Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kisruh Pelayanan RS Pratama Tangguwisia: “Dua Kali Dalam Seminggu!” Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali Angkat Suara

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULELENG, Matakompas.com | Gelombang kritik terhadap RS Pratama Tangguwisia, Seririt, kembali menguat setelah seorang pasien meninggal dunia di perjalanan akibat dugaan keterlambatan penanganan dan rujukan medis.

Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa menyampaikan kemarahan keras dan menilai pelayanan fasilitas kesehatan tersebut semakin memprihatinkan.

Peristiwa tragis yang terjadi Minggu, 16 November 2025 itu disebut sebagai bukti nyata kegagalan layanan gawat darurat rumah sakit. Menurut Gede Harja, kasus ini bukan yang pertama. Dalam sepekan terakhir, sudah dua warga dalam kondisi kritis ditolak dengan alasan yang sama: tidak ada kamar.

“Dua Kali Dalam Seminggu! Ini Rumah Sakit Model Apa?”

Gede Harja mengecam keras tindakan rumah sakit yang dinilai lalai menangani pasien.

“Saya protes keras, baik sebagai pribadi maupun wakil rakyat Buleleng! Dua kali dalam minggu ini rumah sakit menolak warga dalam kondisi sekarat, alasannya selalu sama: tidak ada ruangan. Ini rumah sakit model apa? Ini bupatinya dokter, tapi ngurus orang sakit saja tidak bisa,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa pasien dalam kondisi darurat tidak boleh ditolak dengan alasan apapun, termasuk persoalan kapasitas ruangan.

Kronologi: Datang Subuh, Hanya Diberi Infus, Rujukan Molor Berjam-Jam

Laporan yang diterima menunjukkan pasien datang pukul 04.00 WITA dalam keadaan kritis. Namun penanganan lanjutan tak kunjung diberikan.

Pasien tiba dengan kondisi sesak dan lemah.

Hanya diberikan infus dan oksigen tanpa tindakan medis lanjutan.

Saat keluarga meminta rujukan ke RSUD Buleleng atau RSUP Sanglah, disebut “tidak ada kamar”.

Rujukan baru diproses setelah keluarga memprotes dan Gede Harja ikut turun tangan.

Pasien akhirnya meninggal dunia di ambulans saat tiba di RS Semar Ratih, Tabanan.

Gede Harja menyesalkan layanan yang dinilai tidak manusiawi.

“Usianya masih muda, hanya seorang petani yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Tapi pelayanan kesehatan yang harusnya menyelamatkan nyawanya justru gagal total,” kata Gede Harja Astawa.

“Kalau Saya Direktur Rumah Sakitnya, Saya Malu. Saya Mundur!”

Ia juga mempertanyakan efektivitas anggaran kesehatan di Buleleng.

“Untuk apa kemarin Pemkab Buleleng pinjam Rp 200 miliar ke BPD? Kalau pelayanan seperti ini? Tidak beres! Kalau saya direktur rumah sakitnya, saya malu, saya pasti mundur,” terangnya.

Dua kasus kritis dalam sepekan, satu meninggal, satu koma disebut sebagai sinyal bahwa manajemen RS Pratama Tangguwisia “kacau dan tidak kompeten”.

Minta Kemenkes Hingga Gubernur Turun Tangan

Gede Harja mendesak evaluasi total dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga Kementerian Kesehatan.

“Saya minta Kementerian Kesehatan turun tangan! Kalau memang tak becus mengurus rumah sakit, copot saja! Tidak perlu dipertahankan. Ini nyawa manusia, bukan angka di laporan,” urainya.

Ia juga meminta gubernur mengevaluasi kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, serta seluruh jajaran terkait pelayanan gawat darurat.

Soal Mati Hidup Urusan Tuhan, Tapi Pelayanan adalah Urusan Kita

“Hidup mati urusan Tuhan. Tapi pelayanan medis itu urusan kita. Masa dari jam empat pagi sampai sore baru bisa dirujuk? Itu sudah jelas kelalaian! Saya akan minta pertanggungjawaban rumah sakit,” paparnya.

Sementara itu, pasien lain yang diduga mengalami keterlambatan penanganan masih dirawat intensif dalam kondisi koma.

Anggaran Besar Tak Ada Artinya Jika Pelayanan Buruk

Sebagai penutup, Gede Harja menegaskan bahwa anggaran kesehatan harus diikuti peningkatan kualitas layanan.

“Saya sudah bicara pada Pak Gubernur soal anggaran kesehatan. Tapi kalau pelayanan seperti ini, percuma! Untuk apa anggaran besar kalau rakyat kecil tetap tidak dihargai,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Warga Panen dan Menggiling Padi

    Prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Bantu Warga Panen dan Menggiling Padi

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan oleh Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Tanjung Aru. Kali ini, prajurit membantu pelaksanaan panen padi serta proses penggilingan hasil panen milik Bapak Johan (51) di areal persawahan Dusun Sungai Bajau, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur. Kamis(30/1/2025) Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi […]

  • Kunker Komisi III DPR RI di Bali, Tahura Ngurah Rai dan Peredaran Narkoba Jadi Sorotan

    Kunker Komisi III DPR RI di Bali, Tahura Ngurah Rai dan Peredaran Narkoba Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Upaya penguatan sistem penegakan hukum nasional terus menjadi perhatian serius legislatif. Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Jumat (10/4/2026), guna memastikan implementasi regulasi baru berjalan optimal. Kunjungan yang dipimpin oleh Ahmad Sahroni ini berlangsung di Kantor Kejati Bali, Denpasar, […]

  • Gubernur Melki Apresiasi Keterlibatan UKAW Kupang dalam Pembangunan NTT

    Gubernur Melki Apresiasi Keterlibatan UKAW Kupang dalam Pembangunan NTT

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.329
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena Menerima Audiensi dari Universitas Kristen Artha Wacana ( UKAW ) Kupang dalam rangka Silahturahmi dan Kerjasama Universitas Kristen Artha Wacana dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam Percepatan Capaian Visi dan Misi Tahun 2025-2030, bertempat di Ruang Kerja Gubernur NTT, Kamis (27/3/2025). Gubernur NTT, E.Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi […]

  • Kunjungi RSU Dharma Yadnya, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Minta Nakes Berikan Pelayanan Prima bagi Pasien BPJS dan Non-BPJS

    Kunjungi RSU Dharma Yadnya, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Minta Nakes Berikan Pelayanan Prima bagi Pasien BPJS dan Non-BPJS

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mewanti-wanti tenaga kesehatan agar selalu memberikan pelayanan prima kepada pasien tanpa melihat tingkat ekonomi maupun latar belakangnya. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-39 Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya di Denpasar, Minggu (15/3). “Sering ibu lihat di rumah sakit ada […]

  • Terbongkar di Renon: WNA Rusia Diduga Jadikan Kamar Hotel Four Star sebagai Lokasi Prostitusi

    Terbongkar di Renon: WNA Rusia Diduga Jadikan Kamar Hotel Four Star sebagai Lokasi Prostitusi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Operasi pengawasan keimigrasian kembali mengungkap praktik pelanggaran di wilayah Denpasar. Setelah menyasar sejumlah titik, petugas melanjutkan operasi ke kawasan Renon pada Sabtu, 2 Mei 2026. Di sebuah kamar hotel Four Star By Trans Renon, petugas mengamankan seorang perempuan warga negara asing asal Rusia berinisial AR (27). Perempuan tersebut diduga memanfaatkan kamar hotel […]

  • Made Daging Emban Tugas Sengketa Pertanahan di Pusat

    Made Daging Emban Tugas Sengketa Pertanahan di Pusat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, mendapat kepercayaan menjalankan tugas di tingkat nasional. Ia ditarik ke BPN Pusat untuk menjabat Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan dengan lingkup tanggung jawab nasional, setelah praperadilan atas penetapan status tersangkanya di Pengadilan Negeri Denpasar ditolak. Koordinator Tim Kuasa Hukum Made Daging, Gede […]

expand_less