggaran, mencerminkan kedisiplinan tinggi krama Bali dalam menjaga kesucian hari raya tersebut. Nyepi bukan sekadar tradisi, melainkan warisan […]

  • Anggota Komisi Lima DPRD Jawa Barat Diah Fitri Maryani Adakan Reses Ke Dua Tahun Sidang 2024-2025.

    Anggota Komisi Lima DPRD Jawa Barat Diah Fitri Maryani Adakan Reses Ke Dua Tahun Sidang 2024-2025.

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan Diah Fitri Maryani, SE,MM melaksanakan kegiatan Reses ke Dua Tahun Sidang 2024-2025. Kegiatan tersebut di laksanakan di Gor Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kamis 06/03/25 Acara di hadiri oleh Camat Talun Abdul Roup, SH, M.H, Kuwu Desa Sampiran Sujito, Tokoh Masyarakat […]

  • Bengkulu Lahirkan Interpreneur Muda, Dispora Bengkulu Siapkan Program Pendampingan

    Bengkulu Lahirkan Interpreneur Muda, Dispora Bengkulu Siapkan Program Pendampingan

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu aktif mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia interpreneur atau wirausaha. Berbagai program pembinaan telah disiapkan untuk membekali pemuda dengan keterampilan dan pemahaman bisnis yang kuat. Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemuda Dispora Bengkulu, Samsir, SE, ME, mengatakan bahwa banyak pemuda di Bengkulu memiliki potensi besar […]

expand_less