Breaking News
light_mode
Trending Tags

Memuliakan Geguritan Sucita: Menghidupkan Kembali Cahaya Susastra Leluhur di Tanah Banjar

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALI | Matakompas.com – Desa Adat Banjar di Buleleng kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu pusat lahir dan tumbuhnya susastra Bali yang agung. Upaya pelestarian seni dan budaya tak lagi sekadar seremonial, tetapi bergerak menjadi gerakan kultural yang lahir dari kesadaran kolektif warganya. Terbaru, geliat memuliakan Geguritan Sucita salah satu karya sastra monumental warisan sang pujangga Ida Ketut Djelantik menjadi bukti bahwa kesadaran spiritual dan kebudayaan masih hidup kuat di tanah kelahirannya.

Tetembangan, Roh Upacara, dan Identitas Budaya

Banjar sejak dulu dikenal sebagai tanah subur bagi berkembangnya seni tetembangan seperti kekidungan, kakawin yadnya, hingga berbagai bentuk pesantian. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi bagian tak terpisahkan dari ajaran agama Hindu. Di setiap upacara, tetembangan menjadi napas spiritual yang menghubungkan umat dengan nilai-nilai tattwa, susila, dan upacara.

Seni geguritan pun hidup kuat di Banjar. Bahkan, salah satu pujangga besar Bali, Ida Ketut Djelantik, adalah pengawi Geguritan Sucita karya yang kini namanya menggema bukan hanya di Buleleng, tetapi di desa-desa transmigrasi Bali di luar pulau. Bendesa Adat Banjar, Ida Bagus Kosala, yang merupakan cucu sang pujangga, menegaskan bahwa di daerah transmigrasi, geguritan ini bahkan menjadi kegiatan utama pesantian masyarakat. Hal itu ia saksikan sendiri ketika bertugas di lingkungan Transmigrasi tahun-tahun lalu.

Geguritan Sucita: Karya Agung Sepanjang Zaman

Geguritan Sucita bukan sekadar karya sastra, tetapi sebuah pewahyuan. Karya ini memuat 1.877 bait, terbagi ke dalam 11 tembang dan 57 pupuh, dengan tembang “Sinom” sebagai yang paling dominan. Pesan moralnya sangat kuat: cara berperilaku, berkata-kata, menjaga pikiran, dan memahami derita hidup yang identik dengan perjalanan manusia modern.

Nilai-nilai di dalamnya tak lekang digerus zaman. Justru semakin relevan saat generasi kini menghadapi tantangan moral, spiritual, dan sosial. Tidak berlebihan jika banyak tokoh menyebut Ida Ketut Djelantik sebagai pujangga dengan wijnana, kebijaksanaan yang lahir dari kedalaman spiritual.

Selain Geguritan Sucita, beliau juga menulis karya-karya penting seperti Aji Sangkya, Geguritan Lokika, Satua Men Tingkes, Geguritan Gonika, Geguritan Bhagawadgita, hingga terjemahan Sarasamuscaya dan Wrespati Tattwa. Warisan intelektual ini menjadikan Banjar sebagai salah satu pusat lahirnya pemikiran keagamaan Hindu Bali.

Satria, Generasi Muda yang Menggerakkan Kembali Api Susastra

Di balik gerakan memuliakan Geguritan Sucita hari ini, ada sosok muda yang konsisten bergerak senyap namun berdampak: I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. Sejak bertugas tahun 2024, ia menggagas berbagai kegiatan intelektual dan keagamaan, seperti:

* KEDASIH Bali Utara (Kelompok Diskusi Asyik Intelektual Hindu),
* diskusi agama dan budaya bekerjasama dengan Peradah, KMHDI, Prajaniti, organisasi pemuda, dan pelajar,
* pembinaan dharmagita, dharmawacana, dharmatula, hingga dharmasadhana,
* kegiatan rutin setiap Tilem di Wantilan Pura Agung Jagatnatha.

Kecintaannya pada susastra lahir sejak lama. Tahun 2017, ia pernah membaca “Geguritan Jayaprana” sehari penuh di Pasraman Pasir Ukir. Ia juga membentuk kelompok pesantian yang bertahan hingga kini. Puncaknya, ia berhasil menulis “Geguritan Kerthala”, sebuah karya tetembangan yang telah mengantongi HAKI.

Memuliakan Sucita di Tanah Kelahirannya

Pada 8 Desember 2025, Satria menggagas pembacaan perdana “Geguritan Sucita” yang akan dilakukan rutin setiap bulan purnama di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Banjar. Gagasan ini lahir dari kesadaran bahwa karya agung yang lahir di Banjar, wajib dimuliakan terlebih dahulu oleh masyarakat Banjar sendiri.

“Jika bukan kita yang memuliakan karya ini, apakah kita hanya menjadi penonton ketika daerah lain melakukannya?” demikian seruan tokoh-tokoh adat Banjar.

Antusiasme masyarakat sangat besar. Sedikitnya 50 peserta pesantian hadir pada pembukaan: membaca, meneges (menafsir), dan mendiskusikan bait-bait suci Sucita. Di antaranya Jero Made Redita, Ida Kade Subiksa, Ide Kade Arika, Ida Mangku Putu Jelantik, Gst Made Parmi, Gst Putu Arta, hingga A.A. Agung Widnyani. Semua berharap kegiatan ini menjadi wadah berkelanjutan untuk “neduhang jagate antuk susastra mautama” menyejukkan dunia melalui karya sastra suci.

Pelestarian Susastra adalah Pelestarian Jati Diri

Dalam pandangan Satria, Geguritan Sucita adalah sarana pendidikan moral, kesehatan batin, dan pembentukan karakter. Membacanya adalah ibadah, mendiskusikannya adalah dharma, dan memuliakannya adalah wujud bhakti kepada leluhur.

“Lahir di Banjar, maka Banjar-lah yang harus pertama memuliakan karya suci ini,” tegasnya.

Upaya memuliakan Sucita bukan hanya kerja budaya, tetapi sebuah gerakan spiritual, intelektual, dan identitas. Di tengah derasnya arus modernisasi, Desa Adat Banjar mengirim pesan penting: bahwa masa depan hanya bisa dibangun jika kita tidak memutus hubungan dengan akar budaya.

Geguritan Sucita bukan hanya sastra, bukan hanya tembang. Ia adalah cahaya leluhur yang telah kembali menyala di tanah kelahirannya. Dan kini, generasi muda bersama para tetua adat tengah memastikan api itu tidak padam melainkan terus hidup, menerangi Buleleng, Bali, dan jagat raya. (Tim)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bripka Edy Suryanto Bersama Petani Cek Pekarangan Pangan Bergizi Tanam  Jagung Manis

    Bripka Edy Suryanto Bersama Petani Cek Pekarangan Pangan Bergizi Tanam Jagung Manis

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Dumai. MATAKOMPAS. COM – Pada hari senin , tanggal 08 juni 2026 sekira jam 09.00 WIB, Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Ratu Sima Bripka EDY SURYANTO bersama Petani melakukan giat pengecekan Pakarangan Pangan Bergizi dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Adapun lokasi pekarangan pangan bergizi yang ditanami tanaman Jenis Jagung Manis terletak di Jalan M H […]

  • Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

    Temui Gubernur Koster, World Bank Sampaikan 5 Tantangan Utama agar Bali Berkelanjutan dan Tetap jadi Primadona

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menerima berbagai masukan strategis dari World Bank terkait pembangunan dan keberlanjutan Bali di masa depan. Masukan tersebut disampaikan Carolyn Turk, World Bank Country Director untuk Indonesia dalam pertemuan bersama Gubernur Bali, Wayan Koster pada Jumat (22/5) di Jaya Sabha, Denpasar. Dalam pertemuan itu, Carolyn mengungkapkan terdapat lima kesenjangan utama yang […]

  • Grand Final Soekarno Cup 2026 Digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar dan Badung Berebut Gelar Juara

    Grand Final Soekarno Cup 2026 Digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar dan Badung Berebut Gelar Juara

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR — Atmosfer semangat olahraga dan persatuan generasi muda Bali terasa begitu kuat dalam Grand Final Kejuaraan Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 yang digelar di Stadion Ngurah Rai, Senin (25/5/2026). Turnamen sepak bola yang memperebutkan Piala Bergilir Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali serta total hadiah sebesar Rp117 juta itu tidak hanya menjadi […]

  • Semangat Baru di Atambua, BRI Gelar Talk Show “Brilian Way” Bersama 152 Insan Brilian

    Semangat Baru di Atambua, BRI Gelar Talk Show “Brilian Way” Bersama 152 Insan Brilian

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 14
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suasana Gedung Betelalenok, Sabtu (08/11/2025), menjadi berbeda ketika ratusan insan Brilian dari berbagai unit BRI di Atambua berkumpul dalam kegiatan sosialisasi bertajuk Talk Show Brilian Way Atambua. Acara yang digelar BRI Cabang Atambua itu menghadirkan 152 peserta dan menjadi ruang bersama untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai Brilian Way yang kini menjadi fondasi budaya […]

  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,445 Miliar, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026

    Transaksi UMKM Tembus Rp1,445 Miliar, Wagub Giri Prasta Tutup Karangasem Festival 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KARANGASEM – Karangasem Festival 2026 mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Selama empat hari pelaksanaan, transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp1,445 miliar. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menutup secara resmi Karangasem Festival 2026 serangkaian peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 di Taman Budaya Candra […]

  • Dewa Rai Desak KY Turun Periksa Tiga Hakim PTUN di Balik Putusan Lift Kelingking

    Dewa Rai Desak KY Turun Periksa Tiga Hakim PTUN di Balik Putusan Lift Kelingking

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR – Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang mengabulkan gugatan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group dalam sengketa penghentian operasional Lift Kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, memicu sorotan tajam dari jajaran legislatif Bali. Sorotan tersebut bahkan berkembang menjadi desakan agar Komisi Yudisial (KY) turun memantau dan memeriksa aspek perilaku […]

expand_less