Breaking News
light_mode
Trending Tags

BWS Bali Penida Paparkan Rencana Pengendalian Banjir, Curah Hujan Ekstrem dan Sampah Jadi Pemicu Utama

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida memaparkan langkah-langkah penanganan serta rencana strategis pengendalian banjir di Bali, menyusul terjadinya dua peristiwa banjir besar yang melanda sejumlah wilayah pada September dan Desember 2025. Curah hujan ekstrem yang diperparah oleh penumpukan sampah di alur sungai disebut menjadi penyebab utama terjadinya luapan air di berbagai daerah.

Kepala BWS Bali Penida, Gunawan Suntoro, ST., MDM., M.Eng, menjelaskan bahwa banjir besar yang terjadi pada 10 September 2025 dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem. Data dari Pos Klimatologi Penatih mencatat curah hujan mencapai 493 mm, angka yang jauh di atas kondisi normal.

“Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya sampah yang terbawa arus dan menyumbat aliran sungai, sehingga menyebabkan air meluap di beberapa titik,” ungkap Gunawan Suntoro.

DAS Tukad Badung, Mati, dan Ayung Paling Terdampak

Banjir September lalu tercatat menyebar di berbagai wilayah Provinsi Bali, dengan dampak terparah terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Ayung yang bermuara di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Selain merendam kawasan permukiman, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur sumber daya air, seperti tanggul sungai, saluran irigasi, serta bangunan pengambilan air baku (intake).

Sementara itu, banjir kembali terjadi pada 14 dan 15 Desember 2025, meskipun dengan intensitas yang lebih rendah. Curah hujan yang tercatat di Pos Curah Hujan Buagan mencapai 96 mm. Namun demikian, genangan tetap terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Jl. Kunti–Legian (Badung), Desa Batuan–Sukawati, Desa Saba–Blahbatuh, dan Ubud di Kabupaten Gianyar.

“Banjir Desember ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem akibat terbentuknya Siklon 93S di selatan perairan Indonesia,” jelas Gunawan.

Langkah Cepat Penanganan dan Pemulihan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BWS Bali Penida telah melakukan sejumlah upaya penanggulangan dan pemulihan jangka pendek, di antaranya:

* Koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri dalam penanganan pascabencana.

* Pengoperasian mobil pompa untuk menyedot genangan air di titik-titik rawan seperti Underpass Simpang Dewa Ruci, Pasar Badung, Jl. Kunti, dan lokasi lainnya.

* Mobilisasi alat berat (excavator) untuk pembersihan material dan sampah pascabanjir.

* Pemeliharaan serta rehabilitasi infrastruktur sumber daya air yang mengalami kerusakan akibat banjir.

Normalisasi Sungai dan Pemantauan Dini

Sebagai langkah pencegahan jangka pendek, BWS Bali Penida juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi sungai, termasuk pengerukan sedimen di alur sungai serta Waduk Muara Nusa Dua, guna mengembalikan kapasitas tampung air.

Selain itu, BWS Bali Penida secara aktif melakukan pemantauan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, serta mengoperasikan infrastruktur sungai khususnya pintu air bendung dan waduk sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Langkah ini penting untuk meminimalisir dampak apabila kembali terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.

Masterplan Pengendalian Banjir Disiapkan Tahun 2026

Untuk solusi jangka panjang, BWS Bali Penida telah mengusulkan studi Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Pengendalian Banjir bagi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, khususnya di wilayah DAS Tukad Ayung, Tukad Mati, dan Tukad Badung. Studi tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.

Dalam kajian itu, BWS Bali Penida juga akan menelaah kebutuhan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) guna mengurangi risiko korban jiwa dan dampak banjir. Selain itu, akan dilakukan kajian terkait sempadan sungai sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2015.

“Pengendalian banjir tidak bisa hanya mengandalkan penanganan darurat. Diperlukan perencanaan terpadu, kesadaran lingkungan, dan kepatuhan terhadap aturan tata ruang,” tegas Gunawan Suntoro.

Dengan langkah penanganan jangka pendek hingga perencanaan jangka panjang tersebut, BWS Bali Penida berharap risiko banjir di Bali dapat ditekan, sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Cirebon Pastikan KBM Berjalan Lancar di Awal Semester Genap

    Pj Bupati Cirebon Pastikan KBM Berjalan Lancar di Awal Semester Genap

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com— Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya meninjau kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah di Kabupaten Cirebon, Selasa (7/1/2025). Wahyu ingin memastikan KBM berjalan maksimal di awal Semester 2 atau genap tahun ajaran 2024/2025. Wahyu bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon meninjau pelaksanaan KBM di tiga titik lokasi di Kecamatan Plumbon, yaitu SDN […]

  • Bolehkah Penjor Galungan Dipasang Sebelum Hari Penampahan Galungan?

    Bolehkah Penjor Galungan Dipasang Sebelum Hari Penampahan Galungan?

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan yang dirayakan Umat Hindu di Indonesia selalu identik dengan pemasangan penjor di depan rumah,pura,kantor,toko dan tempat- tempat lain. Khusus untuk Hari Suci Galungan,menurut Ida Bagus Partama,Klian dan Penglingsir Paiketan Semeton Giriya Telaga,Sanur menjelaskan mengenai Penjor Galungan. “Sepatutnya nanceb Penjor Galungan bertepatan dengan Hari Penampahan Galungan.Dan penjornya […]

  • Resmi Sertijab, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma Nahkodai RS Prof. Ngoerah Menuju Layanan Unggul Asia Pasifik

    Resmi Sertijab, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma Nahkodai RS Prof. Ngoerah Menuju Layanan Unggul Asia Pasifik

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Tongkat kepemimpinan di RS Prof. Ngoerah resmi berganti. Melalui prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang digelar pada Kamis, 19 Februari 2027, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes. resmi mengemban amanah sebagai Direktur Utama yang baru. Sertijab ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang sebelumnya dilaksanakan pada 10 Februari di Kementerian […]

  • Keren ! Wakil Ketua DPRD Jabar Bantu Siswa yang Ijazahnya Ditahan oleh Sekolah

    Keren ! Wakil Ketua DPRD Jabar Bantu Siswa yang Ijazahnya Ditahan oleh Sekolah

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Siswa SMK KarNas di Kuningan, Jawa Barat, merayakan kebahagiaan setelah akhirnya menerima ijazah yang telah lama ditahan oleh pihak sekolah. Acara pembagian ijazah ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, bersama Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP Dapil 13, Hj. Ika Rachmatika, serta Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, […]

  • Diduga Aniaya Sopir Setwan di Tempat Hiburan, Oknum Anggota DPRD Klungkung Dilaporkan ke Polisi

    Diduga Aniaya Sopir Setwan di Tempat Hiburan, Oknum Anggota DPRD Klungkung Dilaporkan ke Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    GIANYAR — Dugaan penganiayaan yang menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Klungkung menjadi sorotan publik. Legislator asal Nusa Penida dari Fraksi Gerindra, I Ketut Dadi, dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga melakukan pemukulan terhadap sopir Sekretariat DPRD (Setwan) Klungkung, I Wayan Murdiana. Insiden tersebut diduga terjadi di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Jalan […]

  • Jejak Penggeledahan Kejagung dan Dugaan Izin Bermasalah, MataHukum: KPK Periksa Raja Juli Secara Menyeluruh

    Jejak Penggeledahan Kejagung dan Dugaan Izin Bermasalah, MataHukum: KPK Periksa Raja Juli Secara Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Nama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kini semakin sering muncul dalam pusaran berbagai dugaan pelanggaran hukum, mulai dari penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin hingga indikasi penerimaan suap yang merugikan keuangan negara dan merusak lingkungan hidup. Menyusul berkembangnya berbagai laporan serta temuan dari sejumlah lembaga pengawas, Sekjen MataHukum, Mukhsin Nasir, mendesak Komisi […]

expand_less