Breaking News
light_mode
Trending Tags

Polemik Penjor Melebar, Tokoh Bali, Putu Suasta Minta PLN Lakukan Pembenahan Total

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Pendiri LSM JARRAK dan Yayasan Wisnu, Putu Suasta menegaskan pentingnya pejabat PLN yang bertugas di Bali memahami budaya dan kearifan lokal demi mencegah kegaduhan di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan menyusul polemik imbauan penjor yang sempat memicu reaksi publik menjelang Hari Raya Galungan.

“Harapan kedepan mencegah kegaduhan dan banyak hal adat istiadat atau budaya lokal yang harus dihargai. Seyogyanya pemimpin-pemimpin yang di PLN Bali yang memahami budaya lokal/orang lokal,” kata Putu Suasta, Budayawan sekaligus Alumni UGM dan Cornell University, di Denpasar, Kamis, 20 November 2025.

Ia menilai, pemimpin PLN yang bertugas di Bali harus lebih prudent dan bijaksana dalam berkomunikasi dengan masyarakat maupun tokoh adat agar tercipta hubungan yang harmonis. Polemik penjor, menurutnya, menjadi bukti perlunya pembenahan serius pada pola komunikasi perusahaan tersebut.

“Ada baiknya Kementrian BUMN di pusat menempatan atau menunjuk Tim Pengelola PLN di Pulau Dewata dengan pimpinan – pimpinan yang paham kebudayaan Bali atau orang Bali yang senior agar lebih mudah komunikasi, serta tidak terjadi kegaduhan lagi,” tegasnya.

Respons Luas Berbagai Tokoh

Kegaduhan ini turut disoroti berbagai kalangan, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga politisi. Diantaranya Prof I Gede Sutarya, Gubernur Bali Wayan Koster, Rektor Undhira Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, Pengamat Budaya Wayan Suyadnya, Ketua Umum Paiketan Krama Bali Dr. Ir. I Wayan Jondra, dan Ketua PHDI I Nyoman Kenak.

Tokoh publik lainnya yang turut merespons termasuk Nyoman Baskara, Dr. Somvir, I Nyoman Oka Antara, Agung Bagus Pratiksa Linggih (Ajus Linggih), serta Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok).

Suasta juga menyoroti persoalan pemasangan tiang listrik di lahan warga maupun dekat tempat suci yang kerap menimbulkan ketegangan. Ia menilai, PLN Bali perlu melakukan penataan menyeluruh sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

Sejumlah kawasan di Bali kini telah bebas dari kabel udara PLN, seperti Pelindo Benoa, ITDC, Tol Bali Mandara, hingga Canggu, yang menjadi contoh baik penataan jaringan listrik di daerah pariwisata.

Makna Galungan dan Kuningan di Tengah Polemik

Dalam kesempatan tersebut, Putu Suasta juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ia mengajak umat Hindu memaknai perayaan suci ini sesuai swadarmanya.

Menurut lontar Purana Bali Dwipa, Galungan pertama kali dirayakan pada tahun 882 Masehi dan sempat terhenti selama 23 tahun sebelum kembali dihidupkan oleh Raja Sri Jayakasunu pada tahun 1126 Saka.

Perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026, sekaligus berbarengan dengan momentum Kartika Purnama, pada 5 November 2025.

Prof. I Gede Sutarya menambahkan perspektif sejarah bahwa Bali telah merayakan Galungan selama seribu tahun lebih, namun kesejahteraan masyarakat Bali masih menghadapi tantangan besar.

“Jadi, 1.000 tahun sudah kita merayakan kemenangan tetapi sejarah Bali mencatat banyak kekalahan dari Medang, Kediri, Singasari, dan Majapahit,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Bali modern.

Kini, 6 juta wisman datang ke Bali yang tak juga menjadi kemenangan orang-orang Bali, sebab orang-orang Bali lebih banyak menikmati sampahnya, kerusakan lingkungannya, kemerosotan budayanya, dan keterpinggiran ekonominya.

Prof. Sutarya mengakhiri dengan doa kemenangan bagi umat Hindu: “Om Catur Dewi Mahadewi. Uma Dewi, Parwati Shivapatni, Durga ya namah swaha. Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan”. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alamsyah Hamonangan Apresiasi Ketua PT Ambon dan Banten Atas Pemecatan Rasman Sebagai Advokat

    Alamsyah Hamonangan Apresiasi Ketua PT Ambon dan Banten Atas Pemecatan Rasman Sebagai Advokat

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Advokat Senior Alamsyah Hamonangan Sinurat mengapresiasi Ketua Pengadilan Tinggi Ambon dan Ketua Pengadilan Tinggi Banten, yang telah mencabut Berita Acara Pengangkatan Sumpah Rasman Nasution. Sepak terjang Rasman Nasution dan kawan-kawannya sudah sangat membuat dunia profesi advokat tercoreng moreng. Apalagi, Rasman Nasution dan kawan-kawannya kembali viral di media sosial dengan perilaku brutalnya di […]

  • Atlet Perempuan Bisa Bersinar di Dunia Olahraga, Dispora Bengkulu Dorong Prestasi

    Atlet Perempuan Bisa Bersinar di Dunia Olahraga, Dispora Bengkulu Dorong Prestasi

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com  – Dunia olahraga kini semakin inklusif, tidak lagi didominasi oleh laki-laki. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Julian Wijaya, S.Kom., M.A.P., menegaskan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk berprestasi di bidang olahraga, baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional. “Masih ada stigma bahwa olahraga tertentu lebih cocok […]

  • BWS Bali Penida Paparkan Rencana Pengendalian Banjir, Curah Hujan Ekstrem dan Sampah Jadi Pemicu Utama

    BWS Bali Penida Paparkan Rencana Pengendalian Banjir, Curah Hujan Ekstrem dan Sampah Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida memaparkan langkah-langkah penanganan serta rencana strategis pengendalian banjir di Bali, menyusul terjadinya dua peristiwa banjir besar yang melanda sejumlah wilayah pada September dan Desember 2025. Curah hujan ekstrem yang diperparah oleh penumpukan sampah di alur sungai disebut menjadi penyebab utama terjadinya luapan air di berbagai daerah. […]

  • IPW Minta Kadivpropam Memeriksa Penyidik Subdit 2 Dittipideksus Terkait Dugaan Keberpihakan Perkara BSI

    IPW Minta Kadivpropam Memeriksa Penyidik Subdit 2 Dittipideksus Terkait Dugaan Keberpihakan Perkara BSI

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    Jakarta, (JarrakPos)- IPW mendesak Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri, Irjen Abdul Karim memeriksa penyidik subdit 2 Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri yang diduga menutupi tindakan kejahatan manajemen BSI Cabang Bengkulu terkait fraud yang dilakukan oleh terdakwa TKD yang merugikan beberapa nasabahnya. Sebab, tindakan berpihak penyidik Subdit 2 Dittipideksus Bareskrim […]

  • Tak Sekadar Bantuan, YKWA Hadirkan Harapan bagi 60 Anak Berkebutuhan Khusus di Gianyar

    Tak Sekadar Bantuan, YKWA Hadirkan Harapan bagi 60 Anak Berkebutuhan Khusus di Gianyar

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    GIANYAR |Hingga kini, Yayasan Anak Unik Bali telah merawat lebih dari 60 anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Gianyar. Yayasan tersebut tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membangun semangat anak-anak dan keluarga agar terus berjuang serta tidak menyerah pada keadaan. Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) melalui penyerahan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan […]

  • Kemenkum Jabar Hadiri Musyawarah Desa 2025 Di Sumedang, Pelaksanaan Terbesar Sepanjang Sejarah Di Indonesia

    Kemenkum Jabar Hadiri Musyawarah Desa 2025 Di Sumedang, Pelaksanaan Terbesar Sepanjang Sejarah Di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com. Sumedang – Peringatan Hari Desa Nasional bertujuan untuk mengingatkan pentingnya pembangunan dan pemberdayaan desa sebagai fondasi bangsa. Dalam berbagai perkembangan peraturan perundang-undangan terkait sistem peran sistem pemerintahan di Indonesia antara lain dimulai dari undang-undang nomor 1 tahun 1945 tentang komite Nasional Indonesia daerah atau KNID yang berkembang hingga undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang […]

expand_less